[Chapter 12] If I Stay – Ending


Tittle        : If I Stay

Author    : EnnyHutami

Cast        :

  • Jo Kwangmin
  • Jo Youngmin
  • Yang Ji Won
  • Lee Hyera

Other cast    :

  • Boyfriend’s member
  • Choi Minji
  • And other

Genre        : Romance

Length    : Chaptered

Rated        : PG-13

Note         : Ending here! Hai, ada yang mau pairnya Ji-Kwang? Mau gak mau aku buat lagi kok^^ tunggu yaa

[Read, Like, Comment]

© EnnyHutami Fanfiction Story 2012

 

[Chapter 12]

 

Lee Hyera

Aku memikirkan semua perkataan Hyerin Onni pada keesok harinya. Aku sangat bingung. Memang perkataan Hyerin Onni banyak membantu, namun dia bilang hanya aku yang tahu jawabannya. Aish! Bagaimana aku bisa tahu?

    Pikiranku pun melayang-layang kembali mengingat percakapan tadi malam bersama Hyerin Onni yang membuatku berpikir sangat keras untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaanku sendiri.

    “Onni, bagaimana kau tahu orang yang kausukai?” tanyaku. Saat ini aku benar-benar tak mengerti dengan apa yang kurasakan sendiri. “Maksudku, orang yang membuatmu jatuh cinta?”

    “Kau sedang jatuh cinta?” aku mengangguk lemah. Jujur saja aku merasakan kalau aku sedang jatuh cinta, tapi aku tak tahu dengan siapa. Pikiranku selalu dipenuhi si kembar itu tapi tak tahu menyukai siapa diantara mereka berdua. “Siapa yang kausukai?”

    Aku menggeleng. “Molla. Aku tak tahu. Aku tidak mengerti—aish! Ini membuatku gila!” tanpa sadar aku menggerutu dan mengacak rambutku sendiri. Apa aku sudah gila sekarang?

    “Ah,” kudengar dia mendesah. Aku menoleh dan mendapatinya merebahkan diri diatas ranjangku. “Pasti sulit. Menyukai salah satu dari orang yang mempunyai wajah yang sangat mirip. Walaupun begitu, sikap mereka pasti berbeda. Hanya kau yang bisa menemukan jawabannya sendiri, Hyera-ya.”

    Aku menghela nafas lagi dan ikut merebahkan tubuh diatas ranjang. “Bagaimana caranya?” aku mendesah putus asa.

    “Pikirkan baik-baik. Walaupun kisahmu masih jauh, tapi ini bisa menjadi salah satu kenanganmu. Kau tidak mau menyesal, bukan, kalau kau baru menyadari siapa yang kau sukai setelah bersama salah satu dari mereka?” aku mengangguk menjawabnya. Lagipula aku tidak mungkin bersama Kwangmin, dia sudah berbaikan dengan Ji Won.

    “Sekarang coba ingat bagaimana perasaanmu jika sedang bersama mereka.” Aku memejamkan mataku mengingat saat-saat aku bersama Kwangmin dan Youngmin. “Saat kau bersama orang yang kau sukai, jantungmu akan berdegup tak karuan namun terasa nyaman dan kau akan terus memikirkannya.”

    Aku memikirkannya dengan perlahan. Aku tidak ingat apa yang kurasakan saat bersama Kwangmin. Argh! Kenapa aku sangat pelupa?!

    “Dia… orang pertama yang kau pikirkan saat kau senang ataupun sedih.” Lanjutnya dan kurasakan ranjangku terenyak tapi aku tak menghiraukannya. Aku yakin Hyerin Onni baru saja bangkit untuk berdiri. “Nah, jawabannya hanya kau yang tahu. Fighting, Hyera-ya!”

    Aku kembali keduniaku. Dunia nyata dimana sekarang aku berjalan tanpa arah dilorong sekolah. Ah, otthoke? Aku masih belum menemukan jawabannya.

    Tiba-tiba kurasakan kepalaku terbentur sesuatu—tapi kurasakan itu bukan benda. Aish, kenapa orang ini jalan tak melihatku? Gerutuku dalam hati. Aku mendongak ingin tahu siapa yang menabrakku—atau aku yang menabraknya? Ah, aku tidak begitu memperdulikan itu sekarang.

    Aku mengangkat kepalaku dan betapa terkejutnya aku begitu melihat Jo Youngmin berdiri seraya melipat kedua tangannya didepan dadanya.

Aku berbalik dan berlari menjauhinya. Aku belum mau bertemu dengannya. Tunggu sampai perasaanku kembali normal. Sampai aku mendapatkan jawabanku.

~ooOoo~

 

Ternyata ini lebih sulit dari yang kuduga. Aku kira aku bisa dengan cepat mengetahui siapa yang kusukai. Ternyata ini lebih sulit daripada memecahkan soal matematika.

    Aku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi saat pelajaran Seo Songsanim berlangsung. Untung saja Seo Songsaniem hanya memberikan materi dan tidak memberikan tugas. Jadi aku aman.

    Ah, jadi aku harus apa hari ini? Ini sudah lewat satu hari sejak aku terus memikirkan ini.

    Aku tersadar begitu Ji Won menyikutku. Aku menoleh dan melempar tatapan bertanya. Ji Won hanya mengendikkan dagunya kearah Seo Songsaniem yang sedang memanggilku.

    “Ah, ne,” sahutku linglung seraya menghampirinya.

    “Lukisan yang kupinta sudah selesai?”

    Ah, aku menepuk keningku. Kenapa aku bisa lupa itu? padahal ulang tahun suami Seo Seongsaniem lusa. “Maaf, Songsaniem. Aku benar-benar minta maaf. Aku sedang memikirkan banyak hal yang menyita waktuku,”—kataku beralasan, yah, setidaknya itu ada benarnya—”maafkan aku, aku benar-benar tidak ingat.” Berkali-kali aku membungkukkan badan. Jangan kurangi nilaiku, tambahku dalam hati.

    Seo Songsaniem tersenyum. Aku menghela nafas lega. Untunglah dia tidak marah. “Ah, sudah kuduga akan seperti ini.” Eh? Kenapa dia berpikiran begitu? “Baiklah, lalu dimana fotonya?”

    Aku merogoh saku jas seragamku. Seingatku, aku belum menyentuh foto itu. “Ini,” ucapku sembari menyerahkan foto yang diberikannya padaku untuk kulukis. “Sekali lagi aku minta maaf, Songsaniem.” Ucapku lagi sambil membungkuk dalam-dalam.

    “Gwenchana.” Sahutnya lalu aku melihat kakinya melangkah pergi meninggalkan kelas.

    Begitu melihat kakinya menjauh, aku menegakkan tubuhku dan menghela nafas. Aku jadi merasa bersalah. Ini semua salah perasaanku yang tidak jelas! Rutukku dalam hati lalu kembali ketempat dudukku untuk memulai pelajaran bahasa Inggris.

    “Hyera-ya, saengil chukkae.” Aku menoleh dan mendapati Ji Won tersenyum padaku. Bahkan aku lupa kalau hari ini ulang tahunku. Aish! Pabo!

    Aku balas tersenyum padanya. “Ne, gomawo Ji Won-ah.” Ngomong-ngomong kenapa Hyerin Onni dan Minji belum mengucapkannya padaku? Berarti orang pertama yang mengucapkan Ji Won. Ah, aku yakin ini ulang tahunku yang terburuk. Padahal ini ulang tahunku ke tujuh belas. Sangat miris.

    “Ah, kau ulang tahun hari ini, Hyera-ya?” Aku membalikkan badan dan melihat Minji dan Hyomin—teman sebangkunya—menatapku. Aku melihat Minji memajukan tubuhnya lagi. “Saengil chukkae! Youngmin tahu ini?” tanyanya.

    Youngmin? bukankah Minji mengira aku menyukai Kwangmin? “Ani, aku rasa dia tidak tahu.” Jawabku malas namun kenapa ada aku merasa kecewa kalau dia tidak mengetahui ini?

    “Jinjja—”

    “Sst, Lee Songsaniem datang.” Peringatan Ji Won memotong ucapan Minji. Aku menghela nafas lagi. Aku tidak mengerti. Biasanya aku akan bersemangat saat pelajaran bahas Inggris karena aku sempat tinggal di Florida yang notabenenya menggunakan bahasa itu. Tapi kenapa hari ini aku tak tertarik dengan semua pelajaran?

~ooOoo~

 

Ne, Appa, gomawo.” Sahutku malas ketika Ayahku mengucapkan selamat ulang tahun lewat telfon. Saat ini dia sedang berada di Gwangju karena baru membuka cabang bisnisnya. Disatu sisi aku senang karena bisnisnya sukses, namun disisi lain aku sedih kaena dihari ulangtahun ke tujuh belasku ini—yang biasanya anak sudah dianggap dewas—dia tak disini.

    “Kenapa terdengar sedih? Ayolah, ini harimu. Jangan bersedih, mengerti?”

    Aku menghela nafas dan memajukan bibirku mendengarnya. Entah kenapa akhir-akhir ini aku sering menghela nafas. Aku melihat Ji Won disebelahku menatapku khawatir.

    “Ne, bahkan Hyerin Onni belum mengucapkan padaku.” Gumamku ditelfon pada Ayahku. Minjipun baru tahu tadi. Rasanya aku ingin menangis sekarang.

    “Jinjja? Aish anak itu benar-benar keterlaluan—oh, Hyera-ya, ada tamu penting datang.” Kata Ayahku dan telfon ditutup sebelum aku menyahutnya.

    Karena sekarang ini jam istirahat, aku melangkahkan kaki malas keluar kelas. Tak kupedulikan pertanyaan Ji Won yang bertanya apakah aku baik-baik saja atau tidak. Dengan perasaan ini dan hari ini, aku benar-benar merasa sangat buruk. Rasanya aku ingin menghilang.

    Didepan ruang tari, kulihat Youngmin, Kwangmin dan Minwoo sedang berlatih. Aku memiringkan kepala sembari menatap lekat-lekat Youngmin. Laki-laki itu… menggerakkan tubuhnya dengan sangat lincah dengan tatapan seriusnya. Entah kenapa begitu melihatnya aku seakan melupakan Hyerin Onni yang belum mengucapkan ulang tahun padaku atau di hariku saat ini Ayahku masih sibuk bekerja. Sekarang aku tahu jawabannya.

 

Jo Youngmin

Hari ini hari ulang tahunnya. Entah kenapa aku merasa gugup. Aku takut dia masih menghindariku seperti kemarin.

    “Hyung, kau berbaikkan dengan Ji Won?” pertanyaan Minwoo terdengar ketika aku sedang mengelap keringatku habis berlatih diruang tari sekolah.

    Aku menoleh menatap Kwangmin yang kini hanya tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan Minwoo.

    “Chukkae, Hyung!” kulihat Minwoo menepuk punggung Kwangmin.

    Aku menenggak air mineralku tanpa memperdulikan mereka berdua. Aku sudah tahu saat melihat Kwangmin dan Ji Won bergandengan tangan beberapa hari yang lalu. Itu, toh, karena aku juga, bukan? Kalau aku tidak berbicara dengan Ji Won dirumah sakit, mereka pasti masih diam-diaman.

    “Hyung, gomawo.” Aku menoleh dan mendapati Kwangmin berdiri disebelahku seraya tersenyum bak idiot.

    Aku menatapnya heran. “Untuk apa?” tanyaku.

    “Karena kau memberitahu Ji Won tentang perasaanku.” Jawabnya. “Ngomong-ngomong kau bertemu dengannya dimana? Bukankah kalau disekolah aku terus bersamamu?”

    Aku berdiri berniat meninggalkan ruangan ini. Perutku sangat lapar sekarang. “Dirumah sakit. Kau tanya sendiri sa—”

    “Kwangmin,” seseorng memotong perkataanku. Kulihat Ji Won berada diambang pintu dan kulihat matanya hanya menatap Kwangmin. Kemudian pikiranku melayang menampilkan wajah Hyera yang tersenyum padaku. Andai saja Hyera hanya menatapku seperti yang Ji Won lakukan pada Kwangmin.

    “Ada apa?” kulihat Kwangmin menghampiri Ji Won.

    Lalu Ji Won masuk kedalam ruang tari dan menutup pintunya agar tak ada orang lain yang melihat. “Kau lapar?”

    “Ya!” kudengar Minwoo berteriak dibelakang. “Kukira ada hal penting. Tenyata hanya itu,” lanjutnya kembali duduk menyilakan kakinya.

    Aku tak menghiraukan Minwoo dan menghampiri Ji Won yang sekarang mengeluarkan bekal makanan dari tas kecil yang ia bawa dan duduk disamping Kwangmin. “Dimana Hyera?” tanyaku.

    Ji Won mengangkat wajahnya karena aku berdiri. “Tak tahu.” Sahutnya. “Kupikir rencana ini keterlaluan untuknya.”

    Aku mengurungkan niatku untuk pergi meninggalkan mereka bertiga. Kwangmin sudah memberitahu Ji Won tentang rencana ini dan diapun sudah tahu aku menyukai Hyera—Minji pun juga ikut tahu dan mengubah rencananya sedikit.

Wae?” kudengar Kwangmin bertanya.

“Dia terlihat sangat sedih. Ayahnya pun yang tidak ikut mengerjainya tidak ada di Seoul. Aku merasa kasihan dengannya.” ujarnya seraya membuka tutup tempat bekal dan menyerahkan bekalnya pada Kwangmin.

Aku memutar bola mata melihat mereka berdua. Kudengar Minwoo terkekeh dibelakang sana. “Youngmin Hyung iri!” teriak Minwoo seraya tertawa lepas.

Aku melemparkan tatapan menyuruhnya diam dan dia pun langsung diam. Untuk apa aku iri? Lalu aku beranjak keluar dari ruangan ini.

~ooOoo~

 

Karena aku tak tahu apa yang bagus untuk hadiah ulang tahun ke tujuh belas seorang gadis, jadi aku membeli sebuket bunga mawar putih di dekat apartemen asramaku.

Hyung, kau sangat romantis.” Kulihat Kwangmin mengedipkan matanya padaku—mungkin dia bermaksud mengedipkan sebelah matanya namun tak bisa, jadi kedua matanya tertutup—saat kami semua sudah sampai dirumah Hyera.

Kami memang mengadakan pesta kejutan untuknya. Tentu saja yang menghadiri hanya member grupku, Minji, Ji Won, dan Kakak perempuan Hyera—dia tentu saja. Dan aku pun memakai topi kerucut yang dibeli Ji Won tadi.

Aku mengabaikan godaan Kwangmin. Kali ini aku benar-benar gugup. Bagaimana kalau Hyera masih mendiamiku dan mengatakan “maaf aku lebih menyukai adikmu” kalau seperti itu, tamatlah riwayatku. Aku tak mau itu terjadi.

“Oh, Hyera datang!” seru Minwoo yang sedari tadi mengintip dijendela. Suara mobilpun terdengar. Dengan cekatan Jeongmin Hyung menyerahkan kue kejutan padaku dan Kakak perempuan Hyera mematikan lampu. Kini ruangan ini sangat gelap. Aku berharap hari ini akan jadi hari terindah bagi Hyera.

Pintu terbuka. Aku mendengar langkah kaki dan gumaman Hyera dan Minji. “Kenapa gelap sekali?” aku yakin itu bukan suara Hyera melainkan suara Minji. Choi Minji, aktingmu benar-benar hebat. Aku mengakui itu.

Seketika itu lampu menyala, kulihat Hyera yang menyalakan lampunya dan menatap terkejut kearah kami.

Saengil chukkae, Hyera-ya!” semua orang berseru—kecuali aku—tepat disamping telingaku. Bahkan Minji sudah memakai topi kerucut sama seperti yang aku pakai. Aku sengaja tak mengucapkannya. Itu untuk nanti.

Kulihat mata Hyera mulai berkaca-kaca dan dia mendekap mulutnya sendiri. “Apa-apaan ini—”

“Tiup lilinmu dulu.” Selaku dan menghampirinya dengan kedua tanganku yang membawa kue.

Baru saja dia hendak meniup lilin, Kakak perempuan Hyera menyetopnya. “Tunggu sebentar.” Ucapnya seraya memebenarkan posisi kameranya. Kameranya diturunkan sebentar, “Make a wish?” tanyanya.

Hyera menepuk dahinya dan menautkan jari-jarinya didepan dadanya dengan mata terpejam. Lalu saat membuka matanya, dia segera meniup lilin diatas kue yang ditaruh ada tujuh belas lilin kecil yang menandakan umurnya.

Setelah itu, kami hanya bercakap-cakap, tertawa, dan membidik dengan kamera milik Kakak perempuan Hyera.

“Ah, Hyera, bagaimana kalau kau menyanyikan satu lagu?” usul Kakak perempuan Hyera dan disetujui oleh semua yang ada disini termasuk aku. Aku juga ingin mendengar suaranya.

Hyera berdiri dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Cantik. Selalu kata itu yang kupikirkan saat melihatnya tersenyum. “Gurae.” Katanya seraya berdiri didepan piano hitam yang ditaruh di dekat tangga. “Jeongmin Oppa, bisakah kau memainkannya untukku?” aku menoleh kepada Jeongmin Hyung.

Jeongmin Hyung berdiri dengan sigap. “Ne!” sahutnya semangat. Lalu dia duduk dibangku yang sudah disediakan dan Hyera membisikkan sesuatu. Aku yakin sekali dia membisikkan lagu apa yang akan dia nyanyikan. Dan suara dentingan piano pun mulai memenuhi ruangan.

Aku tahu lagu ini. Lagu ini pernah dinyanyika Hyorin Sunbae untuk menjadi lagu soundtrack drama. I Choose To Love You.

Nae tteugeoun ipsuri neoui (My hot lips want to)

Budeureoun ipsuri dakil wonhae (Touch your soft lips)

Nae sarangi neoi gaseume (So that my love will be delivered)

Jeonhaejidorok… (To your heart)

Aku terpengarah mendengar suaranya yang sangat lembut dan mampu menghipnotis siapa saja yang mendengarnya. Aku lebih terpengarah begitu melihat dia bernyanyi sembari melihatku—hanya melihatku seraya tersenyum sangat manis. Dia terus bernyanyi. Entah kenapa perasaanku menjadi sangat hangat saat ini. Melihat tatapan matanya yang hanya melihatku.

Neol saranghagesseo (I will love you)

Neol saranghagesseo eonjekkajina (I will love you until always)

Neol saranghagesseo (I will love you)

Jiguem i sungancheoreom (Like this moment right now,)

I saseng geu nuguboda (More than anyone in this world)

Neol saranghagesseo (I will love you)

Bukan hanya suaranya dan tatapan matanya yang membuat senyumku terus mengembang dibibirku melainkan lirik lagu yang ia nyanyikan saat ini. Apakah ini tandanya dia juga menyukaiku?

 

Lee Hyera

Kurasa pipiku memerah sekarang. Kulihat Youngmin terus saja menatapku sambil tersenyum. Memang lagu ini aku nyanyikan untuknya. Liriknya tepat untuk membalas pernyataannya waktu itu.

    Memang aku sempat pusing memikirkan perasaanku sendiri dan akhirnya aku tahu. Itu semua berkat Hyerin Onni. Ah, Onni, aku sangat sangat menyayangimu.

    Kulihat setelah aku bernyanyi, semua bertepuk tangan tak terkecuali Jeongmin Oppa yang memainkan piano tadi. “Suaramu bagus sekali!” puji Donghyung Oppa sembari bertepuk tangan. Hari ini tak akan kulupakan.

    “Sepertinya aku tahu lagu itu untuk siapa,” Setelah kembali duduk, Minji menyenggolku bermaksud untuk menggodaku.

    Bel rumah berdering ketika kami masih asik bergurau. Jeongmin Oppa, Donghyun Oppa dan Minji pandai sekali bergurau. Aku sampai memegangi perut mendengar lelucon mereka. Kali ini tidak meraskan apa-apa lagi saat melihat Kwangmin bersama Ji Won. Mereka berdua terlihat serasi satu sama lain dan terlihat sangat bahagia.

    “Annyeong,” aku menoleh dan melihat laki-laki yang kurasa teman Hyerin Onni berdiri dibelakang Hyerin Onni yang habis membuka pintu.

    Oh, Jung Yonghwa? Laki-laki yang sudah dua kali kulihat bersama Hyerin Onni. Ya, mereka pasti sudah menjadi sepasang kekasih, batinku. Lalu diapun bergabung dengan kami. Dia bermain gitar—ternyata dia membawa gitar—Jeongmin Oppa dan Donghyun Oppa bermain piano sedangkan HyunSeong Oppa yang menyanyi. Sisanya hanya menonton saja. Sedangkan aku memilih duduk disofa sembari memakan kue. Sayang kalau hanya dibiarkan.

    Tiba-tiba ponselku bergetar di skau jas yang masih kukenakan. Pesan dari Jo Youngmin. Aku mengedarkan pandangan namun tak menemukan sosoknya. Lalu aku membuka pesan singkatnya.

[Keluarlah. Aku di taman rumahmu.]

    Begitu melihat isinya, aku segera berdiri dan melangkah berjalan keluar tidak lupa membawa kuenya. Diluar, aku melihatnya duduk di ayunan taman rumahku.

    “Ada apa?” tanyaku sembari duduk disebelahnya.

    Dia terdiam sebentar. “Aku mau tahu balasanmu tentang pernyataanku kemarin.” Aku tak berani menatapnya. Jadi aku tetap memandang lurus kedepan.

    “Aku sudah membalasnya dari lirik lagu yang kuyanyikan tadi.” Jawabku. Kurasakan dia menatapku tapi aku tak mampu menatapnya balik. Aku taku dia melihat wajahku yang memerah bak kepiting rebus.

    “Gurae?” aku merasa dia berdiri dari tempatnya. Aku menatapnya heran saat dia menghampiriku dan berjongkok didepanku. Aku berhenti mengayunkan kakiku agar ayunan ini berhenti bergerak. Dia tersenyum dan sukses membuat salah tingkah. “Kalau begitu kau mau aku cium?”

    Aku melebarkan mataku begitu mendengarnya. “M-mwo?!” pekikku seraya memundurkan tubuhku. Ah, bodoh! Aku tidak ingat kalau liriknya ada yang seperti itu. “A-ni. Bu-bukan seperti itu maksudku.” Kataku terbata. Dia terus memajukan tubuhnya. Ya! Jo Youngmin! apa yang ingin kau lakukan?! Pekikku dalam hati seraya melihatnya ngeri.

    Aku melihat kue ditanganku dan ide itu muncul begitu saja. Dengan cepat aku menyolekkan jariku pada krim dan mengoleskan pada pipi Youngmin. Kulihat dia terkejut dan langsung berdiri.

    Aku ikut berdiri dan berniat untuk pergi. Takut dia akan seperti tadi. Bisa saja orang-orang melihat, bukan? Kenapa dia ceroboh sekali?

    “Ya! Lee Hyera! kau cari mati!” aku mendengarnya teriak.

Ugh, kejam sekali dia. Aku berbalik untuk menjulurkan lidah padanya, namun saat aku berbalik dia tepat berada dibelakangku dan langsung menahan lengankud dari belakang.

Aku mengatupkan bibirku rapat-rapat. Dan kurasakan dia mencium pipiku. Aku diam mematung. Walaupun bukan dibibir namun aku ingin sekali memberhentikan waktu. Aku merasa sangat sangat sangat sangat hangat.

Setelah dia menarik tubuhnya, aku masih diam membeku tak tahu harus membuat apa. “Saengil chukkae, Chagiya,” bisiknya ditelingaku dan kurasakan dia menarik tanganku dan membuatku menggenggam sesuatu.

Aku menundukkan kepalaku melihat apa yang dia berikan. Sebuket bunga mawar putih. Cantik. Bunga ini sangat cantik. Aku menoleh padanya dan langsung kurasakan dia menciumku. Kini bukan dipipi melainkan dibibir. Aku hanya bisa mematung dan membelalakan mataku. Dia… dia menciumku?

Aku mengerjapkan mata setelah ia menarik dirinya dan kulihat dia tersenyum. Ya Tuhan! Jantungku berdetak sangat cepat. Aku menahan nafas. Apa ini nyata?

Tiba-tiba kurasakan sesuatu mengolesi pipiku. Aku memengangnya dan, “Ya!” pekikku begitu menyadari dia mengoleskan krim ke pipiku. Dia tertawa lalu berlari kembali masuk kedalam rumah. “Ya! Jo Youngmin! Mati kau kali ini!” seruku sembari mengejarnya.

END

19 thoughts on “[Chapter 12] If I Stay – Ending

  1. hua!!! akhirnya mereka jadian juga ~~ ^^ keren keren~~ >.< tapi kok kyoungmin jd yadong ya mau nyium si hyera! -.-
    endnya kocak!
    “Ya! Jo Youngmin! Mati kau kali ini!”
    xixixixi😥 tapi part kwangminnya gak ada TT_TT

    hehehe~~ author sangat baik mau buat FF JIKWANG~~ ^^
    hwaiting author

  2. tamaaaaat! yeaay!
    Daebak FF nya eonii >.< huaaaaa aku suka sama gaya tulisan eonni selama baca FF ini! keren!😀

    bener kata eonni di part ini kwangmin sama jiwon dikit munculnya -_- haha

    ayooo, buat FF yang cast nya kwangmin eon hehe..
    keep writing!~

  3. Serius! Ff mu keren banget, chingu..
    Aku secara ga sengaja nih nemu ff ini wkt lagi nyari ff yg main cast nya Kwangmin..
    Selama ini aku seringnya baca ff yg gaje n lebay bgt, tapi punyamu ga sama sekali.. TOP banget!
    Ditunggu lagi yah ur next ff dgn main cast Kwangmin lagi.. Kalo bisa PG-nya dinaekin dikit.. LOL
    Tapi segitu jg gpp koq.. Ttp keren..
    Anyway, umurmu brp yah, chingu?

    • Uwaa makasih chigu:D aduh jadi mau terbang nih *nyari pegangan* ne, aku pasti buat yg castnya kwangmin kok^^
      Ah, aku gak berani naikin PG chigu, 15thn hehe
      Makasih udah mampir yaa^^

  4. Kekeke..
    Terbang blh ajah nih, inget bw parasut ajah, chin.. LOL
    Ditungguin yah ff mu yg berikutnya..
    Inget, main cast nya Kwangmin yah.. Hmmm.. Mir jg blh sih.. Kekeke.. My 2 top biases itu..

    Ah, baru 15 yah.. Kalo gt PG nya segitu ajah deh.. Kasian jg kamu nya kalo PG nya 17+ (apalagi 21+, OMG), kan blm tau bayangannya kaya’ gmn.. Wkwkwk..

    • Gausah pake parasut, nanti dibawah ditangkep sama kwangmin ajaXD hoho
      Cast kwangmin sih pasti chigu:D mir? Aku gaada bayangan buat bikin ff castnya dia hehe tapi nanti aku coba kok^^
      Iya hehe aku juga gamau ‘tua sebelum waktunya’ mekekeke~

  5. Oh ho! Kwangmin udah skinny gitu sanggup apa gitu nanggung bobot berat badanmu..😀
    Kwangmin kan prnh blg tuh, “I’m young, but my body is old…” Kekeke..
    Gpp, chin.. Kwangmin ajah yg jd main cast nya, aku udah girang bgt koq.. ♥♥♥

  6. Hihi . . ,akhrnya end jg!
    Ah mrk manis2 sekali *gemes*
    tp kwangmin sma jiwon’y msh krg bagian tuh,
    hahaha . . .
    1x mian kalo ga komen d tiap part,
    over all crtanya bgus,daebak lah pkoknya!
    Next time pasti mampir2 lg aku,
    boleh ya Enny . . . *maksa*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s