[Chapter 5] Different



  • Tittle    : Different
  • Author    : Ennyhutami
  • Lenght    : Chaptered
  • Cast    :
  1. Lee Taemin
  2. Choi Minho
  3. Bae Su Jie
  • Other cast :
  1. Cho Kyuhyun
  2. Lee Sungmin
  3. other

Genre    : Fantasi, Romance

 

Sudut pandang Bae Su Jie

Berjam-jam aku terus berada dirumah sendirian dengan semua pintu dan jendela terkunci. Aku benar-benar takut jika para Satys itu menyakiti Minho atau Taemin.

    “Ah, aku bosan.” Gerutuku seraya melempar remote televisi keatas meja kaca diruang tamu setelah melihat acara TV yang membosankan. Baru saja aku ingin keluar untuk menghirup udara segar, tapi aku teringat kata-kata Minho kalau aku tidak boleh keluar dari rumah. “Ah, otthoke? Bagaimana kalau Minho, Taemin dan kakaknya dikalahkan para Satys?” gumamku lagi.

    Aku benar-benar menghwatirkan mereka. Dan Taemin, bukankah para Satys itu mengincarnya? Apa dia baik-baik saja sekarang? Apa dia terluka? Aku tidak bisa membayangkan Taemin sedang berperang dengan para Satys—atau dia sedang menghindar? Entahlah. Yang jelas aku hanya menginginkan mereka selamat.

    Tiba-tiba bel rumahku berbunyi. Aku melihat melalui interkom terlebih dahulu sebelum membuka pintu. “Nuguseyo?” tanyaku begitu terlihat seorang laki-laki di interkom.

    “Lee Sungmin imnida.” Otakku berputar cepat mengingat. Sepertinya aku pernah mendengar namanya. “Aku paman Lee Taemin. Kau mengenalnya.” Tambahnya seperti dia bisa membaca pikiranku.

    Ah, aku ingat. Sebelumnya Taemin pernah bercerita kalau ia tinggal dengan laki-laki bernama Lee Sungmin. “Ne, aku mengenalnya. Tunggu sebentar.” Sahutku lalu setengah berlari menuju pintu.

    Diluar, aku melihat laki-laki berperawakan tinggi dan tegap berdiri didepan pagar rumahku. Kurasa umurnya dipertengahan dua puluh dan tiga puluh. Dia sangat… tampan. “Anyeong, Su Jie-ssi. Choi Siwon imnida.” Katanya begitu aku mengahmpirinya untuk membukakan pagar rumah.

    Aku terpengarah. Choi Siwon? Bukankah tadi dia bilang kalau dia Lee Sungmin?

    “Aniyo. Aku bukan Sungmin.” Katanya dengan senyum yang membuatku merinding melihatnya. Aku merasa ada sesuatu yang jahat darinya. Lagi-lagi aku bertemu makhluk asing dengan wujud manusia yang bisa membaca pikiran.

Siapa kau sebenarnya? Apa yang kau mau? Tanyaku dalam hati. Untuk apa aku mengeluarkan suaraku kalau toh dia bisa membaca pikiranku.

“Tak ada pertanyaan lain? siapa aku, apa mauku. Aku terlalu bosan dengan kata-kata itu.” Ujarnya. “Kukira kau berbeda dengan manusia lainnya.”

Aku mengerti. Apa kau sama seperti Minho atau Taemin?

Kulihat dia menyeringai. Aku benar-benar ingin lari pergi darinya. Dia sangat mengerikan. Choi Minho, cepatlah kemari. Bantu aku…

“Kau terlalu berharap, Bae Su Jie.” Desisnya.

Aku menelan air liurku seraya menatapnya ngeri. Dia, tak akan menyakitiku. Tak akan. Jangan takut, Su Jie-ya. Aku meyakinkan diri sendiri.

Kulihat laki-laki yang mengaku bernama Choi Siwon ini membalikkan badan dan kudengar dia mendesis. “Kau cari mati denganku, Lee Sungmin?”

Aku mengikuti pandangan laki-laki mengerikan ini. Kulihat jauh diujung jalan sana ada seorang laki-laki berambut hitam berdiri dengan senyumnya yang terkesan ramah.

Lalu dengan gerakan yang sangat cepat, aku sudah berada didekat laki-laki yang bernama Sungmin ini. Kulihat dia tetap tersenyum ramah padaku. “Annyeong, Su Jie-ssi. Taemin banyak bercerita tentangmu.” Oh, jadi ini paman Sungmin yang tinggal bersama Taemin.

Ahjussi, kau tahu dimana Taemin?” tanyaku langsung padanya dan menghiraukan laki-laki mengerikan bernama Choi Siwon.

Dia tertawa renyah seperti tak terjadi apa-apa pada Taemin. Aku sangat yakin dia tahu. “Taemin?” ulangnya. “Mollasoe. Aku tak melihatnya sejak kemarin.”

Inikah orang yang bernama Lee Sungmin? Kenapa tidak mirip dengan apa yang dikatakan Taemin tempo lalu? Bagaimana bisa Taemin menganggap laki-laki ini sangat baik? “Ahjussi, kau sama sekali tidak mirip dengan apa yang dikatakan Taemin.” Kataku seraya hendak membalikkan badan untuk kembali kedalam rumah.

Sebelum melangkahkan kakiku, kurasa pergelangan tanganku digenggam dengan kuat. “Ya! Lepaskan tanganku!” pekikku begitu melihat laki-laki menyeramkan ini menahanku.

“Kau mau kemana? Aku ada urusan denganmu.” Katanya yang lagi-lagi membuatku merasa tak aman. Kulihat Choi Siwon melihatku dengan menyeringai menampakkan giginya yang terlihat tajam. Aku menelan ludah berat. “Minho akan kesulitan jika aku membawamu.” Lanjutnya yang membuatku mundur beberapa langkah.

Andwae! Jangan lakukan itu. kumohon.” Pintaku. “Jangan mempersulit Minho. Kumohon.”

Entah apa lagi yang terjadi selanjutnya begitu Choi Siwon menarik tanganku lagi—yang menurutku untuk membawaku pergi—karena tubuh Lee Sungmin melayang hingga membentur pohon.

Aku menutup mulut dengan kedua telapak tanganku melihat Lee Sungmin membentuh pohon. Lalu kualihkan pandanganku pada Choi Siwon yang sedang menatapku sambil tersenyum menang. “Kau tidak mau itu terjadi padamu, bukan?”

Aku terdiam tak bisa menjawab apa-apa. Aku hanya ingin kau pergi! Pekikku dalam hati.

Kulihat dia menyeringai lagi dan mendekatiku. Minho, maafkan aku…

 

Sudut pandang Choi Minho

Aku sangat takut kalau para Satys brengsek itu mengetahui tentang Su Jie. Bagaimana kalau ada yang mengetahuinya kemudian menyakitinya?

    “Berhentilah memikirkan gadis itu kalau kau tak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya.” Ujar Kyuhyun Hyung ketika kami sedang berada ditengah-tengah padang rumput yang sepi ditengah hutan.

    Dia benar. Kalau Satys brengsek itu mendengar pikiranku, mereka pasti akan mencari Su Jie. Kendalikan pikiranmu, Choi Minho. “Kau yakin disini?” tanyaku mengalihkan topik sebelumnya.

    Lee Taemin. Dimana kau bersembunyi?

    “Lama tak bertemu, Cho Kyuhyun.” Aku menoleh dan melihat laki-laki berambut pirang dengan poni yang hampir menutupi matanya dengan pakaian berwarna abstrak campuran putih, hitam, dan merah. Sayap yang berwarna samapun mengembang dipunggung laki-laki itu.

    Aku tidak bisa mendengar pikiran orang ini. Inikah Satys yang sering diceritakan kakakku?

    Kendalikan pikiranmu. Aku mendengar pikiran Kyuhyun Hyung. Aku sangat yakin pikirannya diberikan untukku.

    Aku mengerti sekarang. Jadi aku tak bisa mendengar pikiran Satys tetapi mereka bisa mendengar pikiranku. Aku mengendus kesal. Rasanya sangat tidak nyaman mengingat aku juga tak bisa mendengar pikiran Taemin si Nephilim itu.

    “Dimana Nephilim itu?” tanyanya tanpa ekspresi diwajahnya. Walaupun jarak kami lebih dari seratus meter, tapi aku masih bisa mendengar suaranya dengan jelas.

    “Bagaimana kami tahu keberadaannya?” kudengar Kyuhyun Hyung balik bertanya dengan santai.

    Kulihat laki-laki itu mendekat. Wajahnya tersenyum namun terlihat licik. Apa yang dia rencanakan? Dia mendengus. “Gurae?” sahutnya meremehkan. “Lee Taemin, keluarlah sekarang atau akan terjadi sesuatu pada Pamanmu!”

    Lee Taemin? Dia disini? Kenapa aku tak merasakannya?

    Kulihat dikejauhan, Lee Taemin keluar dari persembunyiannya. “Jangan ganggu Paman Sungmin.” Bodoh. Kenapa dia keluar begitu saja? Harusnya dia kabur. Apa Pamannya sangat berarti? Toh dia hanya manusia.

    “Minho-ssi, kurasa pikiranmu tentang manusia masih sama setelah tingal bersama mereka puluhan tahun.” Kata laki-laki itu. “Tapi kudengar ada beberapa perubahan dengan pikiranmu tentang manusia.”

    Aku terdiam. Apa dia sudah tahu tentang Su Jie?

    Bodoh. Kau justru memberitahunya. Kudengar pikiran Kyuhyun Hyung yang tertuju padaku.

    Aku menoleh dan mengerti begitu mendapati Kyuhyun Hyung masih menatap dengan waspada laki-laki itu. Ah, dia menipuku. Aku mendengus. Licik.

    Su—tidak. Kendalikan pikiranmu, Choi Minho. Kenapa sulit sekali?

    “Kembalilah kedunia bawah.” Kata laki-laki itu sebelum ia berbalik menghampiri Taemin. Cih, aku tak sudi kembali kedunia bawah. “Kajja. Aku tak menyangka akan mudah membawamu.” Aku mendengarnya berbicara pada Taemin.

    “Taemin bisa mendengar pikiran Hyukjae namun tidak sebaliknya.” Hyukjae? Itu nama Satys tersebut? Dan benarkah apa yang dikatakan Kyuhyun Hyung dia tidak bisa mendengar pikiran Taemin?

    Itukah yang ditakutkan para Satys terhadap Nephilem? Maka dari itu mereka memburunya?

    Pemandangan aneh terlihat didepanku pada mereka berdua. Kulihat Taemin menyerang Satys itu dengan gerakan asal-yang-penting-menyakitinya. Bodoh. Dia pikir bisa mengalahkan Satys itu seorang diri?

    Kulihat Taemin terlempar cukup jauh dari tempatnya semula lalu kembali berdiri dan mencoba menyerang lagi.

    Kyuhyun Hyung mendekati mereka dan begitupun aku. “Bisakah kau melepaskannya? Kali ini saja.” Katanya pada Satys ini—aku terlalu muak untuk menyebut nama panggilannya.

    Kulihat dia mendecak. “Tak usah mencampuri urusan kami. Kau hanya anak ingusan.” Balas Satys ini.

    Kurasa Kyuhyun Hyung tidak menyukai seseorang memanggilnya ‘anak ingusan’ karena kini terjadi baku hantam antara dia dengan Satys ini.

    “Su Jie baik-baik saja?” tanya Taemin sembari mengelap darah disudut bibirnya dengan punggung tangannya. “Kalau aku tidak selamat, bisakah kau menjaganya demi aku?”

    Aku mendecak tak percaya apa yang tanyakan. Kau tak menyuruhkupun, aku akan menjaganya. “Tak perlu khawatir. Walaupun kau selamat, aku tetap akan menjaganya.” Kataku tanpa mengalihkan pandangan pada dua laki-laki yang tengah baku hantam dengan gerakan yang sangat cepat tapi tentu saja aku bisa mengikuti gerakan mereka.

    Kini Kyuhyun Hyung meninju tepat pada rahang Satys itu dan kulihat Satys itu terhuyung kebelakang seraya memegang rahangnya.

    “Kau…” kudengar Hyukjae menggeram. Tangannya mengepal dan menatap Kyuhyun Hyung dengan tatapan membunuh. Kalau dipikir-pikir, bukankah ini terlalu mudah? Tiga lawan satu. Sudah jelas kami akan menang.

    Suara gemersik dedaunan terdengar. aku membalikkan badan untuk melihat. Apa ada manusia berkeliaran disini?

    “Ah, kukira kau bisa menangani ini sendiri. Ternyata aku harus turun tangan.” Kulihat laki-laki keluar dari persembunyiannya. Dia terlihat seperti manusia pada umumnya karena bisa dibilang dia terlihat mengikuti gaya pakaian manusia dengan poni yang panjangnya tidak rata—menurun kebawah. “Aku kira kau sudah memusnahkan Nephilim itu.”

    Aku melirik kearah Taemin. Wajahnya tenang. Bagaimana dia bisa setenang itu padahal bisa saja hari ini dia akan dimusnahkan.

    “Oh, kau kedatangan tamu rupanya.” Katanya lagi begitu melihatku dan Kyuhyun Hyung. “Bukankah kalian dari kerajaan dunia bawah?”

    Dia banyak bicara. Ingin sekali aku membungkam mulutnya untuk selamanya.

    “Kenapa lama sekali, Key?” tanya Hyukjae setelah lepas dari cengkraman Kyuhyun Hyung. “Kau benar. Aku akan kewalahan kali ini.”

    “Kau mau bantu aku membantu membereskan yang mana?”

    Aku tahu percakapan ini akan mengarah kemana. Yang jelas Taemin sudah tidak bisa lari lagi. Bodoh. Kenapa dia menampakkan dirinya? Aku yakin sekali dia merencanakan sesuatu.

    “Terserah. Hanya, yang ini milikku.” Dia mengerling pada Kyuhyun Hyung. Aku mendecak. Terlalu percaya diri. Ini masih tiga awan dua. Mana mungkin mereka menang.

    “Hey, nak, kau meremehkan kami?” kudengar laki-laki yang bernama Key bertanya padaku dengan pandangan skeptis. “Kau tak takut? Rupanya tumbuh besar dikerajaan membuatmu arogan.”

    “Benarkah?” tanyaku balik. “Kurasa kau terlalu melebihkan.”

    Kudengar dia mendecak. “Cih, anak ini…” lalu dia menghantamku dengan tinjunya. Aku menghindar kekanan dan percuma saja. Dia tahu apa yang kupikirkan, jadi tinjunya mengenai pundakku.

    Taemin mencoba membantuku namun justru dia terlempar lagi sampai membentur pohon sampai tak sadarkan diri.

    Terlalu mudah dikalahkan, gumamku dalam hati. Aku mencoba meninjunya namun meleset. Lagi. aku mencoba meninjunya dan meleset lagi. Karena kesal, aku menyelengkatnya. Dia melompat dan saat itulah aku meninju dadanya. Dia terhuyung kebelakang.

    “Kau… berani sekali kau!” geramnya.

    Aku mengacuhkannya justru melayangkan tinjuku ke bagian tubuhnya lagi bekali-kali. Bodoh. Harusnya Taemin yang menyelesaikan ini, bukan aku. Tapi baru begitu saja dia sudah tak sadarkan diri.

    Saat aku membanting tubuhnya, dia jatuh tersungkur ditanah. Kulihat Kyuhyun Hyung masih bertarung dengan Hyukjae. Dan kualihkan pandangan mataku pada Taemin. Seorang laki-laki berbadan tegap dan tinggi berdiri didepan tubuh Taemin yang tak sadarkan diri seraya menatapku. Satu detik kemudian dia mendekat padaku dengan mencengram kerah baju seorang gadis.

    “Su Jie,” gumamku tak percaya. Kulihat Su Jie mengangkat kepalanya hingga menatapku dengan pandangan ketakutan. Siapa laki-laki itu? mau apa dia?

    “Dia terlalu banyak tahu. Jadi dia harus musnah seperti Nephilim ini, kau dan Kyuhyun.” Katanya.

    Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari tatapan takut Su Jie. Gadis ini… sudah kubilang untuk tidak keluar rumah atau membuka jendela. Kenapa dia keras kepala sekali?

    Lalu kurasakan seseorang mencengram kelua lenganku dibelakang.

    Minho-ssi, maafkan aku. Aku mendengar pikirannya. Rupanya dia sudah terbiasa dengan orang-orang yang bisa membaca pikirannya. Kulihat air matanya turun dari pelupuk matanya.

    Dia… menangis? Karena aku? Aku bisa mendengar jelas pikirannya. Dia menangis bukan karena takut pada Satys atau keadaannya yang terancam sekarang. Tapi dia menangis karena merasa bersalah dia sudah menyusahkanku.

    Aku terpaku. Dia benar-benar berbeda dengan manusia lainnya.

    “Argh!” aku membeku mendengar jerit kesakitannya ketika tangannya dipelintir.

    Aku memberontak untuk melepaskan diri namun cengrkramannya terlalu kuat. Argh! Aku benci situasi seperti ini. Dimana aku tak bisa melawan. “Lepaskan dia!” pekikku.

    “Kau bilang manusia tak ada yang berguna, bukan?”

    “Siwon-ssi, lepaskan gadis itu. Dia tak ada sangkut pautnya.” Kutolehkan pandanganku kearah Kyuhyun Hyung. Dia juga sama sepertiku. Kedua tangannya dicengram dibelakang punggungnya oleh Hyukjae—si Satys berambut pirang.

    “Gurae?” sahut laki-laki bernama Siwon itu seraya tersenyum meremehkan. “Baiklah kalau itu yang kalian mau.” Lalu kulihat dia mengangkat tangannya yang mencengkram kerah baju Su Jie dan melemparnya.

    “Andwae!” teriakku sekerah mungkin seraya mencoba melepaskan diri. Namun bukannya terlepas, justru Key mencengkram tanganku lebih kuat.

    Lalu kulihat Taemin sudah menahan Su Jie dengan kedua tangannya agar tak membentur pohon. Taemin terlihat berbeda dengan sayap yang sudah mengembang dipunggungnya. Warnanya sedikit kuning, putih dan merah. Sama sekali tidak ada warna hitam disayapnya. Perlahan-lahan warna rambut dan warna bola matanya berubah. Itukah wujud aslinya sebagai Nephilim?

TBC

32 thoughts on “[Chapter 5] Different

  1. Daebak , Author !!🙂
    Gomawo, gomawo, gomawoyo karena uda dilanjutin ya , thor. Di tunggu next part nya a …
    Buat author, FIGHTING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s