[Chapter 3] If I Stay



 

Tittle        : If I Stay [Sequel ‘I’ll Be There]

Author    : EnnyHutami

Cast        :

  • Jo Kwangmin
  • Jo Youngmin
  • Yang Ji Won
  • Lee Hyera

Other cast    :

  • Boyfriend’s member
  • Choi Minji
  • And other

Genre        : Romance

Length    : Chaptered

Rated        : PG-13

Note        : Fanfict ini sequel dari “I’ll Be There” buat yang belum baca fanfict sebelumnya, silahkan dibaca dulu biar nyambung sama cerita yang ini. Arti nama yang ditebalkan berarti dari sudut pandang orang tersebut. Cerita ini fiksi belaka, jangan ada yang nanya bener nggak nih, soalnya itu Cuma karangan Author loh haha dan cerita ini murni milik Author. Kalau ada kesamaan isi cerita dengan punya orang lain, tapikan gaya bahasa tiap orang beda-beda. Jangan lupa pada komen ya~

© EnnyHutami Fanfiction Story 2012

 

[Chapter 3]

 

Lee Hyera

Aku melihatnya! Itu benar dia, bukan? Apa aku salah lihat?

    Kulihat Jo Kwangmin berada didalam mobil yang kacanya terbuka lebar. Dari sini kulihat seragam musim dingin sekolah ini, School of Performing Arts Seoul. Dia sekolah disini? Tanyaku senang dalam hati. Kalau begitu aku akan sering melihatnya! Senangnya.

    “Kwangmin!” panggilku. Kuharap dia mengingatku. Aku mau bilang terimakasih padanya atas kejadian tempo lalu. Dan aku harus mengembalikan syalnya.

    Dia melihatku lalu melemparkan senyuman—yang bisa membuat siapa saja ternganga seperti idiot hanya karena melihatnya tersenyum—nya. Aku setengah berlari menghampiri mobilnya. Lalu tiba-tiba mobilnya bergerak maju. Aku mempercepat langkahku tapi sia-sia, mobil itu sudah melaju. “Ya! Kau! Jo Kwangmin!” teriakku kesal. Kenapa dia diam saja? Tidakkah dia menyuruh supirnya untuk berhenti? Benar-benar tidak sopan!

~oOo~

 

Akhirnya libur natal dan tahun baru selesai. Hari ini adalah hari pertamaku sekolah di sekolah seni. Kenyataan itu membuatku tertawa puas karena akhirnya Ayah mengizinkanku masuk sekolah seni.

    “Pagi semua.” Aku menyapa semua yang berada di ruang makan. Ayah, Hyerin Onni, dan Bibi Ahn yang sedang menyiapkan sarapan untuk keluargaku.

    Kulihat Ayah menatapku heran. “Kenapa dengan wajahmu?” tanyanya.

    Aku mengabaikan pertanyaannya sambil menarik kursi dihadapan Hyerin Onni dengan senyum yang tak henti-hentinya mengembang diwajahku. “Ini hari pertamanya sekolah.” Kulihat Hyerin Onni mengedipkan satu matanya padaku.

    Aku tersenyum malu lalu mengambil mengoleskan selai pada roti dipiringku. “Gomawo, Appa. Akhirnya aku dibolehkan masuk di sekolah seni.” Ucapku sambil tersenyum menampakkan gigiku padanya.

 

Aku sudah mencuci syal dan jaket yang dipinjamkan oleh orang yang menolongku ketika aku tertinggal oleh supir baruku itu. Dan merapihkan pada tas kardus kecil yang mudah dibawa. Jadi nanti aku hanya perlu mengembalikannya dan bilang terimakasih.

    Rencanya, hari ini aku ingin mengembalikannya pada mereka. Mungkin saja mereka bersekolah disini. Kalau tidak juga, aku bisa menitipkannya pada Jo Kwangmin.

    “Ini kelasmu.” Kata petugas Tata Usaha yang mengantarku sampai depan kelas. “Selamat belajar.” Lanjutnya ramah lalu pergi meninggalkanku.

    Aku membungkuk kecil. “Ne, Kamsahamnida.” Sahutku berterima kasih.

    Setelah dia pergi, aku menghela nafas dalam-dalam lalu mengetuk pintu dan membuka sedikit pintunya. Aku melihat wanita yang kutebak berumur akhir tiga puluh tahun itu menghampiriku. “Kau anak baru itu?” tanyanya dengan senyum ramah.

    Aku mengangguk dan membalas senyumnya. “Ne,”

    “Ayo masuk.” Dia membuka kelas dengan lebar. “Kita kedatangan murid baru. Nak, pekenalkan dirimu.” Katanya begitu ia membawaku di depan kelas. Bisa kulihat semua mata menatapku ingin tahu.

    “Annyeonghaseyeo, namaku Lee Hyera. Semoga kalian bisa menerimaku. Kamsahamnida.” Aku memperkenalkan diriku lalu membungkuk.

    “Lee Hyera, kau bisa duduk bersama Yang Ji Won.” Aku melihat satu bangku kosong yang berada disamping gadis dengan rambut terurai. Dia menoleh begitu namanya terpanggil.

    Aku langsung menghampirinya dan duduk. Menaruh tas kecilku yang berisi syal dan jaket di laci mejaku dan mengambil buku dari dalam tasku.

    “Yang Ji Won imnida.” Katanya memperkenalkan diri padaku dengan suara pelan sedangkan wanita tadi melanjutkan pelajaran bahasa Jepang yang sempat tertunda.

    Aku menoleh padanya. “Lee Hyera imnida.” Balasku. Kurasa keberuntungan berada ditanganku sekarang.

 

Yang Ji Won

“Hyera-ssi, kau ikut ke kafetaria?” tawarku begitu bel makan siang terdengar.

    Anak baru itu sangat menyenangkan. Dia menceritakan tentang dirinya dulu di tepat asalnya, Florida, dan tentang bagaimana dia kemari lagi serta ingatannya yang buruk. Dia sangat cerewet, berbanding terbalik denganku. Setidaknya dia bisa menemaniku makan siang hari ini. Temanku, Park Sooyoung, tidak masuk sekolah hari ini karena sakit. Dan sepertinya Hyera banyak disukai beberapa murid disini, selain wajahnya yang cantik, dia juga ramah dan pintar.

    Dia mengambil sesuatu dari laci mejanya. Tas kardus yang dilapis kertas berwarna biru laut. Apa dia bawa bekal?

    Dia menggeleng. “Aku tidak lapar.” Katanya sambil tersenyum. Lalu apa yang didalam tas itu? “Ji Won-ssi, kau tahu Kwangmin? Jo Kwangmin.”

    Pertanyaannya membuatku tersentak. Memang tidak mudah untuk melupakannya jika ada yang menyebut namanya. Justru mendengar namanya membuatku ingin menangis lagi. Tapi tidak disini, tidak didepan anak baru ini. “Kau mengenalnya?” bodoh. Pertanyaan yang sangat bodoh. Jelas saja dia pasti tahu siapa Jo Kwangmin.

    Dia mengangguk dengan polos. “Apa kau tahu dimana kelasnya?” tanyanya lagi.

    Untuk apa dia mau menanyakan itu? apa dia mau berfoto bersama dengan Kwangmin? Tiba-tiba rasa cemburu menyelubungin diriku. Dengan cepat aku melenyapkan rasa itu jauh-jauh. Kau bukan siapa-siapa Kwangmin lagi, Yang Ji Won. “Kelasnya disebelah.” Jawabku. “Kau mau kesana?” lalu aku bertanya. Mungkin saja dia hanya iseng bertanya.

    Dia mengangguk. “Tolong temani aku. Sebentar saja. Nanti kutemani kau makan siang, bagaimana?”

    Aku tercengang. Menemaninya? Tidak. Aku belum siap bertemu dengannya. aku belum siap menerima kenyataan kalau dia marah padaku.

    “Aku anggap sikap diammu itu persetujuan.” Ujarnya lalu menarik tanganku keluar. Entah kenapa aku tak menolak dibawa keluar kelas olehnya. Sejujurnya, aku sangat rindu pada Kwangmin. Pada sikapnya padaku dulu, senyumannya, tatapan matanya, pelukannya…

    Aku melihatnya sedang tertidur dikelas lagi dengan mendengarkan musik. Apa dia sudah tertular kembarannya, Jo Youngmin? bisa tidur dimana saja.

    Aku tahu semua anak disini melihat kami, terlebih lagi para murid perempuan. Mereka menatap kami—mungkin lebih tepatnya aku—tajam dan mengejek.

    “Kwangmin-ssi,” panggil Hyera disebelahku. Aku mengintip dari saku jas Kwangmin. Melihat apakah dia masih mendengarkan musik dari I-pod yang kuberikan beberapa bulan yang lalu?

    Aku harus mengulum kekecewaan begitu melihat I-pod tersebut. Itu bukan milikku. Semudah itukah dia melupakanku? Atau sekarang dia membenciku.

    “Ya! Jo Kwangmin!” lalu Hyera berteriak tepat disamping telinga Kwangmin yang tertutup headset. Hei, apa-apaan dia ini. Gerutuku kesal dalam hati tapi tak bisa melakukan hal banyak karena keadaanku saat ini. Dia ini penggemar atau apa? Berteriak ditelinga idolanya? Bukan itu caranya mendapat perhatian darinya.

    Kulihat mata Kwangmin terbuka. “Ya! Jangan berteriak ditelingaku!” bentak Kwangmin. Aku melihatnya ngeri dan kulihat dia terlonjak kaget begitu melihatku berdiri didepannya. Cepat-cepat aku menundukkan kepalaku.

    “Kwangmin, tahu aku?” kudengar Hyera bertanya pada Kwangmin dengan tenang. Tidakkah dia takut? Aku bahkan belum pernah mendengarnya berteriak.

    Aku tak tahu bagaimana reaksi Kwangmin. Tapi kudengar dia menjawab, “Tentu saja aku tahu.” Suara Kwangmin mulai melembut. Jadi mereka saling kenal? Hatiku terasa nyeri mendengarnya.

    Hyera terkekeh. “Benarkah?” tanyanya. Tapi anehnya aku tak mendengar nada bahagia dari suaranya melainkan seperti mengejek. Ada apa dengan orang ini? Harusnya dia senang. “Kalau begitu, siapa namaku?” tanyanya.

    Aku mengangkat kepalaku dan menatap Hyera heran. Kenapa dia bertanya seperti itu?

    Tak ada jawaban dari Kwangmin. Apa dia terlalu menghargai penggemarnya sampai dia harus berbohong?

    Lalu aku mendengar Hyera mendecakkan lidahnya. “Aku belum pernah mengatakan namaku padamu. Bagaimana kau tahu namaku.” Ujarnya santai.

    Kelihatannya Kwangmin kehilangan kesabarannya. “Mau apa kau kemari?” tanyannya dingin seolah pertanyaan itu ditunjukan padaku.

    Hyera meletakkan tas kecil itu diatas meja Kwangmin. “Aku mau mengembalikkan syalmu dan jaket Jo Youngmin. Kau kenal dia, bukan?”

    Aku tertegun. Syal milik Kwangmin? Kapan dia meminjamnya? Astaga! Hatiku seperti dicabik-cabik. Jadi Kwangmin sudah menemukan penggantiku? Kalau tidak, bagaimana mungkin dia meminjamkan barangnya pada Hyera? Bahkan Hyera bilang dia tak punya teman di Seoul kecuali keluaganya. Cukup! Aku tak mau melihat kedekatan mereka. “Hyerin, aku pergi ketoilet.” Kataku menyela Kwangmin yang baru saja membuka mulutnya untuk bicara.

    “Makan siang, bagaimana?” tanyanya.

    Nafsu makanku sudah hilang. “Tidak usah. Aku mau menemui temanku.” Sahutku lalu pergi meninggalkan mereka. Aku merasa tatapan mata menatap punggungku. Aku tidak peduli.

 

Jo Youngmin

“Minwoo-ya, ada apa sebenarnya dengan kau dan Kwangmin?” tanyaku seraya menyuap makananku dengan sumpit.

    “Aku?” dia balik bertanya. “Memangnya aku dan Kwangmin kenapa?” tanyanya polos.

    Sulit sekali bicara dengan anak ini. “Belakangan ini kulihat Kwangmin menjauhimu. Apa karena Yang Ji Won? Kulihat belakangan ini kau dekat sekali dengannya.” aku menjelaskan apa maksud pertanyaanku.

    “Aku justru merasa dia semakin mirip denganmu begitu putus dengan Ji Won. Dingin, pemarah.” Aku seperti itu? “Dan soal kedekatanku dengan Ji Won, aku kasihan padanya. Dia memutuskan Kwangmin karena salah paham. Dan setelah putus, murid-murid disini mencacinya habis-habisan sedangkan sikap Kwangmin padanya berubah menjadi sangat dingin.” Dia menjelaskan panjang lebar lalu menenggak minumannya. “Hyung, bisa bantu aku membenarkan kesalahpahaman mereka?” pintanya.

    Aku mengangkat bahu tak tahu. “Itu urusan mereka. Kau sendiri tahu bagaimana keras kepalanya Kwangmin.” Sahutku tenang. Aku tahu bagaimana sikap Kwangmin jika sedang seperti ini. Dia tidak akan mendengarkan siapa-siapa terutama aku, kembarannya sendiri. Lalu aku berdiri. “Minwoo-ya, aku duluan.” Kataku berlalu pergi meninggalkannya.

    Sesampainya didepan kelas, kulihat Yang Ji Won keluar dari kelasku sambil berjalan menunduk. Untuk apa dia kemari? Tanpa memperdulikannya, aku masuk kekelas dan terhenti diambang pintu begitu melihat Kwangmin dengan seorang gadis.

    “He? Kau dan Youngmin saudara kembar?” kudengar gadis bertanya pada Kwangmin dengan tidak percaya. Dia benar-benar gadis yang polos. Dia bahkan tidak bohong kalau dia tak mengetahui tentang grupku, Boyfriend, ataupun tentang aku dan Kwangmin yang bersaudara kembar. Tapi, kenapa dia disini dan memakai seragam sekolah ini? “Pantas saja aku merasa kalian mirip.” Ujarnya lagi.

    Mau tak mau aku tersenyum mendengar perkataannya yang polos terucap dari bibirnya dengan suara yang khas. “Hyera-ssi,” panggilku seraya mendekati mereka. Kurasakan tatapan heran orang-orang disini menatapku. “Kau sekolah disini?” tanyaku begitu jarakku sudah dekat.

    “Mm,” Dia mengangguk seraya tersenyum. Senyumannya… membuat jantungku berdebar tak normal. Ada apa denganku?

 

To Be Continue

13 thoughts on “[Chapter 3] If I Stay

  1. chingu.. kira-kira kapan mau terbit yang ke 4 nya? jangan terlalu lama ya. kalo aku mau request boleh gak? makasih🙂

  2. aku mau request ff, boleh kan? pengen tentang kwangmin, tapi pengen couplenya jiwon, tapi terserah author aja deh. soalnya aku suka banget pairing jiwon ama kwangmin. boleh kan😀

    • Boleh sih, tapi bakalan lama. Lama bgt malah. Soalnya banyak ff yg blm kelar. Jadi aku mau kelarin ff yang terlanjur dipost. Kapan2 aku bikin deh tapi gak janji yaa:D miaaan

  3. ya.. guencanha.. yang penting dibikini. aku akan tunggu sampai akhir hayat ku #lebay..
    semangat terus chingu buat lanjutin ff nya.. semoga cepat kelar

  4. Aduhh . . .mianhae kalo aku ga komen d tiap part!*bungkuk*
    tp aku ga berniat jd silent rider!
    Swear deh,
    aku suka ceritanya anw,
    bhasanya ringan dan mudah dimengerti,
    lnjt k next chap yah?

  5. kayany hyera suka sama kwangmin..sng bgt dia bisa balikin syalny k kwangmin lgsg..hehe..tp youngmin jg suka sama hyera..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s