First Love Pain – Chapter 5



  • Tittle    : First love pain
  • Author    : EnnyHutami
  • Lenght    : Chaptered
  • Rating    : General
  • Genre    : Romance, Sad
  • Cast    :
  1. Bae Sujie
  2. Choi Minho
  3. Jung Soojung a.k.a Krystal
  4. Kim Myungsoo
  5. And others (Find them self)


Copyright © Ennyhutami Fanfiction 2012

~œœœ~

[Chapter 5]

-Tak ada yang tahu apa yang dia pikirkan-

Sudut Pandang Bae Sujie

“Dengan hati yang sangat lemah seperti itu, mungkin cinta tidak mungkin ditunjukkan untukmu,”

Aku menoleh dan mendapatinya sudah duduk di atas ayunan di sebelahku. Apa maksud dari ucapannya? Aku sama sekali tidak mengerti.

Aku tetap menatapnya dengan pandangan heran ketika ia menoleh dan balas menatapku dengan pandangan datarnya. “Kadang gadis itu membingungankan.” Lanjutan kalimatnya justru membuat keningku semakin berkerut karena tak mengerti.

“Apa maksudmu?” tanyaku, membuka suaraku untuk pertama kalinya setelah aku menagis.

“Tidak ada maksud apapun,” balasnya dengan sangat santai sembari mengayunkan ayunan yang tengah didudukinya.

Aku memicingkan mataku curiga. Siapa yang tidak curiga dengan laki-laki yang bicara menjurus seperti ini? “Kau mengikutiku hingga kemari?” tanyaku lagi.

Bukannya menjawab, dia justru mendecakkan lidahnya sembari mendengus kesal. “Untuk apa aku mengikutimu?” kenapa dia justru balik bertanya? Memangnya aku tahu dia mengikutiku atau tidak? “Isakanmu membuatku terbangun.”

Dia serius kalau dia terbangun karena isakanku? “Jangan menipuku!” seruku cepat karena salah tingkah. Bahkan terlalu cepat karena kulihat—walaupun sekilas—ia memutar bola matanya. “Dimana kau bisa tidur di tempat seperti ini?”

Bisa kudengar ia mendecakkan lidahnya kemudian aku mengikuti pandangannya yang mengarah pada kursi taman yang memanjang di bawah pohon rindang jauh di ujung jalan sana.

Aku menoleh ke arahnya cepat karena tidak percaya. “Bohong!” seruku. Mana mungkin isakanku terdengar sampai sejauh itu? Tidak masuk akal, atau… itu memang benar? Aku tidak percaya isakanku sekeras itu.

“Terserah kau percaya atau tidak,” ucapnya sembari menaikkan bahunya acuh tak acuh.

YA! KIM MYUNGSOO!”

Aku menoleh cepat ke arah sumber suara begitu mendengar suara teriakkan seseorang dengan lantang, begitu juga dengannya. Dan kulihat orang yang meneriaki nama Kim Myungsoo itu berdiri tak jauh dari kursi taman yang ditunjukkan oleh laki-laki di sebelahku tadi.

Kemudian aku menoleh kembali pada laki-laki di sebelahku karena ia menggerutu tak jelas. “Aish, nuna itu berisik sekali,” gerutunya sembari bangkit berdiri.

Ya, eodiga?” aku mengepalkan tanganku di udara yang hampir saja ingin menahan tepi jaketnya. Untuk apa aku menahannya? “Sapu tanganmu,” ucapku kemudian ketika dia membalikkan badannya.

“Ambil saja,” ucapnya kemudian berlalu pergi.

Kulihat punggungnya semakin menjauh dan mendekati seorang perempuan yang tadi meneriakinya. Begitu sampai di hadapan perempuan itu, laki-laki yang kutebak bernama Kim Myungsoo itu menggaruk belakang kepalanya dan melangkah lebih dulu dari perempuan itu dengan gaya khasnya yang tengil (tengil itu bahasa mana–a).

“Dia aneh,” ucapku sembari melihat sapu tangan tersebut. Dan benar saja dugaanku, ada jahitan huruf alfabet bertuliskan KMS di ujung sapu tangan ini dengan benang warna cokelat muda. “Benar Kim Myungsoo, ya?”

¯

Yah… setelah kejadian memalukan kemarin di taman, perasaanku sedikit lebih baik karena bisa melupakan kebenaran siapa kekasih Minho. Tapi setelah itu, saat aku harus bertatap wajah dengan Minho sendiri di kelas, perasaanku kembali lagi. Dadaku terasa sesak dan ingin menangis, tapi tak ada air mata yang mendesak keluar dari pelupuk mataku. Hanya terasa sakit di bagian yang terdapat luka yang berlubang…

“Sujie-ya, maafkan aku tentang kemarin. Aku benar-benar tidak tahu—”

“Bukan salahmu,” potongku ketika Eunji meminta maaf padaku tentang kejadian kemarin. Yah, kalau dipikir-pikir itu bukan salahnya. Itu salahku karena terlalu sensitif. “Aku sedang ada masalah kemarin. Dan… itu membuatku cepat sekali marah.” Lanjutku sembari mencoba terkekeh. Tapi sayangnya dia tidak ikut terkekeh, justru menatapku dengan pandangan khawatir.

“Kau tahu, kau bisa menceritakan padaku kapan saja,” ucapnya dengan wajah serius, membuatku berhenti mengeluarkan suara kekehan palsu dan balas menatapnya serius. “Kapan pun kau siap.”

Sudut bibirku tertarik sedikit ke belakang mendengarnya. Belum pernah aku mendengarnya berbicara seperti ini, baru ini kali pertamanya. Dan… yah, itu membuatku merasa lebih baik karena aku beruntung memiliki sahabat sepertinya.

Gomawo, Eunji-ya,” balasku berterima kasih dengan tulus karena ia mau mendengarkanku walalupun aku tidak mau menceritakannya sekarang. Kemudian, karena tak tahu harus bicara apa lagi, aku mengambil sumpitku dan mulai memakan makananku sebelum bel tanda jam istirahat usai terdengar—yah, waktunya memang masih cukup lama, sekitar setengah jam lagi.

Annyeong,” aku mendongak sekilas begitu merasakan seseorang duduk di sebelahku.

“Jinri-ya, dari mana saja kau?” tanya Eunji dengan mulut penuhnya, membuatku menutup mulutku dengan tangan agar makanan yang berada di mulutku tidak keluar karena tertawa melihatnya.

Ketika menoleh ke arah Jinri, kulihat gadis itu memutar bola matanya sembari mengambil daging di atas nampannya dan memasukkannya ke dalam mulut. “Ada urusan yang harus kulakukan di toilet,” jawabannya membuat Eunji justru tersedak dan mencoba menggapai-gapai minumannya, membuatku mau tak mau terbahak ketika kurasakan makananku sudah sepenuhnya masuk ke tenggorokan. “Ya, makan yang benar!” serunya sembari menunjuk-nunjuk wajah Eunji dengan sumpitnya.

Saat tertawa melihat tingkah Eunji dan Jinri, tiba-tiba Taemin dan Jinki datang namun tak membawa nampan makanan melainkan hanya membawa satu kaleng minuman. “Apa yang kalian bicarakan?” tanya Jinki setelah duduk di sebelah Jinri, sedangkan Taemin duduk di samping Eunji.

Yang membuatku heran, Jinri yang tadi bercanda bersama Eunji kini justru terdiam. Entah kenapa atmosfer di sekelilingku terasa aneh begitu ia terdiam seperti ini. Apa karena Jinki duduk di sebelahnya?—Eunji pernah bilang padaku kalau Jinri menyukai Jinki. Tapi kalau memang benar begitu, atmosfer yang terasa pasti bukan seperti ini. Jadi… ada apa dengannya?

“Ini urusan wanita,” sahut Eunji menghentikan pikiranku, kali ini ia bicara tidak dengan mulut penuhnya, dan membuat Jinki mendecakkan lidah namun setengah tertawa. “Hei, kalian tidak bersama Minho?” begitu mendengar pertanyaannya, aku menundukkan kepala menatap makananku sembari memasukkan sumpit yang menjepit nasi ke mulut.

Sekuat apapun aku mencoba, tetap saja akan terasa sakit ketika mendengar namanya diucapkan.

“Sujie-ya,” aku mengangkat kepalaku begitu mendengar suara Taemin yang memanggilku. “Aku perlu—”

“Aku selesai,” dengan cepat aku menoleh ke sampingku, tempat Jinri duduk, yang tiba-tiba berbicara dan memotong perkataan Taemin sembari bangkit berdiri.

Hanya perasaanku atau bukan, tapi aku merasa Jinri aneh sekali setelah Jinki dan Taemin datang—oh, bukan. Mungkin hari ini dia bersikap aneh karena tidak biasanya dia bercanda seperti tadi. Dia tipe gadis manis yang polos dan tidak banyak bicara, tidak seperti Eunji yang cerewet dan blak-blakan terhadap siapa pun.

“Bahkan makananmu belum habis,” ucap Jinki. Dari nada suaranya, ia terdengar heran, sama denganku.

Jinri hanya tersenyum manis dan mengambil nampan makanannya, kemudian mengangkat bahunya acuh. “Aku sudah kenyang,” jawabnya lalu beranjak pergi.

Setelah itu kami diam sembari menatap punggung Jinri yang semakin menjauh. Tak ada yang berbicara karena terlalu terkejut dengan sikap Jinri yang tiba-tiba.

“Oh, Taemin-ah, tadi kau mau bicara apa?” tanya Eunji setelah beberapa detik berlalu namun kami tetap menatap punggung Jinri yang menghilang di balik pintu kantin.

Aku menoleh pada Taemin untunk menunggu jawaban dan reaksinya. Dan entah ada apa dengan hari ini, kulihat Taemin juga sedikit berbeda. Dia terlihat lebih pendiam dan selalu memasang topeng tanpa ekpresi di wajahnya. Ada apa dengan orang-orang?

“Aku perlu bicara denganmu,” jawabnya sembari mengendikkan dagunya padaku. “Hanya berdua.” Tambahnya sebelum aku menanggapinya.

Aku tahu apa yang akan dia bicarakan. Tidak akan jauh-jauh dari percakapannya dengan Krystal kemarin di kafe. “Katakan di sini saja apa yang mau kau bicarakan,” sahutku tanpa menatapnya dan justru kembali melahap makananku.

“Hanya ber—”

“Aku sudah tahu,” potongku sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. Aku tidak tahu bagaimana caraku bicara di depannya, Eunji dan Jinki. Tapi kenapa di telingaku sendiri, aku terdengar seperti marah dengan Taemin? Memang dia ada salah apa padaku sehingga aku harus marah? Entahlah. Mungkin karena aku tak ingin membahas pembicaraannya dengan Krystal kemarin.

“Maaf kemarin aku mengupingmu pembicaraanmu dengan Krystal,” kataku lagi.

“Krystal Jung?” aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Jinki. Memangnya nama Krystal di Korea ada berapa banyak? “Ada apa sebenarnya?” aku tidak menjawab ketika Jinki melanjutkan pertanyaannya. Biar saja Taemin yang menjelaskan semuanya karena ia yang memulai.

Seolah tak ingin melepasku tentang bagaimana caranya aku menguping pembicaraannya dengan Krystal, dia mengabaikan pertanyaan Jinki dan menatapku dalam-dalam, seakan tak ingin aku kabur darinya. “Kemarin kau datang ke kafe dekat sungai Han?”

Aku mengangguk menjawab pertanyaannya. Aku heran, dari sekian banyaknya kafe di dekat sungai Han, kenapa hanya kafe serba putih itu tempat yang kami datangi di saat yang sama?

“Jadi… kau sudah tahu?”

“Mm,” sahutku singkat tanpa berniat menagangkat kepalaku untuk menatapnya. Begitu menyadari keberadaan Jinki dan Eunji, barulah aku mengangkat kepalaku. “Taemin-ah, kurasa kau harus bertanggung jawab karena membuat Eunji dan Jinki penasaran,” lanjutku sembari menyeringai kecil melihat Eunji yang sudah mengetuk meja dengan jarinya.

Dengan awalan ragu yang bisa kulihat di wajahnya, Taemin pun mulai membuka mulutnya sedangkan aku hanya menunduk lagi menatap makananku. “Krystal adalah… kekasih Minho.”

¯

Sudut pandang penulis

“Krystal adala kekasih Minho,” kalimat yang baru saja Taemin katakan mampu membuat dua orang yang mendengarnya—bahkan Taemin—melirik cepat ke arah Sujie yang menatap makanannya.

Bagi Sujie sendiri yang sudah mendengar fakta ini sebelumnya masih merasa kalau jantungnya sempat berhenti berdetak saat Taemin mengucapkan kalimat tersebut. Lagi-lagi dadanya terasa sesak. Namun ia sudah berjanji pada dirinya sendiri ia tidak akan terlarut dalam kesedihannya. Terlalu melankonis, batinnya saat itu. Terlalu cengeng.

Jadi dengan memaksakan diri, ia menarik sudut bibirnya sehingga bibirnya membentuk senyum simpul yang manis namun tetap menundukkan kepalanya. Tapi senyumnya itu tidak bisa membohongi tiga orang yang berada di dekatnya.

Sedangkan Jinki yang duduk di sebelah Sujie hanya menatap gadis itu dengan tatapan… entahlah. Yang jelas ia kecewa dengan Minho saat ini. Itukah yang membuat Sujie menangis ketika gadis itu dan Minho pulang bersama? Tapi barusan saja gadis itu bilang bahwa ia tahu karena menguping pembicaraan Taemin dengan Soojung. Ah, terserah. Yang penting saat ini adalah ia sudah tahu apa yang terjadi antara Sujie dan Minho. Dan benar menurut pemikirannya bahwa memang ada yang salah. Hubungan Soojung dan Minho… berlanjut sampai sekarang?

“Itu bukan cinta,” ketika Jinki membuka mulutnya, Taemin dan Eunji menoleh cepat padanya. begitu juga dengan Sujie, ia langsung mengangkat kepalanya untuk menatap Jinki dengan pandangan heran. “Mereka tak benar-benar berpacaran,” lanjutnya untuk menjelaskan.

“Apa maksudmu?” tanya Sujie tak mengerti dengan ucapan Jinki. “Apa maksudmu dengan ‘tak benar-benar pacaran’ padahal Minho sendiri yang mengatakan padaku bahwa dia memiliki kekasih?”

“Itu karena kecelakaan yang membuat Soojung menjadi yatim piatu,”

“Soojung yatim piatu?” “Soojung?” tanya Taemin dan Eunji berbarengan, membuat Jinki menoleh bergantian kepada keduanya. Sedangkan Sujie hanya mengerjapkan matanya karena tak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya. Sama sekali tak ada artikel yang mengatakan bahwa orang tua Soojung sudah meninggal.

“Baiklah, akan kuceritakan dari awal,” lanjut Jinki karena ia merasa harus menceritakannya. “Aku, Minho, Taemin dan Soojung sudah berteman sejak kecil, jauh sebelum Soojung memulai karirnya,”

“Kalau kau mengenal Minho sudah lama, kau tahu bagaimana kebiasaannya?” tanya Sujie dengan suara pelan.

Ketika Jinki menggelengkan kepalanya, Sujie hanya mengerucutkan bibirnya kecewa. Bahkan teman kecilnya juga tak tahu bagaimana kebiasaannya.

“Dia terlalu misterius, bahkan sejak kecil,” sahut Taemin begitu melihat reaksi Sujie. “Jinki-ya, langsung tentang kecelakaan.” Tambah Taemin.

Jinki hanya menggangguk menuruti perkataan Taemin, kemudian melanjutkan ceritanya. “Sekitar dua bulan setelah kau pindah ke Amerika, Soojung dan keluarganya mengalami kecelakaan mobil. Dan saat itu Minho juga ada di dalam mobil—aku tak tahu mereka habis dari mana atau mau kemana,” Jinki berhenti untuk mengambil nafas dan membuat jeda agar Sujie, Eunji dan Taemin yang sedang mendengarkan memahami apa yang sedang ia bicarakan.

“Kecelakaan itu terjadi malam hari,” lanjut Jinki. “Dan yang kudengar, ayah Soojung mengemudi mobil dengan pelan. Namun dari arah yang berlawanan, ada mobil lain yang berkendara dengan kecepetan tinggi masuk ke jalur yang tidak seharusnya. Karena tak bisa menghindar, mobil yang ditumpangi Minho, Soojung dan keluarganya terbalik sehingga membuat orang tua Soojung tewas di tempat sedangkan Minho dan Soojung selamat dengan luka di sekujur tubuh mereka,”

Sujie yang sedari tadi menahan nafas mendengar cerita Jinki kini menghela nafasnya diam-diam dan melanjutkan untuk mendengar cerita Jinki.

“Setelah kecelakaan itu, Minho dan Soojung selalu bersama. Aku bahkan heran ketika Minho tidak berkomentar apapun ketika Soojung terus mengikutinya, padahal sebelum kecelakaan, Minho tidak suka kalau dirinya diikuti orang lain seperti itu,” Jinki hanya memiringkan kepalanya untuk memikirkannya kembali. Bahkan sampai saat ini ia benar-benar penasaran tentang Minho dan Soojung yang ternyata masih bersama sampai saat ini.

¯

Kaki itu melangkah dengan pelan menelurusi jalan yang di setiap pinggirnya ditumbuhi dengan pohon besar yang membantu memayungi jalanan dari sinar matahari yang terik di musim panas.

Ia menghela nafasnya sekali lagi dan menunjukkan wajah lelahnya. Benar ia lelah karena seharian Eunji dan Jinri mengajaknya pergi, namun ia harus tetap berjalan sampai ia berada di rumahnya. Seperti hidupnya, sebenarnya ia sudah lelah karena harus menangis dan menahan sakit di hatinya terus menerus, tapi hidupnya harus terus berjalan untuk mencari rumahnya.

“Oh?” gumamnya begitu melihat laki-laki yang dengan enaknya tidur di bangku panjang di pinggiran jalanan yang lumayan sepi. “Bukankah itu Kim Myungsoo?”

Untuk memastikan, ia pun membelokkan jalannya dan menghampiri laki-laki tersebut entah untuk apa. Sesampainya di depan kursi panjang tersebut, ia memiringkan kepalanya ketika ia merasa wajah tidur Myungsoo terlihat sangat damai dan menjebak untuk tetap melihat wajahnya.

Wae?” Myungsoo yang sedari tadi menyadari ada seseorang yang mengamatinya dari dekat segera membuka matanya namun sama sekali tidak merubah posisi tubuhnya.

Sujie yang terkejut langsung menegapkan badannya dengan cepat dan justru membuatnya terhuyung ke belakang hampir terjatuh kalau saja Myungsoo tidak bergerak cepat untuk bangkit dari tidurnya dan menahan lengan Sujie.

“Kau lagi,” ucap Myungsoo setelah Sujie sudah berdiri dengan benar. “Kau mengikutiku?”

Mendengarnya, Sujie mendecakkan lidah sembari memutar bola matanya. “Untuk apa aku mengikutimu?” dia balik bertanya. Kemudian merogoh tas tangannya untuk mengambil sapu tangan milik Myungsoo. “Ini,” katanya sembari menjulurkan tangannya. “Mumpung bertemu denganmu di sini, aku mau mengembalikan ini.”

“Ambil saja,” balas Myungsoo sembari meraih tasnya yang tadi dijadikan bantal untuk kepalanya dan memakai di punggungnya, namun tak kunjung beranjak dari tempatnya duduk.

“Eh?” gumam Sujie bingung, namun tangannya tetap terjulur ke depan di hadapan Myungsoo. Kemudian ia menggelengkan kepalanya tanda penolakan. “Tidak, ini milikmu dan tentu saja aku harus mengembalikannya. Ini,” katanya bersikeras agar Myungsoo mau mengambil kembali sapu tangannya. “Sudah aku cuci,”

“Kau takut kekasihmu marah kalau melihat sapu tanganmu ada jahitan inisial namaku?” tanya Myungsoo sembari menyipitkan matanya yang sudah sipit sehingga matanya hanya terlihat segaris.

Padahal Myungsoo hanya asal mengatakan pertanyaan itu, tapi Sujie langsung mengibaskan tangannya di depan dada sembari menyahut dengan nada yang sedikit panik, seperti ia tidak ingin bahwa Myungsoo salah paham. “Aniyo, bukan seperti itu,” sahutnya kemudian berdeham sedikit melihat reaksi Myungsoo yang hanya memiringkan kepalanya sembari menatapnya dengan pandangan bosan.

Melihat tatapan mata Myungsoo yang seakan tak menyukai kedatangannya, Sujie pun mengerucutkan bibirnya sembari memegang tali tas tangannya dan menolehkan pandangannya ke arah lain. Bersamaan dengan itu, ia melihat Minho dan seorang gadis yang memakai kaca mata—yang kelihatannya kaca mata baca—dengan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai sampai ke pinggang melangkah ke arahnya. Gadis itu… apakah Krystal? Batinnya.

“Minho…” saat Sujie mengumamkan nama Minho, sebenarnya ia tidak sadar kalau ternyata ia menyuarakan apa yang ada di pikirannya. Tapi hanya sebatas menggumamkan nama Minho, tidak sampai benar-benar menyuarakan pikirannya.

Myungsoo menoleh mengikuti arah pandang Sujie ketika gadis itu bergumam kecil. Ia menyipitkan matanya sejenak untuk melihat apa atau siapa yang sedang dilihat oleh gadis itu. Begitu melihat dua orang yang tengah berjalan beriringan, ia segera menarik tangan Sujie hingga gadis itu duduk di sebelahnya.

Ya, ada apa denganmu?” tanya Sujie heran ketika tiba-tiba tubuhnya terasa ditarik kemudian dihempaskan di kursi kayu yang sama dengan yang Myungsoo duduki.

“Kau tidak lelah sejak tadi berdiri?” Myungsoo justru bertanya balik sembari menatap Sujie dengan alis yang hanya dinaikkan sebelah, membuatnya terkesan polos walaupun raut wajah datarnya sama sekali tak bisa lepas dari dirinya. Ia sebenarnya tahu bahwa suasana hati gadis itu berubah ketika melihat dua orang yang jalan beriringan tadi, tapi ia ingin mengalihkan apa yang ada di pikiran gadis itu walaupun sebenarnya ia tidak tahu gadis itu tengah memikirkan apa.

Seperti terperangkap, Sujie justru meluruskan kakinya dan memijit lututnya yang terasa pegal. Pikirannya teralihkan karena Myungsoo, hal ini justru membuat orang lain iri padanya karena dengan mudahnya mengalihkan pikirannya walaupun hanya sebentar.

“Ah, iya. Bahkan aku masih harus terus berjalan kaki,” gerutu Sujie menanggapi pertanyaan Myungsoo.

“Myungsoo sunbaenim?”

Keduanya—baik Sujie dan Myungsoo—mendongak begitu mendengar suara seorang gadis memanggil nama Myungsoo, dan di sanalah ia. Gadis yang memanggilnya tak lain adalah Soojung yang memakai kacamata baca sebagai penyamarannya dan di samping gadis itu ada Minho yang terus menatap Sujie dengan pandangan sedikit heran.

Sedangkan Sujie hanya kembali menunduk dan merutuk dalam hati kenapa Soojung bisa mengenal Myungsoo dan akhirnya berhenti di hadapannya. Dan ia tidak menyadari bahwa Minho yang berdiri di belakang Soojung sembari menatapnya dengan pandangan datar namun menyiratkan sedikit keheranan.

“Kau mengenalku?” tanya Myungsoo dingin dengan tatapan yang tak kalah dingin dengan suaranya, membuat Sujie segera menoleh pada Myungsoo kemudian menoleh pada Soojung yang tersenyum aneh.

Sunbaenim, tidak tahu kalau aku adik kelasmu di sekolah?” tanya Soojung balik dengan cengiran dibuat-buat yang justru terlihat aneh. Bahkan gini gadis itu terlihat tidak senang dengan pertanyaan dingin yang baru saja dilontarkan Myungsoo. “Tentu saja aku mengenalmu. Temanku sangat menyukaimu,”

“Oh,” ucap Myungsoo dengan wajah dinginnya, membuat hati Sujie dan Soojung mencelos saat mendengarnya. Mencelos karena bagaimana bisa ada laki-laki sedingin dengan ucapan setajam ini?

Sedangkan Minho seakan tidak peduli dengan ucapan tajam yang keluar dari bibir Myungsoo, bahkan dia tak menganggap kehadiran Myungsoo di sana karena Sujie. Dalam hati ia terus bertanya-tanya bagaimana bisa Sujie bersama laki-laki lain sedangkan beberapa hari yang lalu gadis itu menyatakan perasaan padanya?

Jadilah Minho hanya terus menatap Sujie tanpa ekpresi, membuat yang dilihat langsung membuat pandangannya ke arah lain ketika mata mereka bertemu dan membuat Myungsoo semakin menyipitkan matanya karena merasa ada sesuatu yang aneh antara Minho dan Sujie. Sedangkan Soojung sama sekali tak menyadari keadaan sekitar karena ia hanya terfokus pada Myungsoo dan memikirkan teman sekelasnya yang menyukai laki-laki itu.

Sunbaenim, neo yeojachigu?” tanya Soojung untuk mengalihkan pembicaraan.

Mendengar pertanyaan Soojung, dengan cepat mendongak menatap Soojung dengan sedikit terkejut. Namun kemudian ia terkekeh yang terdengar sangat dipaksakan dan hendak membuka mulutnya untuk membantah pertanyaan Soojung sebelum Myungsoo menyela bantahannya.

“Benar. Dia kekasihku,” saat Myungsoo mengatakan kalimat singkat ini, sekilas ia melirik ke arah Minho untuk tahu apa reaksi Minho. Dan benar saja asumsi yang ia duga sebelumnya bahwa Minho akan menoleh ke arahnya dengan cepat, seakan baru menyadari keberadaannya. “Dia kekasihmu?” tanyanya sembari mengendikkan dagunya pada Minho.

Dengan senang hati pun Soojung langsung menoleh ke samping kemudian meloncat mundur ke belakang dan bergelayut manja di lengan Minho sambil tersenyum lebar. “Ya, dia kekasihku,” jawabnya dengan bangga seakan baru saja memberitahu bahwa dia baru saja mendapatkan penghargaan di suatu acara awards. “Oppa, ini seniorku yang sangat populer di sekolah. Myungsoo sunbaenim,” lanjutnya sembari mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Minho yang lebih tinggi darinya.

Minho hanya menanggapi ucapan Soojung dengan membungkuk sedikit kepada Myungsoo untuk sekedar menunjukkan kesopanannya. Bagaimanapun Myungsoo adalah senior bagi Soojung yang berarti juga senior untuknya karena umur Soojung dengan Minho yang hanya terpaut beberapa bulan saja, jadi ia harus tetap bersikap sopan walaupun sebenarnya ia tidak ingin karena tahu bahwa laki-laki ini adalah kekasih Sujie.

Tak tahu apa alasan yang digunakan oleh Minho dalam pikirannya saat ia merasa tak suka pada Myungsoo. Hanya saja rasa tak suka itu tercetak jelas ketika ia melihat Sujie duduk berdua di sini.

“Ah ya,” ucap Soojung kemudian sembari menatap Sujie dengan senyum ramahnya. “Temanku pasti iri sekali padamu…?”

“Bae Sujie,” jawab Minho tanpa sadar, menjawab perkataan Soojung yang berhenti untuk menanyakan nama Sujie.

Sontak Soojung mendongak lagi untuk menatap Minho dengan pandangan heran. “Oppa, kau mengenalnya?” tanyannya bingung.

“Ah, kami teman sekelas,” alih-alih Minho yang ditanyai, justru Sujie yang menjawab dengan salah tingkah karena tak tahu harus mengatakan apa.

“Begitu ya,” sahut Soojung sembari menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia mengerti. Dalam hati ia menduga bahwa Minho dan Sujie sama sekali tidak dekat, hanya mengenal nama dan sebatas teman sekelas. Tapi mana Soojung tahu apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua?

Lalu Soojung kembali membuka suaranya sembari menepuk tangannya sekali untuk mendapat perhatian dari ketiga orang yang berada di sekitarnya, dan hasilnya membuat ketiganya—Sujie, Minho dan Myungsoo—menoleh padanya dengan pandangan ingin tahu (yah, sebenarnya hanya Sujie yang memandang Soojung dengan pandangan seperti itu, tidak untuk Minho dan Myungsoo). “Bagaimana kalau minggu depan double date? Aku dengan Minho Oppa, dan sunbaenim dengan Sujie?” usul Soojung dengan wajah yang berharap penuh pada Sujie yang menatapnya terkejut dan Myungsoo yang seperti biasa melayangkan wajah datarnya.

“Baik, aku setuju.”

~TBC~

~Wait another story~

Minal aidzin wal faidzin yeorobun O:) akhirnya aku bisa publish ini gak lama banget sampe para readers mengering(?) nunggunya. Buat di note chapter 4nya kan aku ngasih foto ya? kukira bakalan jadi misterius siapa yang bakal jadi cast barunya, gataunya gampang ketebak-_- yep, Myungsoo lah yang ada di otakku waktu mikirin kelanjutan cerita dari FLP. Tadinya FLP bakal aku jadiin 4-6 chapter aja, tapi gataunya lebih ya kekekeke aku suka nambah-nambahin konflik sih *ditimpuk para cast*

Nah, ada yang mau komplen kenapa pas Suzy POV, pikirannya sama sekali gak manis kayak padahal aku pernah bilang kalo karakternya Suzy itu manis? Kalo ada aku mau minta maaf dan mungkin buat seterusnya bakal ganti POV jadi POVnya author terus. Itu tergantung kalian komen kalian loh, aku mau kasih yang terbaik aja buat para readers._. buat POVnya Suzy yang rada… gitu, sebenernya kan itu juga menurut sudut pandangku dan sayangnya sikapku gak sama sekali manis, jadinya ya gitu… jadi ancur.-.

Dan… aku sedikit kecewa sama readers. Jumlah komentar kok makin lama makin dikit ya, padahal jumlah pengunjung FLP lumayan banyak? selama libur aku berkutat terus di depan laptop buat nerusin FLP tapi idenya rada-rada ngadet tapi kok sidersnya makin banyak? sedihnya T_T

Yah… aku sebenernya ngeharepin komentar itu sesuai sama jumlah yg baca FLP, apalagi kalo komentarnya ngebangun biar tulisanku kesananya lebih bagus, gak sekedar ‘bagus thor’. Tapi, yah… kayaknya nulis ‘bagus thor’ gitu aja berat banget ya?

Yaudahlah, setelai denga curhatan selintas dariku. maaf kalo ada yang tersinggung yaa^^

 

*Bonus pic~


Tadaaaa~ Minho berubah jadi peter parker xD

RCL jangan lupa ya^^v

67 thoughts on “First Love Pain – Chapter 5

  1. yaaaay😀 saya first😀
    ehmm.. minong jadi misterius yaa?
    chingu , mungkin pada liburan semua kali , jadi baru sempet baca ajah di hp , mungkin komennya belakangan kali chingu🙂 positive ajah yaah^^
    tapi , bagus kok aku suka😀
    ehmm.. aku mau request dong :d kalo bisa Myungstal ajah yaah? jangan minstal ^_^ masalahnya aku krg sreg gitu kalo Minstal >_<
    tp , apapun itu aku hargai kok ide km🙂
    ehyaa 1 lg , berarti tetem itu supporting cast dong? masalahnya aku kira tetem itu jadi main cast berhubung di chapter 1nya , tetem juga punya peran penting..
    okeh , ini komen panjang sekali.__.
    sekiandan terima kaasih🙂

    • hihi:3
      dia cocok jadi misterius kok hehe iya mungkin pada liburan yaaT_T (nasip liburan ngurusin tugas)
      hehe makasiiiih:D
      request ff? myungsoo ya? aku juga lagi suka diaxD (gaada yg nanya) aku mau buat tapi… insyaAllah yaa. liburan udah mau abis dan sekolah lagi, takut gaada waktu kalo ngejanji mau buat hehe
      iya, tetemnya support cast. peran pentingnya cuma diawal doang kokXD (dibully tetem oppa)
      neee:D aku suka kok komen panjang-panjang hehe:333

  2. wahh…

    akhirnya part 5 nya dipost jga🙂
    eonni request dong, Suzy sama Myungsoo aja. Kan mereka cocok. plizzz…😀

    MyungZy.. MyungZy.. MyungZy..
    part yg ini keren wonni.
    ditunggu next part…🙂

  3. Waw akhirnya part 5 nya di post jga🙂
    sikap MyungSoo nya dingin bgt …
    Suzy sma MyungSoo za dong *puppyeyes🙂
    ff nya tmbah bgus🙂
    part 6 nya dtunggu ia, jngan lma2 lohh mungpng lgii lburan, jdi bebas maen hp🙂

    • jarak publish chap4 sama chap5 gak jauh-jauh banget kok.-.
      ne? hem… dipikirin yaaa:D
      ne, aku usahain cepet buat chap6nya, tapi kayaknya bakal publish pas hari sekolah._.v

  4. Selamat lebaran juga thor~ minal aidin wal faidzin ^^
    Uwooaah makin seru nih, bagus bagus thor.. aku suka karakter myungsoo disini.. Sok cuek tapi pinter baca suasana (?)
    Sebenernya Suzy lebih cocokan sama myungsoo (kalo inget invincible youth) tapi kalo inget moment music core dulu kayaknya cocokan sama Minho *galau*😄
    Keep writing thor… Anggep aja siders itu adalah real readers yg tertunda (?) lanjuuuuttt😀

    • sifat cowok begitu kan idaman authornya:3 #plak
      emang mereka pernah berdua? ep berapa chiguuuu??? karna suzy cantik, jadi cocok sama siapa aja kokxD
      buahahaha ne:D aku berharap juga gitu hihi makasih udah baca+komen yaaaaa^^

  5. chingu npa kug ga ada bag minho POv nya yaa?
    aku penasaran bgt ma yg ada di dalam pikirannya minho
    hehehe

    btw, minal aidin wal faidzin yaa🙂

  6. Kata-katanya rapi chingu, tapi kaya’nya ada sedikit typo
    seperti wktu bagian

    ….Mendengar pertanyaan Soojung, dengan cepat mendongak menatap Soojung dengan sedikit terkejut…

    Bukankah seharusnya sblm kata dengan, sebaiknya diperjelas siapa yg mendongak, kaya’ misalnya suzy dengan cepat mendongak menatap Soojung

    But over all, ffnya keren, alurnya jelas, dan aku harap ff ini Myungzy bukan Minzy, atau dua-duanya jg blh #dijitak author😀

    Mian klw comment’ku membuat author nngak nyaman #cium author😀

    • ah, iya-_- *brb benerin*
      hehe ini… myuungzy dan minzy kok(?) *bikin readers bingung*
      waaah, aku nyaman-nyaman aja kok:D aku malah seneng soalnya ada yang teliti memperhatiin ffku yg gak sempet di edit lagi akibat pengennya cepet publish.-.v *cium balik;* wkwk

  7. Kata-katanya rapi chingu, tapi kaya’nya ada sedikit typo
    seperti wktu bagian

    ….Mendengar pertanyaan Soojung, dengan cepat mendongak menatap Soojung dengan sedikit terkejut…

    Bukankah seharusnya sblm kata dengan, sebaiknya diperjelas siapa yg mendongak, kaya’ misalnya suzy dengan cepat mendongak menatap Soojung

    But over all, ffnya keren, alurnya jelas, dan aku harap ff ini Myungzy bukan Minzy, atau dua-duanya jg blh #dijitak author

    Mian klw comment’ku membuat author nngak nyaman #cium author

  8. ternyat rada mudeng knap minstal deket itu bukn cintakan?
    itu jinri knapa kok kayaknya ngehindari jinki?
    L pkakek setuju lagi mo dable date ehm pasti seru nih, aplagi si minho bakal cemburu abis or suzy nanti yg cemburu kekeke
    ini minzy kn min? buruan lnjut ya!

    • menurut yg udah diceritain, bukan hehe^^
      hem… buat jinri nanti diceritain kok kenapa dia ngehindar atau… siapa yg dihindarin
      hem… kayaknya nanti malah saling cemburuxD (kasih bocoran)
      kayaknya sih iya._.v neee, tungguin yaa^^

  9. Jiahahahahahahay
    jadi bener minho suka suzy..hohoho
    bkal ada cinta segi 4 niH..oh segi 5 d tambah taemin..kekekekekeke
    tp,ceritanya dan bahasanya emang udh bgus og thor..jd yg d kritik apa lg..
    Hohohohn
    gx usah ada moment minstal ya thor..cz bikin cemburu..hohohoho
    Minho kasian bgt..harus b’korban..krystal jg udh terkenal d situ..knp minho gx tegas aja sm krystal..
    Hohoho
    #reader bawel.

    • bersegi segi deh jadinya(?)xD
      beneran?.-. hehe gomaptaa:3
      mungkin karna nanti ada dobel date, jadi… ya ada hehe yah, minho kan orang baik, jadi dia harus berkorban(?)._.

  10. Jangan khawatir Onnie🙂
    Ini mungkin garagara Onnie publish nya agak Lamaan aja , ntar pasti juga balik-balik sendiri ..
    Dijadwa ajah Onnie, biar nggak keteteran dalam buat FF nya !
    Maav kalao kebanyakan bacot =)
    *abaikan*

  11. Tor, gue minta maaf kalo sebagai readers yang salah😀
    Sekalian mau comment disini, aku ngira bakalan krystal sama suji disini kelai gara-gara tau tentang suji nembak minho. Eh sekalinya malah myungsoo ngaku-ngaku jadi pacarnya suji.
    Aku bingung mau comment apa lagi, yaudah deh tor sampe sini aja commentnya. Aku bingung
    Ditunggu chapter 6 yaa😀 jangan lama-lama😉

    • author juga minta maaf kalo author rada dablek(?) yaa._.v
      ne hehe wah, kalo gitu ceritanya gaasik dong~~ kan bagus kalo konfliknya lebih menantang(?)
      ohehe chapter 6nya lagi dalam proses kok^^ makasih udah baca+komen yaa:D

  12. yey… akhir’y part 5 d publish juga..🙂
    kadang ngerasa gimana gitu klo buka ff ini tp part’y masih sama… .-.v
    tebakanku bnr.. trnyata myungsoo jd cast’y..😀
    hemm.. konflik’y makin seru thor…
    tp dari gelagat minho.. kya’y minho cemburu deh.. *sotoy
    aigo.. double date? penasaran nih ..
    minzy? myungzy? itu terserah author.. yg pnting ff ini d lanjut.. *pletak😀
    part 6’y jangan lama2 ea thor… ^^

    • jarak waktu chap4 sama chap5 gak jauh jauh amat ko.-.v ah-_- kalo yg itu aku juga sering ngerasain chigu
      hehehe abis aku lagi kesemsem sama dia:3 hahaha gelagat itu emang bener-bener deh(?)
      nee, ditungguin yaa chap6nya^^

  13. wah mkin sru aj nh crta na, palg bkln ad dble dte, uiiih q brhrp minho cmbru n gak dngin lg stlh tauk suzy dkt sma myungsoo, n smg suzy bs mrsa lbh hppy dg adny myungsoo ddktnya,, byr gk sdh lg mkirin si minho it, huh sbel nih klok cta brtpuk sblh tangan,, si suzy skt ht q jg lbh skt hti mlhan,, haa ^stress###^
    bnyakin momnt myungzy/minzy ya chingu,, klok pn akhr na suzy sm myungsoo gak ppa deh, q ttp suka, yg jlas main cst na si suzy,, heee ^plakk////^
    dtggu part slnjutnya,,, fighting chinguu !!!

  14. Waahh ada cast baruu hehe
    tambah seru chingu ceritanya mian baru bisa komen hehe🙂
    o’y chingu bwt ff yg cast nya kwangmin lg dong kangeen😛 hehe mian

  15. wa… ceritanya makin rumit.. tapi aku suka! ^^
    udh ada myungsoo dan krystal datang..
    gak usah ngomong banyak ya..
    daebak..
    lanjut!..>>

  16. u are really talented author ((: buat aq suzy pov nggk mslh sih wlpn gk spt suzy yg manis…lha namanya aja lg patah hati hahaha….aq termasuk late reader ya thor, maapp…lha br nemu eee hehehe….fighting! mau baca next partnya ya

    • thankyou for your sweet comment awww;$ aku selalu berusaha buat bikin pov cewek2 manis yg bright, tapi pandangan orang selalu cewek itu jutek dingin…. jadi rada sulit buatnya muehehe ah mau late mau early sih aku gak masalahin hehe yg penting orang2 suka karya aku:3 neee, makasih yaaa:3

  17. wah..myungsoo baru 2x ketemu su jie udh stuju aja double bareng minstal couple..tp minho ekspresiny kaya cemburu y..hmm..makin seru aja y..

  18. td salah baca masa wkwkwk malah baca teenager love (?) maaf klo salah judul *curhat*
    huaaa makin rumit, kasian sama suzy. haaiiissh… sebel sama krystal. dg karakternya yg antara polos dg sok polos. huft

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s