[Epilog] Different



  • Tittle    : Different
  • Author: Ennyhutami
  • Lenght    : Chapter
  • Rating    : General
  • Cast    :
  1. Lee Taemin
  2. Choi Minho
  3. Bae Su Jie

 

 

Sudah berlangsung tiga tahun sejak kepergian Choi Minho. Aku tahu Su Jie masih memikirkannya—aku mendengar pikirannya dengan jelas dikepalaku. Kini, kami sama-sama tinggal di Seoul dan masuk di Universitas ternama.

    Paman Sungmin juga setuju dengan keputusanku untuk pindah ke Seoul selain karena ia mendapatkan pekerjaan disana, ia juga ingin aku mengenal Ibu kota Korea Selatan. Dia sangat yakin—ditambah juga keyakinan Cho Kyuhyun—kalau para Satys itu tak akan mengejarku lagi dikarenakan para Stys tidak akan mengenal satu sama lain kecuali dalam misi pencarian. Mereka tak punya keluarga maupun teman. Sedih, ya? Aku tidak pernah membayangkan akan seperti itu. Walaupun aku tak pernah melihat orangtuaku sendiri, tapi aku punya Paman Sungmin dan Baek Su Jie. Aku cukup bahagia mengetahui hal itu.

    Dan tentang fisikku, aku merasa nyaman dengan warna rambut ini—walaupun Su Jie tidak terlalu menyukainya, tapi aku menyukainya!—dan yang paling mengganggu adalah warna bola mataku yang merah menyala. Ini benar-benar mengerikan! Aku bertanya-tanya dalam hati begitu melihat penampilanku sendiri di cermin. Ini aku? Terlihat sangat… berbeda. Yah… memang, sih, warnanya mengerikan sampai aku harus menggunakan lensa kontak untuk menutupi warnanya sampai warna merahnya memudai menjadi coklat lumpur. Kurasa, aku yang sekarang lebih keren dan lebih tampan karena transformasi ini. Su Jie sempat ngambek padaku karena aku menebar senyum pada gadis-gadis yang memanggilku di kampus. Dia cemburu. Aku tertawa puas melihat wajahnya jika seperti itu. Sangat manis.

    “Ayolah, sekali ini saja. Kumohon,” pintaku ketika Su Jie menolak menjadi model untuk fotoku. Oh ya, aku juga mendapatkan pekerjaan disini. Tentu saja sebagai photografer. “Sekali ini saja, ya, ya?”

     Su Jie melipat kedua tangannya di depan dada seraya menggeleng kuat-kuat. “Shireo! Selalu itu yang kau katakan, ‘sekali ini saja’ tapi kau terus memintaku untuk kau foto.

    “Hey,” ucapku melembut. “Aku tahu kau juga ingin menjadi model.”

    Dia diam. Kudengar pikirannya meragu. Dia bimbang. Dia juga ingin menjadi model tapi di sisi lain ia juga ingin menjadi seniman.

    Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri dia menghela nafas. Aku tersenyum dengan penuh kemenangan. “Baiklah,” katanya sambil menghela nafas. “Aku mau.”

    Aku berdiri dengan cepat dan membuatnya terlonjak kaget. Aku tak menghiraukannya dan justru menarik tangannya. “Kalau begitu ayo,” ajakku lalu melangkah menuju mobil yang kuparkirkan di depan gedung kampus.

    “Sekarang?” tanyanya tanpa melepaskan tanganku yang masih menariknya.

    Aku mengangguk begitu membuka pintu mobil untuknya. “Mm,” dia masuk dan aku sedikit membanting pintunya lalu berlari kecil ke untuk menghampiri pintu di balik kemudi.

    “Kita mau kemana?” tanyanya begitu aku memasang sabuk pengamanku.

    Aku menyalakan mesin mobil seraya tersenyum misterius. “Lihat saja nanti,”

    Aku mendengarnya mencibir tapi tak kuhiraukan, begitu juga pikirannya. Benar-benar gadis yang menggemaskan. Aku beruntung memilikinya.

    Kulihat dia memejamkan mata begitu mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Tangannya menggenggam kuat-kuat jok mobil.

    Tiga jam kemudian, kuberhentikan mobilku di tempat yang sudah tidak asing. “Hey, bangunlah.” Bisikku tepat ditelinganya. Sedari tadi dia tertidur. Dia terlalu takut untuk melihat ke jalan.

    Dia menggeliat dalam posisinya lalu menatap ke depan. “Oh, sudah sampai.” Gumamnya lalu melihat jam tangan yang bertengger manis di lengan kirinya dan menatapku heran.

    Aku tahu apa yang ada di pikiranku. “Kalau jalan mungkin lebih cepat.”

    Dia membelalakan mata lalu dengan cepat melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.

    Aku tersenyum lalu mengambil kamera di jok belakang setelah melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil. Kulihat dia sudah berdiri di tepi danau seraya merentangkang kedua tangannya. “Ahh, aku rindu udara disini.” Walaupun jaraknya sekarang lumayan jauh, tapi tetap saja aku bisa mendengarnya.

    Aku tahu kau juga merindukan Minho, batinku seraya tersenyum dan melangkah menghampirinya. “Kalau aku mencintaimu,” bisikku tepat di telinganya.

    Aku mundur selangkah begitu ia menoleh ke kanan dan kiri lalu menghela nafas. “Kau membuatku kaget,” katanya sambil mengelus dada.

    Aku tahu dia mengatakan itu untuk menutupi rasa gugupnya. Kudengar detak jantungnya sangatlah cepat dan kulihat pipinya merona merah. Benar-benar cantik.

    “Oh, disini sama seperti dulu, ya.” Katanya kikuk mencoba untuk mencairkan suasana. “Tidak berubah sama sekali.”

    Benar juga. Tempat ini sama sekali tidak berubah. Hanya saja ada beberapa pohon baru yang tumbuh di sekitar rumah yang dulunya tempat tinggal Su Jie.

    Sebelum aku mengangkat kameraku untuk memotret Su Jie yang tengah asik mengagumi sekeliling, kurasakan seseorang menatap Su Jie dari kejauhan. Aku tahu siapa dia. Aku menatap lurus kedepan dan melihat sosoknya berdiri di balik pohon yang jauh di dalam hutan.

    Aku tahu maksudnya kembali kemari. Ia merindukan Su Jie.

    Aku percaya padamu. Kudengar suaranya di kepalaku. Jaga dia baik-baik.

    Aku tersenyum menanggapinya. Lalu membalas dengan berbisik pelan. “Tenang saja, Minho-ssi, aku akan menjaganya lebih baik dari kau.”

END

 

Aaaa maaf benget kalo endingnya gak memuaskan. Maaaaaf banget *bow*. Hh. Akhirnya ini kelar juga. Gimana? Ff fantasy ini masih ancur banget kan?T_T maaf yaa, ini baru pertama soalnya.

Nah disini aku mau buat ff fantasy lagi muehehe masih belajar buat sih. Castnya masih tetep Suzy Miss A sama Taemin. Sisanya rahasia mehehehe. Teasernya udah aku buat kok. Judulnya Dark Blood. Nanti aku mau post chapter 1nya kalo ada yang tertarik baca+komen yaaa. Makasih~

40 thoughts on “[Epilog] Different

  1. waahhh…. epilognya singkat amatt…^^v
    kirain suzy bakal ketemu Minho, ternyata Minho cuman ngliatin doang ma nitipin Suzy ke Taemin…:)

    baguss kokkk ceritanyaa…
    maaf yaa baru sempet comment di part ini…
    baca karya Suzy selanjutnya😀

    • nanti kalo minhonya muncul taeminnya dibuang dong(?) apa taemin sama author aja? #kabur
      makasih yaa^^ suzy salah satu bias aku chigu, jadi tunggu aja ff yg castnya suzy yaa:D

  2. arght kenapa cepet banget tapi gpp deh aku suka banget endingnya. iya entar aku baca dark bloodnya. good job and keep writing

  3. hmm, bagus koq thor uda dapet fantasy nya. tapi epilognya sedikit thor. sebenarnya saya minzy shipper tp lht couple taemin-suzy cocok jg.

  4. Ceritanya bagus thor!! Daebak!!! Aku suka banget sama ff buatan kamu. Bahasanya, alur ceritanya bisa kena dihati wkwk bisa menginspirasi(?) Okesip. Bikin terus ya ff taemin-suzy couple sama genre fantasy sama school life.. sama romance /dor/ okeee?? Keep writing thor!!!!!!!

  5. Sukaaaak bgt thor…keren !!! Plz make more suzy ff pairing sama siapa aj suka,,,shinee suzy, exo suzy hehehe ((:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s