[Chapter 5] If I Stay


 

Tittle        : If I Stay

Author    : EnnyHutami

Cast        :

  • Jo Kwangmin
  • Jo Youngmin
  • Yang Ji Won
  • Lee Hyera

Other cast    :

  • Boyfriend’s member
  • Choi Minji
  • Bora SISTAR
  • And other

Genre        : Romance

Length    : Chaptered

Rated        : General

© EnnyHutami Fanfiction Story 2012

 

 

[Chapter 5]

 

Lee Hyera

Sepulang sekolah, Minwoo menyuruhku untuk menonton mereka di acara musik. Tapi aku menolak karena ada urusan yang lebih penting daripada melihat mereka tampil.

    “Appa, kau benar-benar tidak bisa ikut?” tanyaku pada Ayah lewat pesawat telfon. Hari ini adalah tahun ketiga Ibuku meninggalkan kami untuk selamanya. Biasanya aku selalu kembali ke Korea untuk datang kemakam ibuku setiap tahun walaupun harus tidak masuk sekolah beberapa hari karena izin. Tapi kali ini, setelah aku dan kakakku pindah kemari, Ayah justru ada urusan di kantornya. “Apa kami harus menunggumu pulang dulu baru kemakam Amma?” tanyaku lagi.

    “Tidak usah. Aku pasti kesana setelah urusan kantor selesai. Kalau kalian menungguku, takutnya hari sudah gelap.” Tolaknya.

    Aku menghela nafas. “Baiklah. Sampai bertemu dirumah.” Lalu aku menutup telfon. “Appa tak bisa ikut.” Aku memberitahu Hyerin Onni yang sedang melajukan mobil ke makam Ibu kami dipinggir kota Seoul.

    “Sudah kuduga.” Aku mendengarnya mengumam. “Sekarang bisnisnya sedang diatas. Pantas saja dia sangat sibuk.” Lanjutnya. “Kalau begitu, ayo beli bungan yang cantik untuk Amma.”

Aku mengangguk menyetujuinya. “Mm,”

Lalu mobil berhenti didepan toko bunga. Kurasa ini toko bunga langganan Hyerin Onni karena pegawai toko ini menyebut namanya dan mereka terlihat cukup akrab.

“Lee Hyerin?”

Aku berbalik begitu juga Hyerin Onni karena seseorang memanggilnya. Kulihat seorang wanita bertubuh kecil dengan rambut hitam panjang bergelombang memanggilnya. “Ne?” tanya Hyerin Onni pada wanita berkacamata hitam itu. Lalu wanita itu membuka kacamatanya dan tersenyum manis. “Bora!” seru Hyerin Onni girang. Jadi temannya, ya?

Wanita yang bernama Bora itu tersenyum lebar lalu memeluk Hyerin Onni. “Hyerin, sudah lama tak bertemu.” Katanya lalu melepas pelukannya pada Hyerin Onni. “Ini adikmu?” dia bertanya padaku.

Aku tersenyum membalas senyumannya. “Ne. Hyera-ya, ini temanku, Bora.” Hyerin Onni memberitahuku.

Aku membungkuk sopan padanya. “Lee Hyera imnida. Senang bertemu denganmu.”

Kulihat dia membalas membungku. “Aku Bora.”

Akupun menyingkir begitu mereka mulai membicarakan tentang masa lalu mereka dan kehidupan mereka sekarang. Aku duduk dikursi yang disediakan lalu mengambil majalah diatas meja kaca. Sebenarnya aku tak terlalu suka membaca, tapi karena ponselku ada didalam mobil dan aku tak tahu harus melakukan apa disini, jadi kupaksakan untuk melihat-lihat isi majalah.

Majalah remaja dengan sampulnya melihatkan seorang model remaja. Disampulnya juga ada tulisan kecil yang menampangkan nama Yang Ji Won. Wah, dia hebat sekali sampai namanya ada disampul majalah.

Kubalikkan lembaran-lembaran halaman dan mataku terpaku begitu melihat foto yang menurutku tidak asing untukku. Bukankah ini aku?! Difoto ini memperlihatkan Kwangmin menggendongku! Jadi waktu itu Kwangmin menggendongku? Tak terasa wajahku terasa panas karena malu.

“Ada apa berteriak seperti itu?” tanya Hyerin Onni menghampiriku dan disusul temannya. Jadi aku berteriak? Aduh, memalukan.

Aku menggeleng. “Ani.” Bantahku lalu menyerahkan majalah itu. “Aku ada dimajalah.” Walaupun wajah gadis di foto itu tak terlihat karena tertutup rambut dan syal, tapi aku sangat yakin kalau itu aku.

“Ini kau dan Kwangmin?” tanya teman Hyerin Onni, Bora.

Aku mengangguk. “Kau mengenalnya?” tanyaku. Pertanyaan bodohkah yang aku tanyakan? Tentu saja dia mengenalnya. Kwangmin itu bukan masyarakat biasa sepertiku. Dan dia cukup populer apalagi dikalangan wanita bahkan yang lebih tua darinya.

Dia mengangguk. “Aku satu agensi dengannya. Jadi dia juniorku.” He? Jadi dia artis juga? Sepertinya hidupku di Seoul dikelilingi para artis, ya. “Kau mau orang-orang tahu ini kau?” lalu ia bertanya. Sontak aku menggeleng. Aku tahu resikonya wajahku terpampang dimajalah apalagi ini semacam gosip. Aku sangat tidak menginginkan itu. “Kalau begitu, rahasiakan. Jangan sampai ada yang tahu.”

Aku mengangguk dan menelan ludah berat. Bagaimana kalau penggemar Kwangmin tahu kalau gadis yang difoto itu aku? Matilah riwayatku. Aku tahu benar bagaimana sikap para penggemar yang gila-gilaan disini—Minji menceritakannya padaku.

Tuhan, tolong jagalah rahasia ini.

 

Jo Youngmin

Bora Noona tadi menelfon tentang berita yang menimpa Kwangmin, kembaranku, yang juga menyangkut Hyera. Bisa gawat kalau orang lain tahu bahwa gadis yang dibicarakan diartikel itu Hyera. Aku tak tahu apa yang akan dilakukan para penggemar Kwangmin pada gadis itu.

    “Kwangmin, kau tahu apa yang harus kau lakukan nanti?” tanya Manager pada Kwangmin saat perjalanan menuju gedung Starship untuk membicarakan tentang musik video terbaru kami.

    Kwangmin mengangguk mengerti. “Bilang kalau itu bukan dia atau diam saja.” Sahutnya.

    “Kenapa berita itu baru muncul sekarang? Bukankah kejadian itu terjadi tahun kemarin?” tanya Jeongmin Hyung heran. Aku juga heran. Kenapa baru sekarang? Apa media telah kehabisan berita? Aku harap masalah ini tidak akan lama diungkit.

    Kwangmin mengangkat bahu. “Molla. Aku sendiri tidak tahu.”

 

Begitu sampai di tempat tujuan, aku langsung menuju toilet untuk menelfon seseorang.

    “Yoboseo?” tanyanya dari sebrang telfon.

    Aku tersenyum mendengar suaranya. “Ini aku, Youngmin.” kataku.

    “Oh, Youngmin-ah, darimana kau dapat nomorku?” tanyanya heran. Aku tahu aku tidak pernah menanyakan nomor ponselnya, tapi aku meminta nomornya dari Donghyun Hyung.

    ” Dari Donghyun Hyung.” Jawabku.

    “Begitu?” aku mengangguk. Bodoh, kenapa aku mengangguk? Toh dia tak melihatku. “Ada apa menelfonku?” tanyanya. Suara terdengar parau seperti habis menangis. Kenapa dia menangis? Apa sudah ada yang tahu tentang artikel itu dan sudah mengancamnya?

    “Kau baik-baik saja? Apa kau menangis?” aku balik bertanya dengan panik. “Ada yang menjahatimu?”

    Kudengar ia terkekeh. “Aku baik-baik saja, Youngmin-ah, aku baru saja dari makam Ibuku.” Makam Ibunya? “Oh, ya, kau sudah dengar berita itu?” tanyanya kembali ceria. Kenapa dia terdengar senang? Seharusnya dia takut.

    “Ne,” jawabku.

    “Tolong sampaikan rasa terima kasihku pada Kwangmin, ya. Aku baru tahu dia sampai menggendongku seperti itu.” Kudengar ia tertawa.

    Jadi itukah yang membuatnya senang? Karena Kwangmin? Kenapa tiba-tiba aku merasa seperti ini? Apa aku cemburu? Dengan adikku sendiri? Aku tertawa getir dalam hati.

    “Halo, Youngmin? apa kau masih disana?” pertanyaannya menghamburkan lamunanku. Kenapa suaranya selalu membuatku gugup seperti ini? “Youngmin? Jo Youngmin?”

    “Hei, jangan panggil namaku keras-keras seperti itu. Bagaimana kalau ada yang dengar dan mengerubungimu karena kau sedang ditelfon oleh seorang Jo Youngmin?” aku mencoba untuk bergurau.

    Kudengar ia mendecakkan lidah. “Kau sangat percaya diri, Youngmin-ah. Aku didalam mobil dan disini hanya ada kakakku.” Katanya.

    Aku terkekeh mendengar nada suaranya yang menurutku sangat menggemaskan. Mungkin kalau ada dia disini aku langsung mencubit pipinya. “Baiklah kalau kau tak apa-apa. Kalau kau kenapa-kenapa, hubungi aku. Mengerti?” Kataku. Entahlah, aku hanya ingin mengatakan itu padanya. Aku ingin melindunginya.

    Dia tertawa mendengar perkataanku. “Ne, tenang saja. Kau adalah orang pertama yang akan kuhubungi kalau aku ada apa-apa.” Kalimatnya membuat jantungku berdebar tak normal. Apakah aku menyukainya? Atau kebih dari sekedar menyukai?

 

Yang Ji Won

Manager memberiku waktu untuk tidur, setelah itu kami kembali melajukan mobil menuju tempat pertemuan untuk pembuatan musik video.

    Aku tak begitu memperhatikan jalan karena sibuk dengan pikiranku sendiri. Tentang Kwangmin dan Hyera. Apa mereka sudah menjalin hubungan? Sejauh apa? Begitu cepatnya Kwangmin melupakanku?

    “Maaf kami telat.” Aku ikut membungkuk seperti Sora Onni karena terlambat beberapa menit ketika sudah memasuki sebuah ruangan.

    Aku mengangkat kepala dan betapa terkejutnya aku melihat Kwangmin sedang menatapku. Aku mengalihkan pandanganku menatap Sora Onni sekarang. Dia membalas tatapanku dengan tatapan meminta maaf. Aku menghela nafas lalu memaksa sebuah senyuman di bibirku.

    “Jadi kapan proses pembuatan musik video bisa dimulai?” tanya Sora Onni begitu basa-basi tentang perkenalan para member grup dan staf selesai.

    Laki-laki paruh baya menjawab pertanyaan Sora Onni. “Minggu depan. Ji Won-ssi, lawan mainmu Kwangmin.” Dengan Kwangmin? Kenapa harus dia, kenapa bukan yang lain atau Minwoo saja? Aku melihat Kwangmin sedang menatapku. “Kalian satu sekolah, bukan?” tanya laki-laki paruh baya itu padaku dan Kwangmin.

    Kulihat Kwangmin mengangguk. Aku juga ikut mengangguk. “Kalau begitu, jangan sampi di musik video nanti kalian terlihat canggung.” lanjut laki-laki itu.

    Aku melirik Kwangmin sekilas. Bagaimana caranya? Bahkan dia membenciku sekarang.

    “Akan kucoba.” Perkataan Kwangmin benar-benar membuatku terkejut. Aku takjub dengannya karena bisa membedakan urusan pribadinya dan urusan kerja. Tapi walau begitu, nada bicaranya masih dingin.

    Kualihkan pandanganku dan melihat Minwoo menatapku dengan senyumnya. Apa ini idenya? Akupun ikut membuka mulut. “Ne, akan kucoba.” Lalu meminta izin untuk ketoilet.

    Bisakah aku kembali lagi pada Kwangmin karena ini? Apa Tuhan menyayangiku, karena membuka kesempatan padaku? Apa aku punya kesempatan untuk memperbaiki hubunganku dengan Kwangmin? No Minwoo, kalau benar ini idemu, akan kutraktir kau nanti.

    Setelah membasuh wajah, aku keluar dari toilet. Mungkin minggu depan akan jadi hari baikku. Kuharap.

    “Gadis diartikel itu? aku sudah melihatnya. Ternyata dia adik temanku. Namanya Lee Hyera. Sangat cantik dan cocok dengan Kwangmin.” Baru saja aku hendak membuka pintu toilet, kudengar seseorang membicarakan Kwangmin dan Hyera.

    “Benarkah? Aku ingin sekali melihatnya. Gadis yang beruntung sekali. Apa dia tahu tentang sifat Kwangmin yang seperti anak kecil?” aku tahu, jawabku dalam hati.

    Lalu aku keluar, kulihat mereka berdua berhenti sejenak karena ada aku. Mereka adalah dua member sistar, aku tak begitu tahu siapa namanya. Yang jelas satu berambut hitam yang satunya lagi pirang. Aku membungkuk sopan pada mereka seraya tersenyum dan berlalu pergi. Aku tak mau mendengarnya lagi. Itu hanya membuatku sakit hati. Kwangmin, apa kau benar-benar sudah melupakanku?

 

To Be Continue

10 thoughts on “[Chapter 5] If I Stay

  1. eonni!!! *lagi2teriak pake toa*
    bener deh aku suka ceritanya….
    gemes tingkat 7 sama jiwon, knp gk bilang aja dia suka sama kwangmin. kan kalo gitu kasian dianya nyiksa diri sendiri😦

    lanjut deh eon ^^

  2. chingu.. aku suka banget.. makin panjangin ya cerita nya.. heheheh
    pasti banyak yang suka.. aku jamin..
    jangan panjang2 ya chapter nya,, poonya aku tunggu sampai akhir.. jangan lama-lama posyignya ok ;D
    PYONG..

    • Ne, makasih:D chapter selanjutnya aku panjangin deh chigu^^ tapi aku udah hampir selesai tinggal dipublish aja, jadi hampir semuanya sama panjangnya hehe mian._.v
      Ne:D tungguin aja yaaa Ppyong!

  3. Huaaa kaalo gua jd ji woon pasti nyesekk bgt. Hope ji woon sm kwangmin bs kembali bersatu lg.
    Hahahahaha dasar si youngmin, mau dong dicubit ahahah.
    Youngmin & Hyera.
    Kwangmin & Ji woon
    Lanjuuttttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s