[Chapter 7] If I Stay


Tittle        : If I Stay [Sequel ‘I’ll Be There]

Author    : EnnyHutami

Cast        :

  • Jo Kwangmin
  • Jo Youngmin
  • Yang Ji Won
  • Lee Hyera

Other cast    :

  • Boyfriend’s member
  • Choi Minji
  • And other

Genre        : Romance

Length    : Chaptered

Rated        : PG-13

[Read, Like, Comment]

© EnnyHutami Fanfiction Story 2012

 

 

[Chapter 7]

 

Lee Hyera

Aku berdiri dan mengacakkan pinggang. “Kau!” pekikku. “Bisakah kau berpikir dulu sebelum bicara?” kenapa aku bisa menyukai laki-laki seperti dia?! Teriakku dalam hati. Namun aku sedikit khawatir kalau dia mengira yang macam-macam tentang aku dan Youngmin, padahal kami hanya teman saja.

    “Aku melihat dengan mataku sendiri kalau kalian berciuman.” Ucapnya tak mau kalah. “Hyung, ceroboh sekali kau berciuman ditempat umum.” Ia menatap Youngmin tajam.

    Youngmin berdiri dan mengacuhkan perkataan Kwangmin. “Aku tak mau meladeni anak kecil sepertimu, Kwangminie.” Ujar Youngmin tenang sembari berjalan pergi.

    Aku tertawa mendengar perkataan Youngmin pada adiknya sendiri dan mengikuti Youngmin untuk pergi. “Terima kasih, Youngmin-ah.” Ucapku begitu langkah kami sejajar lalu berlari kecil pergi untuk kembali kerumah.

~ooOoo~

 

Onni, tadi itu benar kekasihmu?” tanyaku begitu selesai membeli buku yang kubutuhkan untuk sekolah dan beberapa buku bacaan.

    Sebelum berangkat menuju toko buku, dirumah aku melihat Hyerin Onni diantar pulang oleh laki-laki dan kulihat laki-laki itu mencium pipinya. Yah, aku memang selalu tahu jika Hyerin Onni memiliki kekasih. Tapi kulihat hubungan mereka berbeda. Dan aku akui kalau pacarnya sangat tampan dengan tubuh yang tinggi dan tegap.

    “Bukan. Dia bukan kekasihku.” Bantahnya tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan. Tapi bisa kulihat wajahnya memerah dan dia tersenyum tertahan.

    Tiba-tiba aku mendapat ide untuk menggodanya. Kusambar ponselnya dan melihat galeri fotonya.

    “Ya! Kembalikan ponselku.” pekiknya seraya meraih ponselku dengan satu tangan sedangkan tangan satunya memegang kemudi.

    Aku mencari. Mungkin saja Hyorin Onni menyimpan foto laki-laki itu. “Ah, ketemu!” seruku. Dan coba apa yang kutemukan? Difoto ini kulihat laki-laki itu merangkul pundak Hyorin Onni. Namun anehnya disini mereka mengenakan seragam sekolah menengah. Bukankah itu sudah lewat empat tahun yang lalu? “Onni, ternyata kau sudah menjalin hubungan dengannya lama sekali, ya. Kenapa aku baru tahu?” tanyaku heran seraya melihat-lihat lagi.

    Kulihat dia bergantian menatapku dan jalanan didepannya. “Tidak! Dia bukan kekasihku.” Lalu dia mengambil paksa ponselnya dari genggamanku.

    Aku mengerucutkan bibir dan menggerutu tak jelas. Kenapa susah sekali untuk mengaku? Akupun mengangkat kepalaku melihat lurus kedepan dan kulihat mobil dari arah berlawanan melaju dengan cepat dan tak terkendali. “Onni!” pekikku dan Hyerin Onni pun membanting setirnya hingga mobil keluar dari jalanan.

 

Jo Youngmin

Sehabis kejadian yang membuat Kwangmin mengira aku dan Hyera berciuman di balik pohon—bodoh, tak ada tempat yang lebih bagus lagi daripada dibalik pohon? Ditempat yang romantis contohnya—Kwangmin terus saja menerorku dengan pertanyaannya. Dasar anak itu. Tak bisakah ia diam dan percaya apa kataku?

    Walaupun risih jika ia melihatku seperti seorang detektif yang sedang menyelidiki kasusnya karena ia mengira aku berpacaran diam-diam dengan Hyera, tapi sedikit aku berharap kalau itu kenyataan—aku dan Hyera berpacaran tapi tak diam-diam. Sayangnya, gadis itu justru menyukai adikku sendiri. Sedikit aku berharap kalau Kwangmin masih menyukai Ji Won. Tapi kulihat saat sedang proses pembuatan musik video kemarin, tampaknya hanya Ji Won yang masih menyukai Kwangmin sedangkan Kwangmin sendiri cuek seperti tidak ada yang terjadi diantara mereka berdua dulu. Dan kulihat sepertinya Kwangmin mulai menyukai Hyera walaupun dia belum tahu perasaannya sendiri. Tapi aku tak begitu yakin.

    “Minggu depan Hyera ulang tahun?” aku menoleh ketika kudengar suara Jeongmin Hyung bertanya.

    Kulihat HyunSeong Hyung mengangguk. “Mm, Minji memberitahuku. Dia bertanya apakah kita mau ikut memberinya kejutan atau tidak.” Sudah kuduga pasti dari Minji. Kurasa mereka saling jatuh cinta karena HyunSeong Hyung tidak biasanya selalu membicarakan seorang gadis. Dan siapa yang tidak langsung jatuh cinta melihat HyunSeong Hyung yang hampir sempurna ini? Yah, walaupun dia tidak sempurna—mana ada manusia yang sempurna? “Minji juga sudah merencanakan kejutannya dengan kakak Hyera.” lanjutnya.

    Aku berdiri dan ikut bergabung dengan mereka.

    “Lalu bagaimana rencananya?” baru saja aku ingin membuka mulut untuk bertanya tapi seseorang sudah menduluiku dengan pertanyaan yang sama seperti pertanyaan yang aku ingin tanyakan. Aku menoleh. Kulihat Kwangmin sudah bergabung.

    Hyun Seoung Hyung mengangkat bahu tanda tak tahu. “Minji belum mem—”

    “Annyeonghaseyeo.” Sapa seseorang seraya membuka pintu ruang latihan yang memotong perkataan HyunSeong Hyung. Minji—gadis berkacamata yang menjadi teman dekat Hyera—membungkuk pada kami lalu masuk menghampiri kami. “Hyera tak datang, bukan?” tanyanya yang kuyakin pada HyunSeong Hyung karena terlihat jelas gadis itu hanya menatap HyunSeong Hyung.

    Semua mengangguk. “Katakan rencananya.” Kata Jeongmin Hyung tak sabar. Lalu Minji pun menjelaskan rencana kejutan untuk Hyera secara mendetail. Kebanyakan rencananya tertuju pada Kwangmin. Apa Hyera sudah memberitahu Minji kalau dia menyukai Kwangmin?

    Sebelum Minji menyelesaikan ucapannya, kudengar suara ponsel berdering nyaring. “Ponselku.” Ucapku begitu menyadari nada deringnya lalu berdiri ketika melihat reaksi mereka yang terganggu karena suara ponselku. Kulihat layar ponselku dan bibirku tertarik keatas melihat nama yang tertera. “Yoboseo, Hyera-ya,” sapaku begitu menjawab telfon dari Hyera. Tumben sekali ia menelfonku.

    Kudengar suaranya bergetar ketika berbicara dan aku tak begitu jelas mendengarnya.

    “Hyera-ya, kau menangis?” tanyaku khawatir. Apa ada yang tahu kalau gadis di artikel itu dia dan menyakiti gadis itu? padahal itu sudah lumayan lama. “Kau dimana?” tanyaku lagi begitu ia tak menjawab pertanyaanku justru isakannya semakin keras.

    “A-aku dirumas sakit.” Akhirnya ia menjawab.

    Rumah sakit? Kenapa ia disana? Apa yang terjadi dengannya? pertanyaan-pertanyaan muncul begitu saja tapi tak mungkin aku bertanya padanya sekarang. Jadi akupun hanya bertanya dimana tepatnya ia berada sekarang dan iapun menjawab pertanyaanku dengan isakannya. Ada rasa hangat yang menjalari tubuhku mengingat ia menelfonku lebih dulu dan bukan Kwangmin yang ditelfon olehnya.

    Dengan buru-buru aku mengambil jaketku yang tersampir didekat pintu dan berlari keluar.

    “Kau mau kemana?” aku berhenti begitu mendengar suara Donghyun Hyung bertanya. “Kenapa buru-buru sekali?”

    Aku menatap mereka satu persatu. Semua terlihat heran. “Kerumah sakit. Baru saja Hyera menelfonku dan kudengar ia menangis.” Aku menatap Minji dengan tatapan bertanya apakah itu bagian dari rencana?

Kulihat Minji menggeleng tanda tak tahu. “Menangis?” tanyanya heran. “Kenapa dia menangis? Dia dirumah sakit mana?”

Aku mengankat bahu. “Tak tahu.” Sahutku lalu memberitahu dimana Hyera sekarang.

    Setelah memberitahu keberadaan Hyera sekarang, kami semua—grupku termasuk Minji—segera melaju menuju rumah sakit. Begitu tiba dirumah sakit, aku langsung menuju resepsionis menanyakan letak ruangan yang menampung orang yang habis kecelakaan dan dengan sigap, aku berlari menuju ruang yang ditunjukkan oleh resepsionis rumah sakit.

    Aku melihat gadis itu duduk diruang tunggu dengan penampilan yang sangat kacau dan disampingnya ada seorang perawat yang sedang berbicara dengannya namun diabaikan oleh Hyera. kulihat tangan Hyera menutupi mulutnya—bisa kulihat tangannya dipenuhi bercah darah. Aku berhenti. Tak sanggup untuk melanjutkan langkahku begitu melihatnya seperti itu. Bodoh! Harusnya aku menenangkan saat ini. Dia pasti sangat terguncang.

    Baru saja aku hendak mengangkat kakiku ingin menghampirinya, namun Kwangmin mendahuluiku dengan berlari melewatiku dan meneriaki namanya. Bisa kulihat Hyera menoleh pada Kwangmin dan mengumamkan nama adik kembarku itu. Begitu duduk disamping Hyera, langsung saja Kwangmin memeluknya dan Hyera pun membalas pelukan Kwangmin dengan melingkarkan tangannya dipinggang Kwangmin. Aku tahu Hyera menangis dipelukan Kwangmin.

    Ada perasaan aneh yang menyelimuti diriku. Rasanya perih melihat mereka berpelukan seperti itu didepan mataku sendiri. Dan bodohnya, kenapa tadi aku berhenti? Harusnya aku yang sedang disana, menenangkan Hyera.

 

Jo Kwangmin

Kulihat Youngmin Hyung berhenti berlari dan hanya menatap tegang kearah Hyera. Kuyakin dia kaget melihat penampilan kacau gadis itu saat ini.

    Akupun mendahuluinya dan menghampiri Hyera yang menundukkan kepala dan disampingnya ada perawat yang menatap Hyera khawatir. Kenapa perawat itu tak menyembuhkan luka Hyera? batinku. “Hyera.” Panggilku pelan ketika jarak kami sudah dekat.

    Dia menoleh dan menatapku datar walaupun bisa kulihat wajahnya sangat terkejut. Kenapa dengannya? kenapa tangannya dipenuhi darah? Akupun duduk disebelahnya dan memeluknya. Jangan salah paham. Aku memeluknya untuk menenangkannya karena setelah kupeluk, kurasakan pundaknya bergetar hebat dan dia mulai terisak serta berkicau tak jelas. Kurasakan ia melingkarkan tangannya di perutku dan bajuku yang basah karena airmatanya. Tapi aku tak peduli.

    “Ini salahku.” Katanya entah yang keberapa kalinya dalam beberapa menit.

    Aku mengusap pundaknya. Kulihat Minji berdiri didepanku dengan wajah yang khawatir sedangkan Donghyun Hyung, HyunSeong Hyung dan Jeongmin Hyung sedang berbicara dengan perawat yang tadi menemani Hyera dan kudengar perawat itu menjelaskan apa yang terjadi. Bagaimana dia bisa dibawa kemari dan kakaknya yang tak sadarkan diri didalam ruangan didepan kami serta kenapa Hyera belum diobati sama sekali. “Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.” Ujarku lembut. “Harusnya kau mau diobati.”

    Tapi gadis ini benar-benar keras kepala. Dia menggeleng keras-keras dalam pelukanku. Aku tetap mengusap punggungnya dan sesekali mengusap rambutnya. Dia pasti sangat terkejut dengan kecelakaan yang menimpanya. “Harusnya aku tidak menggodanya atau mengambil ponselnya seperti itu.” ia memulai bercerita dengan sesenggukan. “Aku…” dia berhenti berbicara dan kurasakan tubuhnya merosot dari pelukanku.

    “Hyera-ya?” tanyaku sambil berusaha mengangkat wajahnya. Kulihat matanya terpejam dan tubuhnya lemas sekali.

    Kulihat kini semua mengerubungiku. “Hyera, Lee Hyera!” kini Youngmin Hyung mengambil alih posisiku dan dia mengguncang-guncang tubuh Hyera pelan lalu menggendongnya didepan. “Dimana kamar untuknya?” tanya Youngmin Hyung setengah membentak pada perawat itu.

    Perawat itupun berjalan dan menyuruh Youngmin Hyung mengikutinya. Dan Youngmin Hyung mengikuti perawat itu sambil menggendong Hyera didepan dengan wajah yang sangat panik.

    Aku belum pernah melihat dia sepanik itu kecuali ketika ia mendengar keluarga kami mengalami musibah atau waktu adikku—adik kami—harus menjalani operasi karena radang usus.

    Tentang kejadian ditaman yang kukira mereka berciuman dibalik pohon, aku percaya kalau mereka memang tak ada hubungan spesial karena Youngmin Hyung mengatakan tidak dan Hyera terlihat sangat cuek pada kakakku.

    “Hyung, bisa aku bicara denganmu sebentar?” tanyaku begitu dokter mengatakan kalau Hyera hanya terkejut dengan kecelakaan yang dialaminya.

    Dia menoleh dan menatapku heran tapi tetap mengikutiku keluar dari ruangan rumah sakit itu. “Ada apa?” tanyanya setelah menutup pintu.

    “Hyung, aku tahu ini tidak terlalu penting. Tapi aku hanya penasaran saja.” Aku memulai dengan berbasa basi. Dia diam memberiku kesempatan untuk melanjutkan. “Kurasakan sikapmu berubah sejak ada Hyera, menjadi lebih peduli. Jangan salah paham, tapi aku hanya penasaran saja.” Yah, sebelumnya aku memang tak perlu bertanya seperti ini padanya tapi saat ini berbeda. Ini menyangkut gadis itu, Lee Hyera, yang bisa membuatku melupakan Yang Ji Won ketika ia berada didekatku.

    Kulihat raut wajahnya berubah heran. “Langsung saja ke intinya.” Ujarnya.

    “Hyung, apa kau menyukai Hyera?”

    “Kalau iya kenapa?” ia balik bertanya. “Apa kau juga menyukainya?”

    Bang! Pertanyaannya membuatku berpikir ulang. Aku juga tak tahu bagaimana perasaanku pada Hyera. yang jelas, wajahnya dan wajah Ji Won selalu menghantui pikiranku. “Kurasa…” aku membuka mulut menjawabnya. “Aku…”    

To Be Continue


 

17 thoughts on “[Chapter 7] If I Stay

  1. eonni aku datang lagi dengan sebuah comment(?)
    hyaaa, geregetan+penasaran bercampur jadi satu(?) aduh bener deh geregetan gmn gitu sma kwangmin oppa..
    udahan deh ngomongnya, takut bosen eonni baca comment dari aku terus hehe
    lanjut terus pokonya eon^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s