[Chapter 4] If I Stay


 

Tittle        : If I Stay

Author    : EnnyHutami

Cast        :

  • Jo Kwangmin
  • Jo Youngmin
  • Yang Ji Won
  • Lee Hyera

Other cast    :

  • Boyfriend’s member
  • Choi Minji
  • And other

Genre        : Romance

Length    : Chaptered

Rated        : PG-13

Note        : Setelah baca, dimohon hargain Author ya buat komen atau like post ini. Mungkin kalau ada kesalahan dikritik aja biar chapter selanjutnya lebih bagus. Makasih.

© EnnyHutami Fanfiction Story 2012

[Chapter 4]

 

Lee Hyera

Aku benar-benar ingin meninjunya. Dia sangat tidak sopan! Katanya dia publik figur. Harusnya sikapnya tidak seperti ini. Dia sangat berbeda pada hari pertama aku melihatnya.

    “Kau ini tidak punya televisi atau tidak punya cukup uang untuk membeli majalah?” tanyanya sinis.

    Aku menatapnya tak percaya. Apa yang dia bilang barusan?

    “Tentu saja aku kenal. Dia kembaranku.” Lanjutnya.

“He? Kau dan Youngmin saudara kembar?” tanyaku tak percaya. Aku tak tahu mereka ini kembar. Kenapa aku terlalu lambat melihat itu, ya? Aish, mungkin otakku sudah tidak berfungsi secara maksimal lagi. “Pantas saja aku merasa kalian mirip.” Kataku bohong. Padahal aku tak merasa sedikitpun kalau mereka kembar. Tapi aku takut dia akan menganggapku gadis bodoh. Aku tak mau terlihat bodoh didepannya.

    “Hyera-ssi,” seseorang memanggilku. Kukira Ji Won, tapi tidak mungkin karena suara orang yang memanggilku tadi suara laki-laki. Aku menoleh dan melihat Jo Youngmin berjalan mendekati kami. “Kau sekolah disini?” tanyanya sambil tersenyum. Andai saja senyuman itu ditunjukkan oleh Kwangmin.

    “Mm,” aku mengangguk dan membalas senyumnya. “Oh, Youngmin-ssi, jaketmu ada disini. Sudah kubersihkan dan kusetrika. Terima kasih pinjamannya. Annyeong.” Kataku pada Youngmin. Lalu menatap tajam Kwangmin. “Kukira kau orang yang baik dan ramah.” Gerutuku sedikit mengeraskan suara agar Kwangmin mendengarnya lalu kembali keluar dari kelasnya.

    Baru saja aku ingin ke toilet, tiba-tiba bel terdengar. Aish! Kenapa cepat sekali. Akhirnya kulangkahkan kakiku kembali kekelas baruku. Kulihat Ji Won belum ada dikursinya. Sampai guru sudah memasuki kelaspun, dia belum ada muncul juga.

    Aku membalikkan badanku kebelakang. “Kau tahu dimana Ji Won?” tanyaku pada siswi berkacamata dengan rambut hitamnya yang dikuncir kuda dan poni yang menutupi dahinya.

    Dia menggeleng. “Aku tidak tahu.” Sahutnya.

    Aku menghela nafas. “Biasanya dia seperti ini?” tanyaku lagi penasaran.

    Dia menggeleng lagi.

    “Kau anak baru, diamlah!” kata laki-laki tengah baya yang sedang mengajar di kelas.

    Aku menunduk takut. “Ne, Songsaniem. Maafkan aku.” Ucapku lalu memfokuskan diriku pada pelajaran Matematika. Heran. Kenapa sekolah seni tetap ada pelajaran Matematika.

~oOo~

 

Tujuh bulan berlalu tanpa terasa. Aku sudah berbaur dengan murid-murid disini. Mereka sangat menerimaku. Aku sangat senang dengan kenyataan itu.

Sekarang aku sudah tahu apa itu Boyfriend dan nama keenam membernya. Aku benar-benar merasa bersalah karena tidak menghafal nama mereka sedangkan mereka tahu namaku. Terkadang mereka menyuruhku datang untuk melihat mereka latihan ataupun melihat mereka diacara musik. Aku bilang mau datang asal aku boleh mengajak temanku, Choi Minji.

Aku dan Minji—gadis berkacamata dengan rambut yang selalu dikuncir kuda dan duduk dibelakangku—mulai dekat karena rumah kami yang berdekatan. Kadang aku pulang bersamanya. Sedangkan Ji Won, dia selalu bersama temannya yang satu kelas dengan Minwoo. Dia juga terlalu pendiam. Selalu saja obrolan kami terasa canggung.

    Dan hampir semua murid disekolah mengenalku karena kedekatannku pada tiga member Boyfriend. Jo Youngmin, Jo Kwangmin, dan No Minwoo. Kulihat sikap Kwangmin perlahan berubah. Jauh lebih ramah dan mudah tertawa walaupun masih sedikit pendiam. Saat ulang tahun si kembar pada bulan april, member Boyfriend yang lain serta aku dan Minji memberi mereka kejutan. Aku membelikan I-pod dengan gambar pikachu pada Kwangmin karena aku tahu dia sangat suka mendengarkan musik dan suka sekali pada pikachu. Sedangkan Youngmin, karena aku tak begitu tahu apa yang dia suka, jadi aku membelikannya jaket.

    “Hyera-ya, kau menyukai Jo Kwangmin?” tanya Minji tiba-tiba ketika kami sedang menikmati makan siang di kafetaria sekolah. “Menyukainya lebih dari seorang penggemar kepada idolanya.”

    Aku tebatuk kecil mendengar pertanyaannya. “Pertanyaan macam apa itu?” aku balik bertanya sambil meminum minumanku. Aku melihat kearah Kwangmin yang sedang duduk bersama Youngmin dan Minwoo. Begitu tatapan mata kami bertemu, aku cepat-cepat mengalihkan pandanganku pada Minji. “Aku menyukainya karena dia menolongku waktu itu.” lanjutku. Aku memang sudah menceritakan tentang bagaimana pertama kali aku mengenal member Boyfriend. Tapi aku tidak menceritakan kejadian mengerikan yang dilakukan Kwangmin saat itu. Itu janjiku pada Youngmin.

    “Jangan membohongiku.” Sahutnya. “Aku memang baru mengenalmu beberapa bulan. Tapi jangan ragukan kemampuanku membaca tatapan mata orang.” Katanya sambil memasukkan makanan dari sumpit menuju mulutnya.

    Aku diam menunggunya melanjutkan omongannya.

    “Kulihat jika kau menatap Kwangmin itu berbeda. Seperti orang yang sedang jatuh cinta.” Lalu kulihat ia tersenyum jahil seraya melemparkan tatapan yang mengatakan ayo-mengaku-saja padaku.

    Aku mendecakkan lidah dan memutar bola mata. “Kau ini…” aku tak tahu harus bicara apalagi.

    Dia tertawa keras sekali melihatku kehilangan kata-kata. Ingin rasanya membungkam mulutnya itu agar diam. “Kau mengakuinya!” dia tertawa lagi. Astaga! Makan apa orang ini sampai tawanya sekeras ini.

Aku merasa semua orang disini menatap kami tak kecuali Kwangmin. Aku langsung meminta maaf pada mereka sambil menunduk kecil sedangkan Minji justru sedang mengatur nafasnya yang tersenggal seraya menahan perutnya karena tertawa.

“Aish, kubalas kau Choi Minji.” Gerutuku padanya yang masih menahan tawanya.

 

Jo Kwangmin

Aku sudah kembali menata hatiku. Tapi entah kenapa aku belum bisa melupakan Ji Won. Dia terlihat pucat belakangan ini. Apa dia makan dengan baik? Aku ingat dia orang yang malas makan.

“Untuk musik video baru kita, aku dengar Yang Ji Won yang akan menjadi model perempuannya.” Aku terenyak mendengarnya. Aku mengangkat wajahku dan melihat Minwoo tengah menatapku. “Dan untuk model laki-lakinya hanya kau, Kwangmin-ah.” Lanjutnya.

Tenggorokanku tercekat. Bagaimana bisa aku sedang mencoba untuk melupakan Ji Won justru dia akan dipasangkan denganku dalam musik video terbaru kami? Aku hanya diam tak sanggup untuk mengeluarkan kata-katanya dan mengedarkan pandanganku kearah lain. Lalu aku menangkap Lee Hyera sedang melihatku. Begitu menyadari aku menatapnya, dia mengalihkan pandangannya. Ada apa dengan anak itu?

Lalu suara tawa yang cukup keras terdengar. Aku melihat teman yang sering bersama Hyera tertawa keras sekali. Kelihatan sekali bahwa Hyera sangat geram melihat temannya tertawa terbahak seperti itu. Lalu Hyera mengucapkan maaf pada masing-masing orang yang menatapa mereka karena terganggu tak terkecuali aku. Gadis yang menarik.

 

Yang Ji Won

“Wonie-ya, ada tawaran untukmu menjadi model musik video. Kau mau?” tanya Manager begitu aku masuk kedalam mobil.

    “Terima saja.” Jawabku. Aku sudah terjun kedunia ini beberapa tahun silam, tapi tidak terlalu menerima banyak karena sekolah. Aku tak mau menganggu sekolahku dengan jadwal yang gila-gilaan. Tapi belakangan ini aku terlalu sibuk dengan iklan pemotretan, dan acara televisi. Aku sengaja melakukan itu untuk menyibukkan pikiranku agar tak lagi memikirkan Kwangmin.

    Hatiku benar-benar sakit mengetahui kedekatan antara Hyera dan Kwangmin. Hyera memang tak tahu masalahku dengan Kwangmin, tapi aku ingin agar Hyera tak menunjukkan kedekatannya dengan Kwangmin padaku. Yah, dia memang tak sengaja. Aku tahu itu, tapi tetap saja hatiku masih perih melihat mereka.

    “Sekarang kita kemana?” tanyaku.

    Managerku, Park Sora, menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan di depan. “Kau istirahat saja. Belakangan ini kau terlalu sibuk. Aku takut kau sakit”

    Aku menghela nafas seraya merosotkan tubuhku di jok mobil. Kulihat dikursi belakang ada sebuah majalah yang dibiarkan begitu saja. Tumben, biasanya Sora Onni akan menyimpan dengan rapih majalah atau buku miliknya. Karena bosan, aku memilih mengambil majalah itu dan membacanya.

    Majalah remaja. Aku melirik Sora Onni seraya terkekeh. Dia ini, masih saja membaca majalah remaja padahal umurnya sudah akhir dua puluh. Mataku terpaku pada satu artikel ditengah halaman.

    Boyfriend’s Kwangmin menggendong seorang gadis ditengah salju yang mulai turun?

    Dibawah judul artikel itu, dimuat sebuah foto Kwangmin dengan pakaian sewaktu aku memutusnya tempo lalu sedang menggendong seorang gadis yang wajahnya tertutupi rambut dan Syal merah.

    Kalau benar ini terjadi pada musim dingin waktu itu, kenapa baru diberitakan sekarang?

    Aku menyipitkan mataku melihat foto gadis ini. Tubuh kecil, rambut panjang lurus dan sedikit berwarna merah. Bukankah itu Hyera?

    Dadaku terasa sakit. Kalau memang benar foto ini diambil hari itu, apa berarti itu sebabnya Kwangmin tampak tenang saat aku memutusnya? Itu kah sebabnya? Ada gadis lain?

 

To Be Continue

5 thoughts on “[Chapter 4] If I Stay

  1. chingu.. kok dikit? gak papa deh. lain kali banyakin lagi ya.. aku tambah suka + penasaran.. cepertin lanjutinnya ya chingu🙂

  2. tuh kn hyera suka sama kwangmin..knp g dgn youngmin aja..hehe..
    Kwangmin n jiwon msh saling suka tp g mw ngaku..

  3. Mianhe kak aku gk RCL di tiap part soalnya aku baca sekaligus takutnya ntar malah nye-spam..oiya FF kakak bagus nih makin ke part makin bikin suspense meningkat ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s