[Chapter 6] If I Stay



Tittle        : If I Stay

Author    : EnnyHutami

Cast        :

  • Jo Kwangmin
  • Jo Youngmin
  • Yang Ji Won
  • Lee Hyera

Other cast    :

  • Boyfriend’s member
  • Choi Minji
  • And other

Genre        : Romance

Length    : Chaptered

Rated        : General

© EnnyHutami Fanfiction Story 2012

 

 

[Chapter 6]

 

Lee Hyera

Hari ini sangat melelahkan. Aku selalu salah saat pelajaran menari. Aku memang tak punya bakat dalam menari. Dan Guru Song memberiku hukuman mengelap kaca-kaca dikelas tari karena melakukan banyak kesalahan.

    Dan supirku tak bisa menjemput karena ia sedang cuti selama seminggu. Benar-benar hari yang sial. Jadi aku berjalan kaki kerumah bersama Minji. Yang membuatku ingin membungkamnya lagi karena disepanjang jalan, ia selalu menanyakan tentang aku dan Kwangmin. Ia mengira aku menyukai laki-laki itu lebih dari seorang penolong. Kenapa dia bisa berpikir seperti itu?

    “Ayolah, aku hanya ingin tahu. Mungkin saja aku bisa membantumu.” Rengeknya begitu memasuki perumahan. Aku mendecak. Membantu untuk apa? “Mau kuceritakan tentangnya dulu dengan Yang Ji Won?”

    Langkahku terhenti. “Yang Ji Won? Ada apa dengan mereka?” tanyaku penasaran.

    Dia ikut berhenti menungguku untuk kembali berjalan. Akupun kembali melangkahkan kakiku. “Mereka itu dulunya sepasang kekasih.”

    Aku tersentak mendengarnya. Sepasang kekasih? Entah kenapa aku merasa… aneh. Jantungku berdetak tak nyaman. Apa aku cemburu?

    “Tak ada yang tahu pasti penyebab mereka putus. Tapi banyak yang menyangka Ji Won memutus Kwangmin karena ia menyukai Minwoo. Dan itu semakin terbukti karena beberapa hari setelah itu, Kwangmin terlihat tak terlalu akrab dengan Minwoo dan Minwoo terlihat selalu bersama Ji Won dan Sooyoung.” Ia melanjutkan.

    Aku tahu Sooyoung. Dia teman yang selalu bersama Ji Won. Tapi kulihat Minwoo tak begitu dekat dengan Ji Won. Dan tentang Kwangmin dan Minwoo, kulihat mereka biasa saja. Terlihat saling bercanda dan seperti tak terjadi apa-apa. “Lalu?” tanyaku.

    “Lalu apa?” tanyanya heran.

    Aku berdeham. “Maksudku, bagaimana hubungan mereka sekarang?” aku menjelaskan pertanyaanku. Aku harap, mereka tak ada hubungan apa-apa lagi. Tuhan, biarkan Kwangmin bersama diriku.

    “Kurasa Ji Won masih menyukainya.” Jawabnya.

    Kalau seperti itu, aku menyerah pada perasaanku. Tidak. Aku bukan orang yang begitu menyerah seperti apa yang kalian pikirkan. Aku menyerah pada perasaanku untuk menyukai Kwangmin seperti yang dimaksud Minji. Aku berhenti untuk berdebat dengan diriku sendiri dan mengakui kalau aku menyukai laki-laki itu.

 

Jo Kwangmin

“Maaf aku terlambat.” Kata seseorang begitu masuk kedalam ruang latihan kami.

    Kulihat Lee Hyera berdiri diambang pintu sambil terengah. Kenapa dia berlari? “Tadi aku dapat hukuman dari Guru Song dan supirku sedang izin untuk menemani istrinya yang sedang melahirkan.” Lanjutnya sambil membungkuk. “Youngmin-ah, maaf aku lupa membelikan titipanmu.”

    Titipan apa? Tidak biasanya Youngmin Hyung meminta orang lain membeli sesuatu. Kulihat Youngmin Hyung mendekati Hyera dan memberinya minum. Hei, itu minumku! “Tidak apa-apa. Kami baru saja selesai latihan. Kenapa kau berlari?” tanya Youngmin Hyung. Sikapnya berbeda sekali pada Hyera.

    HyunSeong Hyung ikut menghampiri Hyera. “Minji tidak ikut?” tanyanya. Kulihat Hyera menggeleng seraya mengelap keringatnya dengan telapak tangannya. HyunSeong Hyung mendesah kecewa. “Padahal aku ada buku yang menarik.”

    Aku mendecak. Benar-benar cocok! HyunSeong Hyung dan teman Hyera, Choi Minji. Mereka sama-sama kutu buku atau lebih tepatnya gila buku.

Lalu aku menghampiri Hyera dan merebut botol minum dari tangannya. “Aku haus dan ini milikku.” Kataku lalu menegak minuman botol ini.

    Dia mendecak. “Kau ini benar-benar tidak sopan, Jo Kwangmin. Berbeda sekali dengan kembaranmu.” Umpatnya kesal lalu bergumam tidak jelas.

    “Aku dan Youngmin Hyung memang berbeda.” Sahutku lalu mengelap keringatku dengan handuk sehabis latihan. Kenapa aku selalu dibandingkan dengan Youngmin Hyung. Dan kini aku merasa mendapat tatapan tajam oleh lainnya. “Apa?” tanyaku heran.

    Donghyun Hyung berdiri. “Kau tidak seperti Kwangmin yang kami kenal.” Katanya. Benarkah? “Apa karena tentang model musik video nanti?” tanyanya padaku. Aku juga tak tahu Hyung, jawabku dalam hati. Aku belum siap melihat tatapan mata Ji Won lagi.

    “Memang kenapa dengan model musik video?” aku menoleh dan mendapati Hyera sedang menatap Donghyun Hyung bingung dengan wajah polosnya.

    “Di musik video kami yang baru, dia akan menjadi model laki-lakinya sedangkan model perempuannya Yang Ji Won. Teman sekelasmu, Hyera-ya.” Minwoo menjawab.

    Aku melihat perubahan pada ekspresi wajah Hyera. Berubah sedih. Kenapa dia? Lalu dia tertawa hambar. “Begitu?” tanyanya. Lalu dia melihat arloji yang menempel manis pada pergelangan tangannya. “Aku harus pergi. Kakakku pasti mencariku. Annyeong.” Lalu ia berjalan keluar dari ruang latihan dan menutup pintunya.

    Merasa ada yang tidak beres dari perubahan sikapnya, aku melihatnya keluar. Kulihat ia berlari menuju lift. Kenapa dia senang sekali berlari didalam ruangan?

    Baru saja aku ingin kembali keruang latihan, tiba-tiba Youngmin Hyung keluar sambil berlari juga. Kenapa hari ini banyak sekali yang berlari didalam ruangan?

    Lalu kulihat Youngmin Hyung menuju lift. Kulihat ia kesal karena pintu lift tak mau membuka. Jelas saja tak terbuka, Hyera baru saja masuk kedalam lift. Kemudian, Youngmin Hyung kembali berlari menuju tangga darurat. Karena penasaran, aku mengikutinya. Tapi aku lebih memilih menunggu lift daripada melewati tangga darurat.

    Sampai dibawah, aku tak melihat mereka berdua, jadi aku memilih keluar gedung dan menuju taman. Kalau mereka sedang berdua, aku yakin sekali pasti ke taman gedung ini. Tempatnya sepi karena biasanya hanya orang-orang penting yang datang ke gedung ini, jadi mereka tak mungkin datang ke taman. Ditaman aku tak melihat keduanya. Sebenarnya kemana mereka? Kuedarkan pandanganku dan menemukan rambut Youngmin Hyung yang mencolok itu dibalik pohon.

    Aish, mereka ini. Ternyata ini yang mereka lakukan? Berpacaran diam-diam tanpa sepengetahuanku dan yang lainnya. Aku mendecak. Tak mau membagi kebahagiaan dengan kami rupanya.

    Aku mendekati mereka. “Hyung!” seruku dan mereka berdua sontak menjauhkan diri masing-masing.

    

Lee hyera

“Di musik video kami yang baru, dia akan menjadi model laki-lakinya sedangkan model perempuannya Yang Ji Won. Teman sekelasmu, Hyera-ya.” Minwoo menjawab pertanyaanku.

    Apa dia bilang? Bersama Ji Won? Kenapa harus Kwangmin yang menjadi model laki-lakinya? Padahal ada lima orang lainnya yang bisa menjadi model bersama Ji Won. Kenapa harus Kwangmin dan Ji Won?

    “Begitu?” tanyaku seraya memaksakan tawa. Kenapa aku seperti ini? Toh aku bukan siapa-siapa Kwangmin dan ini urusan kerja mereka. Aku tak ada sangkut paut apapun dalam hal ini. Aku mencari alasan untuk pergi dari sini. Padahal baru saja aku datang. “Aku harus pergi.” Aku melirik arloji di tangan kananku. Berpura-pura aku sedang diburu waktu. “Kakakku pasti mencariku. Annyeong.

    Aku ingin menangis. Tapi tidak boleh. Lee Hyera bukanlah gadis lemah yang menangis hanya karena ini. Bukan, itu bukan aku. Setelah menutup pintu ruang latihan mereka, aku berlari menghampiri lift. Untung saja lift itu langsung terbuka dan tak ada orang selain aku didalamnya.

    Aku menahan dadaku yang terasa sesak. Sesampainya dibawah, aku berjalan—lebih tepatnya menyeret kakiku—keluar gedung ini. Aku mau sampai di rumah. Kalau aku tak bisa menahan tangisku, aku akan menangis sejadi-jadinya dikamar tanpa orang lain tahu.

    “Hyera! Lee Hyera!” seseorang memanggilku dari belakang. Aku berbalik dan melihat Youngmin berlari kecil menghampiriku.

    Aku menghela nafas mengatur suaraku agar tak terdengar parau. Aku takut terisak ketika berbicara dengannya. “Ne?” tanyaku menunjukkan wajah heran.

    Dia tidak menjawab pertanyaanku. Dia justru menarik tanganku dan membawaku ke taman dibelakang gedung lalu dia melepas genggaman tangannya dan duduk dibalik pohon yang lumayan besar. Aku tetap berdiri didepannya sambil menatapnya heran. Kenapa dia mengajakku kemari? “Duduklah.” Dia menepuk rumput disampingnya agar aku duduk.

    “Tapi aku harus pulang,” tolakku sopan. “Kakakku pasti mencariku.”

    “Aku tahu kau bohong.” Dia menggenggam pergelangan tanganku lagi. “Aku mau bicara denganmu sebentar.” Dia menepuk rumput disebelahnya lagi menyuruhku duduk disana.

    Sial. Kenapa dia tahu kalau aku berbohong? “Bicara apa?” tanyaku dingin. Aku begini agar dia tak tahu perasaanku sebenarnya begitu tahu Ji Won dengan Kwangmin akan menjadi pasangan di musik video terbaru mereka.

    “Kau menyukai Kwangmin?” mendengarnya menanyakan ini rasanya seperti sedang terjun bebas dari lantai sepuluh tanpa parasut. Kenapa dia menanyakan itu? jantungku terasa berhenti ketahuan olehnya. “Aku tahu. Kalau mau menangis, menangislah.” Katanya.

    Aku tertawa mendengarnya. “Kenapa aku harus menangis?” tanyaku. Untuk apa aku menangis? Memang awalnya aku ingin menangis tapi tidak boleh. Mereka hanya akan menjadi pasangan di musik video bukan sesungguhnya.

    “Kau tidak mau menangis? Kau tak tahu tentang hubungan Ji Won dan Kwangmin dulu, sebelum kau datang?” tanyanya lagi.

    Aku mengangguk. “Aku tahu. Tapi itu bukan berarti mereka kembali lagi seperti dulu bukan?” sahutku.

    “Kau tidak merasa sakit? Maksudku, hatimu tidak merasa sakit jika melihat mereka berdua nanti walaupun sekedar di musik video?” dia bertanya lagi. Kenapa dia ingin sekali aku menangis?

    Aku diam tak mampu menjawab pertanyaannya. Memang terasa sakit mendengarnya. Tapi mau bagaimana lagi? itu bukan kemauanku. Aku mengangguk dan menunjukkan senyumku padanya. “Sedikit.” Akuku seraya menunduk.

    Aku tak tahu bagaimana reaksinya mendengar jawabanku. “Kau butuh pundak?” dia menawarkan.

    Aku menatapnya heran. Dia balik menatap mataku dalam-dalam sambil merosotkan pundaknya. Lalu aku mengangguk ragu. “Mm,” dan kuletakkan kepalaku dipundaknya. Terasa sangat nyaman. Aku sangat berharap kalau Kwangmin memperlakukanku seperti ini. Pemperlakukanku dengan lembut.

    “Hyung!” sontak aku mengangkat kepalaku dan melihat kebelakang. Kulihat Kwangmin berkacak pinggang. “Kalian seharusnya tahu tempat. Ini tempat umum. Jangan berciuman disini. Bagaimana jika ada yang lihat?”

    Apa dia bilang? Berciuman?!

To Be Continue

10 thoughts on “[Chapter 6] If I Stay

  1. eonni ^^ hehe
    geregetan baca ff nya >.<
    kwangmin tuh masih suka gak sih sama jiwon??

    pokonya kwangmin sama jiwon ya eon!#pemaksaan #plaak

    lanjut jangan lama2 yaahhh🙂 ini salah satu ff yang aku tunggu2 lanjutannya ^^

    • Aku gak suka ngebocori ceritaXD keke jadi tungguin aja di chapter selanjutnya, aku udah buat kok^^

      Siap. Tungguin aja ya chapeter 7nya~ makasih sampe nunggu ff aku saeng:D

  2. ey ey~~ kwangmin polos bgt~~~

    Kalian seharusnya tahu tempat. Ini tempat umum. Jangan berciuman disini. Bagaimana jika ada yang lihat?”

    mana tau yg dia liat ciuman~~ -.-|||||||

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s