First Love Pain – Chapter 4



  • Tittle    : First love pain
  • Author    : EnnyHutami
  • Lenght    : Chaptered
  • Rating    : General
  • Genre    : Romance, Sad
  • Cast    :
  1. Bae Sujie
  2. Choi Minho
  3. Jung Soojung a.k.a Krystal Jung
  4. And others (Find them self)
  • Note    : Mulai dari chapter empat, sudut pandang gak hanya dari sudut pandang Sujie melainkan sudut pandang author juga. Enjoy reading^^v


Copyright © Ennyhutami Fanfiction 2012

~œœœ~

[Chapter 4]

-Seolah semuanya bertambah buruk-

Sudut pandang Bae Sujie

Kini aku bisa menyimpulkan kalau perasaan yang dipendam akan terasa lebih nyata ketika kita sudah menyatakannya pada orang itu sendiri. Entah itu akan terasa bahagia atau menyakitkan.

Mungkin orang lain bisa berkata dengan mudahnya bahwa akan lebih baik kita merasa sakit diawal daripada diakhir. Tapi sepertinya tidak bagiku. Jika aku bisa memutar waktu, aku ingin mengulangnya dari awal. Mengendalikan perasaanku yang berlebih.

Bukankah ini terlalu melankonis? Terlalu sedih karena dia menolak menyukaiku atau karena tahu dia memiliki kekasih? Yah, tidak melebih-lebihkan. Tapi ini memang pertama kalinya aku merasakan sesuatu sesakit ini yang tidak bisa kurasakan secara fisik. Jujur saja, aku lebih senang kalau aku jatuh seperti di hutan beberapa minggu yang lalu daripada seperti ini. Aku tidak tahu sampai kapan perasaan ini akan terasa sakit.

“Sujie-ya, kau masih tidur?” aku tetap memejamkan mataku saat mendengar suara eomma di luar kamarku sembari mengetuk pintu dengan pelan. “Dear, kau mengunci pintunya?”

Mendengar kembali suara eommaku, aku justru semakin merapatkan mataku sembari memeluk guling di sebelahku dengan erat. Aku tidak mau eomma mendengar suara serakku dan tidak mau ia melihat mata sembabku akibat menangis sepanjang malam.

Terlalu berlebihan ya sampai-sampai aku menangis sepanjang malam? Entahlah. Aku tidak bisa menghentikan air mataku yang terus menerus membanjiri pipiku. Apa aku semenyedihkan ini?

Begitu suara langkah kaki di luar kamarku terdengar menjauh, tanda bahwa eommaku menyerah, aku menelentangkan tubuhku dan menyingkap selimut sampai perut yang tadinya menutupi leherku.

Harusnya kini aku bangun dan berangkat ke sekolah karena ketika ekor mataku melirik jam kecil di nakas di samping tempat tidurku, jarum jam yang lebih pendek sudah mengarah di pertengahan angka enam dan tujuh. Itu berarti aku hanya memiliki waktu satu setegah jam untuk sampai ke sekolah. Tapi kenapa tubuhku terlalu enggan untuk menuruti perintah otakku yang memperintahkan untuk segera bangkit?

Mendengar suara klek pelan dari arah pintu, aku segera menoleh dan mendapati eommaku datang sembari membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air mineral. Tak mau kalau eommaku melihat wajah-kaca-habis-menangis, aku segera menutupi wajahku dengan selimut. Aku lupa kalau orangtuaku memegang kunci kamarku yang lainnya.

Dari balik selimut, aku memejamkan mata namun tetap menajamkan pendengaran. Namun eommaku sama sekali tidak berbicara, yang terdengar di telingaku hanya suara gesekan punggung nampan dengan meja ketika eomma menaruh nampan tersebut di atas meja.

Eomma tahu kau punya masalah, tapi jangan lupa dengan sarapan,” kudengar eommaku berkata dengan tiba-tiba. Ketika kurasa kasur sedikit terenyak akibat eommaku yang menduduki tepi kasur, kemudian aku menyingkap selimut yang menutupi sekujur tubuhku dan memperlihatkan wajahku yang kacau.

“Apa karena laki-laki?”

Aku menghela nafas panjang sebelum akhirnya aku bangkit untuk duduk dan menceritakan apa yang tengah kurasakan sekarang. Aku tahu eommaku tak akan keluar sebelum aku menceritakan masalahku, namun aku juga tahu bahwa diriku membutuhkan teman untuk bicara.

¯

Setelah menceritakan semuanya pada eommaku, akhirnya aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah walaupun tahu aku akan terlambat. Namun karena tadi ayahku masih berada di rumah, jadi ia mau mengantarku sehingga aku masuk ke kelas sebelum ada guru yang masuk padahal bel sekolah sudah berdering dari tiga menit yang lalu.

“Hei, tidak biasanya kau memakai kacamata.” Ucap Eunji begitu aku duduk di sebelahnya.

Mendengar ucapannya, aku justru membasahi bibirku yang terasa kering kemudian mengambil beberapa buku dari dalam tasku. “Aku tidur terlalu larut semalam,” jawabku bohong setelah menaruh buku di atas meja dan duduk menyandar pada punggung kursi. Kalau aku bicara yang sejujurnya, aku takut kalau ia langsung berbicara pada Minho tentang kejadian kemarin.

“Kau tidak pandai berbohong,” Aku menoleh cepat padanya dan mendapatinya tengah menatapku cukup tajam dengan ekpresi datarnya. Bagaimana dia tahu kalau aku berbohong?

Dan seperti bisa membaca pikiranku, ia melanjutkan, “Aku mengenalmu bukan hanya hari ini,” katanya sembari mengarahkan bola matanya ke kedua tanganku yang berada di atas rokku dan sedikit menggenggam rokku. Oh, aku mengerti kenapa ia tahu. “Kau selalu melakukan itu kalau sedang berbohong. Kau menangis semalaman?”

Dengan gerakan cepat, aku pun langsung menaruh kedua tanganku di atas meja lau menghela nafas berat. “Aku tidak ingin membicarakannya,” ucapku tanpa memangdangnya. Ya, aku sedang tidak ingin membahas tentang alasan kenapa aku menangis semalam suntuk. Hal itu justru membuat luka di dadaku menganga semakin lebar.

“Tentang Minho?”

Aku diam sembari menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong mendengar Eunji dengan mudahnya menyebut nama Minho. Bukankah sudah kubilang bahwa aku tak ingin membicarakannya?

Entah dari mana asal perlakuanku ini, aku pun berdiri sehingga membuat decitan keras akibat gesekan kaki bangku dengan lantai dan segera berlalu pergi meninggalkan kelasku yang belum dimasuki guru.

Keterlaluan? Berlebihan? Oh, sekarang aku benar-benar tidak peduli dengan itu. Yang aku inginkan hanyalah menutup luka di hatiku.

Sudut pandang penulis

Terlalu pendiam. Kalimat pendek itu terlintas di pikiran Lee Jinki ketika ia melihat seorang Choi Minho hari ini. Jinki memang tahu kalau Minho adalah tipe orang yang pendiam, tapi hari ini laki-laki itu terlihat lain di matanya.

    Jinki juga merasa bahwa sejak Bae Sujie memasuki kelas dengan menggunakan kacamata, Minho terus-menerus menatap Sujie walaupun gadis itu duduk membelakanginya.

    Gadis itu memang terlihat sangat cantik saat matanya dibingkai kacamata berframe hitam seperti saat ini, namun wajah polos tanpa aksesoris atau riasanpun juga terlihat cantik natural seperti biasanya. Banyak laki-laki di sekolah ini yang mengaguminya termasuk Taemin. Tapi sayangnya gadis itu hanya melihat ke arah Minho, bukan yang lain. Dan, entah itu Minho terlalu bodoh atau apa, bisa-bisanya ia membuat gadis itu menangis.

    Bagaimana Jinki tahu kalau Sujie menagis? Tentu saja ia melihatnya. Ia memang tidak melihat semuanya, tapi dengan sangat jelas ia melihat Minho meninggalkan Sujie yang sedang menangis. Inginnya ia menghampiri gadis itu dan meminjamkan bahunya. Tapi begitu melihat Minho tidak benar-benar pergi, ia mengurungkan niatnya.

    Jelas sekali di mata Jinki bahwa Minho menyukai Sujie. Jadi, apa sebenarnya yang membuat gadis itu menangis kemarin?

    Decitan khas antara gesekan kaki kursi dengan lantai terdengar cukup keras sehingga membuat suara bising bak lebah berhenti dan membuat murid-murid yang berada di kelas menoleh ke arah sumber suara. Ketika Jinki menoleh, ia mendapati Sujie berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari kelas dengan pandangan tak bersahabat.

    Kebingungan, Jinki pun menoleh kembali ke tempat duduk Sujie dan mendapati teman sebangku gadis itu, Jung Eunji, menatap ke arah pintu dengan sedikit terkejut.

    “Ada apa dengannya?” Taemin memutar tubuhnya hingga ia berhadapan dengan Jinki dan Minho yang duduk di belakangnya.

    Jinki hanya bisa mengangkat bahu tanda tak tahu sedangkan Minho masih terlihat serius dengan buku di depannya.

    “Minho, kau tahu apa yang terjadi padanya?” mendengar namanya disebut-sebut oleh Taemin, Minho hanya menggelengkan kepalanya namun tidak mengangkat kepala untuk melihat Taemin.

    “Tidak tahu.” Jawab Minho setelah menggelengkan kepalanya dengan nada suara yang datar.

    Jawaban Minho justru membuat Jinki memicingkan matanya. Ia yakin sekali kalau perubahan sikap Sujie dikarenakan kejadian kemarin. Tapi, sebenarnya apa yang terjadi sehingga Sujie menangis? Memikirkan hal ini justru membuat Jinki merasa tak tenang dan merasa ada sesuatu yang salah.

¯

Seorang gadis berambut panjang lurus melambaikan tangannya begitu melihat seorang laki-laki berperawakan tinggi dan kurus dengan rambut kecokelatan masuk ke dalam kafe bernuansa seba putih yang terlihat natural.

    “Lee Taemin,” panggilnya dengan senyum ramah yang masih mengembang di wajah gadis itu.

    Laki-laki itu, Lee Taemin, menoleh dan senyum manisnya terlukis di wajahnya. “Menunggu lama?” tanyanya setelah duduk di kursi di hadapan gadis tersebut.

    “Kau membuatku menunggu lama! Empat tahun, bukan?” gurau gadis itu sembari terkekeh menampakan deretan gigi putihnya.

    “Aku bahkan tidak yakin kau menungguku,” balas Taemin sembari mengambil gelas di depan gadis itu.

Gadis pemilik minuman itu menampik tangan Taemin yang sudah menggenggam gelasnya dan berkata, “milikku!” sembari memutar bola matanya. “Pesan sendiri sana.” Lanjutnya.

Taemin mendecakan lidahnya dan memutar bola matanya. “Kau kan sudah punya penghasilan sendiri dari banyak drama dan iklan yang dimainkan olehmu, kenapa tidak mentraktirku?”

“Kau ini,” decak gadis itu sembari memutar bola matanya, mencontoh sikap Taemin beberapa detik yang lalu. “Baiklah. Tunggu sebentar,” lanjutnya sembari bangkit berdiri untuk memesan minuman.

“Dia semakin cantik,” gumam Taemin ketika gadis itu sudah pergi.

Karena tak tahu harus melakukan apa, Taemin pun hanya mengetukan jari-jarinya pelan pada meja sembari mengedarkan pandangannya keluar ruangan. Ia heran kenapa gadis itu memilih tempat di dalam ruangan padahal di luar ruangan terlihat lebih nyaman karena bangunan kafe ini berada di lantai dua. Apa karena takut paparazi mendapatinya tengah bersama laki-laki makanya dia tidak memilih di luar?

Bunyi getaran ponsel yang di taruh di atas meja membuat Taemin segera menoleh dan mendapati ponsel milik gadis itu bergetar. Taemin mendengus dan mengulurkan tangannya untuk mengambil ponsel tersebut. “Pelupa,” gumamnya.

Begitu ia membuka flap ponsel gadis itu, Taemin hanya bisa mengerutkan kening karena wallpaper dari ponsel yang ia pegang adalah self camera dari gadis itu dan Choi Minho.

Dan anehnya, Minho yang ia kenal sangat pendiam, kaku, dan sulit tersenyum justru diperlihatkan oleh foto ini dengan senyum lebar dari seorang Choi Minho yang menampakkan deretan giginya. Astaga, kapan foto ini diambil? Batinnya.

Karena penasaran, Taemin pun membuka pesan masuk yang tadi membuat ponsel ini bergetar. Keningnya semakin berkerut melihat bahwa pengirim pesan singkat tersebut adalah Minho.

Gadis itu kembali dengan satu gelas cappuchino dengan senyum ramah yang mengembang di bibirnya. Namun senyumnya hilang begitu melihat ekpresi terkejut Taemin yang tengah memegang ponselnya. “Ada apa?” tanyanya heran sembari duduk di tempatnya semula.

“Soojung-ah, kau dan Minho… ada hubungan apa?” tanya Taemin hati-hati. Ia heran. Ia merasa bahwa Minho menyukai Sujie—jelas-jelas laki-laki itu pernah mengatakan bahwa Sujie istimewa—tapi, hubungan Minho dengan Soojung bukan hanya sebatas teman. Apa Soojung menyukai Minho?

Bukannya menjawab pertanyaan Taemin, Soojung justru menepuk kedua tangannya di depan dada dan menatap Taemin dengan kepala dimiringkan. “Aku lupa memberitahumu,” katanya. Kemudian ia kembali menegapkan tubuhnya dan meraih gelasnya di atas meja. “Yah, bukan salahku karena kau tak bisa dikabari selama di Amerika,” lanjutnya.

“Jadi?” ucap Taemin tak sabaran. Ia sangat penasaran dengan jawaban yang akan dilontarkan dari bibir Soojung—tentu saja ia penasaran bukan karena cemburu. Cemburu untuk apa? Ia toh tak menyukai Soojung lebih dari seorang teman.

“Aku dan Minho sepasang kekasih,”

Hanya satu kalimat yang terucap dari bibir Soojung dengan pelan namun mampu membuat kemarahan Taemin sampai di ubun-ubun. Dia baru saja menyerahkan gadis yang disukainya pada laki-laki yang sudah memiliki gadis lain? Lagi pula, kenapa tak ada yang memberitahunya?

“Beberapa bulan kau ‘menghilang’ tanpa kabar, aku—”

“Sudah berapa lama kau bersamanya?” potong Taemin dengan perkataannya. Wajahnya yang biasanya terlihat ceria dan ramah, kini menampakkan sisi dinginnya.

Soojung yang menyadari perubahan sikap Taemin hanya menatap laki-laki itu dengan sirat penuh kebingungan. Ia tidak pernah melihat Taemin bersikap seperti ini sebelumnya, sama sekali belum. Laki-laki tak pernah menatap seseorang dengan pandangan dingin dan tajam seperti ini pada teman-temannya. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?

“Sudah berapa lama kau bersamanya?” ulang Taemin dengan tidak sabaran karena Soojung tak kunjung membuka suaranya untuk menjawab pertanyaannya.

“Ada apa denganmu?” balas Soojung dengan nada suara yang menyaratkan ketidaksukaannya.

Mendengarnya, Taemin hanya bisa mendesah sembari mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “Tidak, lupakan saja,” ucapnya kemudian dengan suara pelan. “Bukankah kau sibuk?”

“Kau mengusirku?” Soojung menaikkan alisnya karena merasa semakin heran dengan perubahan sikap Taemin hanya karena mendengar bahwa dirinya dan Minho berpacaran. Laki-laki itu cemburu atau bagaimana?

“Astaga Soojung-ah, kau sensitif sekali. Ada apa denganmu?” Taemin tahu di saat seperti ini dia tak bisa berkata apapun karena kata yang akan diucapkan olehnya pasti akan terdengar salah di mata Soojung. Tapi, yah… ini memang kesalahan. Ia yang memulainya. Seharusnya ia tak melampiaskan kekesalannya pada gadis di depannya. Itu benar-benar salah. “Soojung-ah, sudahlah. Lupakan saja.” Lanjutnya begitu mendapati gadis di depannya memutar bola mata dengan sakartis.

“Tidak. Ini serius,” ucap Soojung bersikeras. “Apa masalahmu kalau aku berpacaran dengan Minho?”

Sudut pandang Bae Sujie

Dengan malas, aku membasuh wajah mengantukku dengan air di kamar mandi. Baru saja eomma menelfonku dan menyuruhku ke kafe di dekat sungai Han, kafe favoritnya. Katanya dia akan mengajakku belanja dan menungguku di sana. Aku bahkan tak tahu kalau dia tak ada di rumah. Lagipula, kenapa harus menunggu di sana? Dia kan bisa menyuruhku untuk datang langsung ke toko atau ia bisa menjemputku di rumah.

Kenapa repot sekali?

Beberapa menit berlalu, akhirnya aku sampai di depan anak tangga kafe yang bernuansa serba putih dengan menaiki bus. Huh, eomma kan bisa menjemputku dengan mobilnya, kenapa menyuruhku datang sendiri seperti ini?

Sebenarnya aku tahu kenapa tiba-tiba eomma mengajakku pergi keluar. Aku memang sudah menceritakan semuanya padanya tadi pagi, jadi aku yakin sekali ia tak ingin melihatku murung.

Belanja. Ah, dia tahu apa yang membuat perasaanku membaik—mungkin bukan hanya aku yang merasa bahwa belanja bisa memperbaiki (walau sedikit) perasaanku.

Aku terlonjak sedikit begitu merasakan ponselku bergetar ketika aku tengah melongokkan kepalaku ke dalam kafe untuk melihat apakah eommaku sudah datang atau belum. “Oh, eomma dimana?” tanyaku setelah membuka flap ponselku dan melihat nama eomma tertera di layar.

“Maaf dear, eomma terjebak macet sekarang,” oh, aku tahu apa yang akan dia katakan kemudian. Kukira dia sudah menunggu di sini, tapi kenapa harus aku yang menunggu? “Mungkin lima menit lagi—oh, tidak. Mungkin lima belas menit lagi eomma sampai di sana. Kau tunggu di dalam saja, ya?” ah, benar bukan tebakanku? Dia benar-benar… eommaku.

Ne, eomma,” walaupun aku kecewa harus menunggu, tapi tetap saja aku mengiyakan. Hei, aku kan tidak mau disangka anak kurang ajar. Walaupun ingin menggerutu, tapi tidak mungkin aku menggerutu di depannya. Seperti remaja kebanyakan, aku mendecakkan lidah dan menggerutu setelah menutup telfon. “Lagi-lagi menunggu.” Gerutuku sembari mendorong pintu kaca untuk masuk ke dalam kafe.

Sepertinya kata menunggu membuatku sedikit frustasi, terlebih lagi jika dikaitkan dengan Choi Minho. Aku sudah menunggunya sejak satu tahun yang lalu dan sekarang… aku justru tahu dia sudah memiliki kekasih. Aku tidak tahu itu hanya alasan atau memang kenyataan. Kalau memang benar dia memiliki kekasih, aku sedikit ragu. Dia bahkan tak pernah terlihat tengah bersama seorang gadis.

Dengan cepat aku menggelengkan kepalaku. Apa yang kupikirkan? Kenapa memikirkan itu lagi? ah, sepertinya aku tidak akan bisa menutup luka di hatiku sepenuhnya jika terus seperti ini. Bayangan wajahnya selalu muncul, dan itu membuat lukaku justru melebar. Terlebih lagi jika mengingat wajahnya ketika ia mengatakan bahwa ia sudah memiliki kekasih.

Ah, ada apa denganku? Kenapa pikiranku melenceng jauh untuk membuka lukaku?

Lagi. aku menggelengkan kepalaku sedikit kemudian menghampiri meja kecil yang berada di tengah ruangan dengan punggung kursi yang tinggi hingga orang-orang yang duduk di belakang atau samping tempat ini tidak bisa melihat satu sama lain. Pantas saja banyak idol yang datang kemari. Tempat ini benar-benar menjaga privasi—tapi tetap bisa mencuri dengar apa yang tengah dibicarakan.

“Lima belas menit? Memangnya dia dari mana?” gumanku setelah duduk di kursi dengan punggung yang tinggi hingga melebihi kepalaku ketika duduk.

“Kau mengusirku?”

Aku segera menoleh ke arah sumber suara, yaitu sebelah kananku. Aku mendecak begitu mendengar suara berat menyahutnya. Aku yakin sekali orang ini adalah sepasang kekasih yang tengah bertengkar. Tapi, kenapa bertengkar di tempat umum seperti ini?

“Tidak. Ini serius,” gadis itu lagi-lagi membalas dengan nada yang cukup tinggi. Kedengarannya gadis itu marah. Yah, aku tahu seharusnya aku tidak mendengarkan pertengkaran mereka berdua. Tapi sayangnya telingaku tak ingin menutup untuk tak mendengar. Toh, ini salah mereka karena bertengkar di tempat umum seperti ini. “Apa masalahmu kalau aku berpacaran dengan Minho?”

Minho? Pacar? Oh… tidak—tidak. Jangan berpikiran negatif. Orang yang memunyai nama Minho bukan hanya satu. Tapi, kenapa jantungku berdegup resah seperti ini?

“Kecilkan suaramu, Soojung-ah,”

“Jangan mengalihkan pembicaraan, Lee Taemin!”

Rasanya jantungku berhenti berdetak saat ini. Lee Taemin. Seberapa banyak orang yang memunyai nama Lee Taemin? Pasti tidak hanya satu orang. Pasti banyak.

Berkali-kali aku meyakinkan diriku sendiri bahwa ini hanya kebetulan, tapi seolah kenyataan menginginkanku untuk mengetahui fakta yang menyakitkan ini setelah mendengar suara khas milik Taemin kembali berbicara. Benar-benar Lee Taemin yang kukenal.

“Tidak. Aku tidak mengalihkan pembicaraan,” kenapa suara Lee Taemin yang aku kenal sangat khas? Rendah dan lembut. Aku tahu jarang ada laki-laki yang mempunyai suara sepertinya, dan aku juga tidak mau mengakui bahwa suara ini benar-benar milik Lee Taemin yang kukenal. “Kau publik figure, bagaimana kalau ada yang mendengarmu?”

Publik figure? Soojung? Aku tidak pernah mendengar namanya. Baru dan belum terkenal?

“Justru aku ingin sekali orang-orang tahu bahwa Choi Minho adalah milikku. Milik Krystal Jung,”

Lagi. Jantungku terasa berhenti berdetak. Dan lebih parahnya, semua tubuhku terasa mati rasa kecuali hatiku yang berdenyut kesakitan. Ya, sekarang rasanya aku benar-benaar hancur. Ini bahkan lebih parah saat Minho bilang bahwa ia memiliki kekasih.

Krystal Jung. Aku tahu gadis itu. Tahun ini ia sangat bersinar dan membuat gadis lainnya—bahkan aku sendiri—iri padanya, terlebih lagi setelah ini. Mengetahui bahwa Krystal Jung lah kekasih Minho membuatku tak bisa menahan air mata yang terus mendesak keluar dari pelupuk mataku.

Ya Tuhan… ini benar-benar membuatku ingin merasakan dinginnya sungai Han ketika musim dingin. Membekukan tubuhku hingga membekukan hatiku agar aku tak merasakan sakit seperti ini. Rencananya aku tak ingin terlarut dalam kesedihan karena kejadian kemarin, tapi… mengetahui siapa kekasih Minho justru membuatku melupakan rencana awalku untuk bersikap biasa saja.

Tak sanggup untuk terus mencuri dengar pembicaraan Taemin dengan Krystal, akupun mengusap pipi basahku dengan telapak tangan dan bangkit berdiri kemudian pergi meninggalkan kafe ini. Aku sama sekali tidak ingat tujuanku datang ke kafe tersebut sampai eomma menelfonku dan menanyakan keberadaanku.

Aku sama sekali tidak berniat untuk pulang ke rumah. Jadi sekarang aku hanya melangkah mengikuti arus yang membawaku sampai akhirnya aku duduk di ayunan di taman bermain yang penuh pasir pantai sedangkan sebelah kiri lenganku ada sungai kecil yang mengalir.

Di sini, aku bahkan tak ragu lagi untuk terisak karena tempat ini sepi. Hanya ada aku yang duduk di ayunan dan beberapa orang yang berjalan santai.

“Ada apa denganku?” isakku sembari memegang bagian dadaku yang terasa sakit. “Kenapa hanya bagian ini yang terasa sakit?”

“Aku tidak mengerti kenapa gadis senang sekali menangis,”

Mendengar suara asing yang tidak kukenal, aku mengangkat kepalaku sehingga sejajar untuk memandang lurus ke depan. Tapi sayangnya tepat di depanku ada tangan seseorang yang menyodorkan sapu tangan berwarna krem. Begitu aku mendongakkan kepala untuk melihat wajah seseorang yang menyodorkan sapu tangannya padaku, kulihat seorang laki-laki dengan ekpresi dingin dan serius tengah menatapku tajam. Aku tidak tahu siapa dia. Yang pasti, aku tidak pernah melihat wajahnya sebelumnya.

Cukup lama aku mendongakkan kepalaku untuk menatap wajah asingnya, kemudian ia mengendikkan dagunya pada sapu tangan yang disodorkannya sembari mengalihkan wajah acuh tak acuh, menyuruhku untuk mengambil sapu tangan tersebut.

Akhirnya aku mengambil sapu tangan itu dengan ragu-ragu kemudian mengeringkan wajahku yang basah akibat air mata. Aku tak tahu siapa orang ini dan tujuan orang ini datang menghampiriku. Walaupun laki-laki ini terlihat tidak memiliki niat jahat, tapi aku harus tetap hati-hati, bukan?

“Dengan hati yang sangat lemah seperti itu, mungkin cinta tidak akan pernah ditunjukkan untukmu.”

~TBC~

~Wait another story~

Maaf, maaf aku baru ngepublish ini lamaaaaa banget dan beberapa typo yang bertebaran dan juga jalan cerita yang makin menye-_- sekali lagi aku minta maaf *bow* aku gak ngemaksud buat nahan ff ini di laptop, tapi emang idenya lagi-lagi mampet di tengah jalan._.v begitu udah selesai, eeeh, malah pulsa modemnya abis.

Jadi… adakah yang kecewa dengan author lalai nan tak bertanggung jawab ini? *diceburin kejurang*dibakar idup-idup* dan… ada yang kecewa karena (lagi-lagi) author masukin krystal sebagai pengganggu jalannya cerita antara Suzy dan Minho? Alasan kenapa aku masukin krystal itu karena… dia biasku dan aku gatau banyak girlgrup._.v muehehehe

Ohya, buat cast barunya kan aku pernah bilang cuma ada satu, aku ralat deh. Jadi cast barunya itu ada dua, cewek sama cowok. Nah kan ceweknya udah ketauan (re: krystal) tinggal cowoknya yang tibatiba nyamperin Suzy tuh siapa… ayo ditebak ya ditebak~~~ cluenya, bukan SM member. Sekali-kali aku gak pake SM member hahahahaha

Buat yang penasaran, aku kasih clue picnya deh. Yang merasa fansnya pasti tau dong:3 Cekidot~


Dan ini bonus pic minstal~ (note: jangan pada iri xP)


RCL jangan lupa yaa^^v


58 thoughts on “First Love Pain – Chapter 4

  1. yeaaa… akhir’y d publish juga…
    makin menarik..
    tp kasian juga suzy’y d bikin nangis mulu..😦
    cast baru’y myungsoo bukan sih thor?? *asalnebak
    part selanjut’y jangan lama2 ea.. fighting

  2. ARGHHH Akhirnya keluar jga ff nya
    kasian zy TT, Gmn sih perasaan minho sbnrnya???
    cewe krital, cowoknya MYUNGSOO Kah??? wah taemin lagi2 ada saingan kekekek
    lanjut jgn lama2 chingu kekekek

    • arrrrrh *ngumpet dibawah kolong meja*._.v
      minoppa, perasaanmu gimana? *ngomong sama tembok?*
      udaaah, taemoppa daripada rebutin suzy yg banyak saingan mending rebutin authornya #plak *diamuk taemints*kabur* ne, diusahain secepatnya kokkk:D

  3. akhirnya di post juga stlh sekian lama *sujud syukur. wah suzy sabar ya and keep smiling baby. cast cowo barunya myungsoo bukan*justnebak. next chap jan lama ya

  4. sedih banget pas baca, kasian suzy😦
    minho sebenarnya suka ma suzy ga sih? *bingung*

    ditunggu next partnya, jgn lama2 ya😀
    uda ga sabaaar

  5. iya ching q kcwa bgt ni ngpost na lma bgt,, hee
    tp gk ppa yg pntg dh d post.. jln crta na smkin sedih aj ya, ksian bgt ni sma suzy na,, minho jht bgt,, kok bsa sih minho jdian sma soojung??
    cwo yg kdua itu myungsoo, gak sma minho sma myungsoo jg gak ppa deh,, q myungzy shipper bgt,,!! heee
    part slnjutnya dtggu, jgn lma” ya chinguu>>>

    • mianhae mianhae mianhae._._.vvvv gak bermaksud buat ngelamaain ituuu
      hem… cerita soojung sama minhonya bakal diceritain nanti kok^^
      yah ketebak-_- aku suzy dishipperin sama siapa aja boleh asal jangan yg tua tuaxD
      ne, diusahain secepatnya kok:D

      • tp crta na krystl sma minho jgn pnjg” ya ching, cz q gak suka sm krystl, q cm na ska sma suzy, iy emg suzy klok d psgn sm sp aj bsa, tp jgn sma taemin n yeosob,, gak suka,, heee
        ok dtggu deh lnjutn na… gomawo🙂

      • iya, crt ssjug n minho jgn pnjg” ya cz gak suka,, :-p q ni emg bnyk gk suka na drpd sukny heee
        ok deh dtggu klnjutnny chingu,
        gomawo🙂

  6. Wah, myungsoo lagi😀
    Akhirnya Myungsoo ikutan jadi cast disini hahaha.
    Lama banget kamu publish chapter 4nya -_- aku nungguin dan terasa lama banget haha
    Chapter yang ini udah bagus, tambah bikin penasaran tapi sayangnya pendek.
    Yaudahlah ditunggu chapter 5nya yaa

    • wah ketauan ya._. *ngurung diri*
      iya, idenya mampet banget gak maju-maju soalnya. maaf ne? *bow*
      pendek ya? yah… aku kalo buat ff chaptered palingan 10 halaman, jadi… ya gitu(?)
      ne, diusahain cepet kok:D

  7. eh ada krystal😀
    asiik😀 aku ninggalin jejak dulu yaa😉 ehehe😛
    ntar bacanya gpp kan?🙂
    tp , plis dong jangan jadiin klee antagonis yaa >_<
    masalahnya biasku itu si krystal a.k.a Klee😀
    tapi , aku liat desas desusnya , ceritanya seru😀 assiiikk😀

  8. Huah….
    Krystal lgi, krystal lgi.
    Kenapa harus dia yg jadi yeojachingunya minho.
    Huft…*emosi
    kira2 cwoknya itu siapa ya?*penasaran

  9. Akhrnya d publish jg thor,hahahahahay
    bnyak jg idol cwe yg iri sm suzy Unnie og..jd suzy Unnie jgn rendah diri gtU..hahahahay
    lanjut thor..
    Minho suka sm suzy gx sh..bikin penasaran..hehehehe

  10. Yaaaaah TBC -_- #PenontonKecewa
    Poor uri Suzy.. Tapi…itu cast cowonya roman romannya si myungsoo yah :3
    Asikdah cowo cowo keren nan imut bertebaran (?) di ff ini hehee
    Lanjut thor.. Penasaran sama perasaannya Minho, terlalu misterius dia😄 Publishnya cepet yah *plaaak nyuru nyuruh* hihiii author fighting ^^

    • *ketawa evil bareng minho* kekekeke
      hem… iyadeh author ngaku-_- author gabisa sok misterius nih–” bahaha dan cewek2 imutnya juga banyak kok chigu hehehe
      author aja penasaran sama dia (lah thor?sehat?) aku usahain secepatnya koook. ditunggu yaa^^

    • hehe iya, kan diteasernya emang aku udah bilang begitu._.v ah, si L ini mukanya khas banget ya, rada ribet kalo mau diumpetin gini-____-
      tapi, makasih udah baca+komen yaa^^

  11. itu myungsooooooo…….gk jauh2 kokthor sama yg biasanya dipair–in ama suzy hehehe, lanjut next part yah thor penasaraaann

  12. wah..makin nyesek..wkt suzy denger ttg hubungan minho-krystal dkafe..pdhl taemin udh ngerelain su jie dgn minho..eh malah dkecewain..hufh..
    Tp itu siapa cast baruny? Kwangmin kah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s