[Chapter 3] Different



  • Tittle    : Different
  • Author    : Ennyhutami
  • Lenght    : Chaptered
  • Cast    :
  1. Lee Taemin
  2. Choi Minho
  3. Bae Su Jie
  • Other cast :
  1. Cho Kyuhyun
  2. Park Jiyeon
  3. other
  • Genre    : Fantasi, Romance
  • Note    : part tiga keluaaaar, annyeong. Disini semua terungkap! Siapa sebenarnya mereka dan fantasynya kerasa part ini dan seterusnya. Di chapter ketiganya ini author pake sudut pandang author juga loh. Maaf kalo sedikit buat chapter yang ini. Jangan lupa komen dan kritik ya. Happy reading~

 

    

Semua terungkap. Aku tak tahu kalau mitos-mitos itu nyata dan kenapa mitos itu berada didepanku? Sebenarnya aku tak ingin tahu. Semua cukup mengerikan didengar dengan telingaku jika itu bukan kenyataan dan sekarang mitos itu justru berada didepan mataku. Apa yang terjadi padaku selanjutnya? Apakah aku akan baik-baik saja berada ditengah mitos-mitos ini?

 

Sudut Pandang Bae Su Jie

Ketika melihatnya datang kemari seakan keteganganku berkurang—sedikit. Aku heran kenapa Taemin memanggil Minho dengan sebutan iblis. “Taemin,” panggilku dengan suara yang amat kecil. Kudengar suaraku bergetar sangking takutnya aku disini.

    Taemin menarik tanganku dan mengubah posisiku menjadi dibelakangnya. “Pergi.” Desis Taemin yang aku yakin dia mengusir Minho.

    Aku mengintip dari balik tubuh Taemin yang menutupi penglihatanku. Kulihat Minho sudah tidak ada. Pergi kemana dia? Aku tak melihatnya pergi lewat pintu karena jelas-jelas aku berada didepan pintu kelas. “Aku…” kucoba membuka mulut walaupun sulit sekali karena tubuhku menggigil melihat Choi Minho sudah tidak ada. Pintu keluar satu-satunya dikelas ini hanya pintu dibelakangku ini. Walaupun ada, dia tak akan menghilang secepat itu. “Tolong jelaskan padaku apa yang terjadi.” Pintaku sambil mencari benda untuk menjadi sandaran tubuhku. Rasanya kepalaku berputar dengan cepat.

    Dengan sigap, kurasa ia sudah memegangi tubuhku yang hampir jatuh. Kulihat ia menatapku khawatir. “Lebih baik kau istirahat saja.” Ia tidak menjawab pertanyaanku. Baru saja aku ingin membuka mulut lagi untuk protes padanya tapi dengan cepat ia menarik tubuhku dan menahan tubuhku. “Ayo kuantar kau pulang.”

    “Tunggu sebentar!” pekikku sebelum ia mencoba membawaku keluar dari kelas. Kulihat ia menatapku dengan tatapan yang tak bisa kutebak heran, khawatir dan… takut? Apa yang ia takutkan? “Jelaskan semuanya.” Ucapku tegas. Karena mereka—maksudku Taemin dan Minho—sudah membuatku terlibat dalam masalah mereka, terlebih lagi karena sikap Minho yang aneh padaku tadi. Dan aku sangat yakin Taemin tahu kenapa Minho bersikap seperti itu.

    “Aku memang tahu.” Aku terlonjak kaget begitu Taemin berkata dengan nada menyesal. Dia… bisa membaca pikiranku? “Ya, aku bisa.”

    Lidahku kelu tak bisa berkata apa-apa. “Kau…” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku. “Kau manusia atau bukan?” tanyaku ragu. Bodoh! Masa kau percaya ada makhluk lain berwujud sempurna seperti dia, Baek Su Jie?

    “Kau salah.” Kata-katanya membuatku mengangkat kepalaku menatap wajahnya yang lebih tinggi dariku. “Makhluk lain selain manusia memang ada didunia. Contohnya aku.”

    Aku menatapnya ngeri. Jadi Lee Taemin, laki-laki yang banyak digemari murid perempuan bahkan guru-guru disekolah karena sikapnya yang sopan serta wajahnya yang selalu menampilkan senyum ramahnya, bukan manusia. “Lalu kau ini apa?” tanyaku dengan bibir gemetar tapi rasa penasaranlah yang berdominan dipikiranku. Tanpa sadar aku mundur satu langkah.

    Kulihat ia juga mundur beberapa langkah menjauhiku. Aku menatapnya heran. “Aku tak akan menyakitimu. Tenang saja.” Ujarnya menenangkanku. Bagaimana aku bisa tenang jika sekarang aku disini hanya berdua dengan mahkluk yang bukan manusia? “Kau percaya kalau malaikat dan iblis itu ada?”

    Tentu saja aku percaya tentang mereka. Tapi aku tidak mempercayai kalau mereka benar-benar turun kebumi. Akupun menganggung kecil.

    “Aku adalah Nephilim.” Akunya.

    “Nephilim?” Tanyaku bingung. Aku belum pernah mendengar nama itu.

    “Itu sebutan untuk makhluk sepertiku. Setengah malaikat dan setengah iblis.” Aku terpengarah mendengar akuannya. Tentu saja baru kali ini aku mendengar hal semacam itu. jadi aku tidak mengerti apa maksud dari ‘setengah malaikat dan setengah iblis’ seperti yang diucapkannya barusan. Mungkin kalau setengah dewa aku pernah mendengarnya—dari novel tentu saja.

    “Jadi kau tahu, bukan, kalau malaikat hidup diatas, iblis dibawah, sedangkan manusia dibumi?” Apa yang dia maksud dengan atas itu surga sedangkan bawah neraka? “Ya. Itu maksudku.” Katanya lagi. Ternyata tidak buruk seseorang bisa membaca pikiranku. Aku tak perlu repot-repot mengeluarkan suaraku, bukan?

    “Lalu bagaimana kau bisa menjadi makhluk setengah malaikat dan setengah iblis kalau mereka tinggal ditempat berbeda?” tanyaku tak mengerti dengan penekanan di kata setengah malaikat dan setengah iblis.

    “Meskipun penjagaan di dunia atas dan dunia bawah terlampaui ketat oleh Satys—mereka keamana antara dunia atas dan dunia bawah—tapi beberapa dari mereka bisa meloloskan diri dan pergi kebumi. Beberapa dari mereka menikah dengan manusia dan menghasilkan makhluk setengah manusia. Dan kedua orangtuaku—Ibuku iblis sedangkan Ayahku malaikat—bertemu lalu saling jatuh cinta tanpa mereka tahu jati diri pasangan mereka. Mereka tahu itu ketika Ibuku mengandungku yang hanya beberapa bulan saja tidak seperti manusia. Lalu lahirlah aku dan mereka menitipkanku pada sahabat manusia Ayahku, Lee Sungmin. Saat aku bertanya apakah ada makhluk seperti, dia menjawab bahwa Nephilim hanya ada dua atau tiga orang saja didunia karena mereka mati dibunuh para Satys karena kekuatan mereka yang bisa membuat para Satys kewalahan.” Aku bergidik ngeri mendengar kalimat terakhir yang ia ucapkan. “Hanya saja itu belum pernah terbukti. Dan menurut Paman jarang sekali adanya Nephilim karena malaikat dan iblis saling bermusuhan.”

    Dia memberi jeda yang cukup lama agar aku mencerna ceritannya. Tapi bukannya merespon ceritanya aku justru melontarkan pertanyaan bodoh. “Jadi… kalau aku boleh tahu, apa makananmu?” tanyaku takut-takut. Siapa yang tahu ia sama seperti vampir yang meminum darah manusia?

    Ia tertawa mendengar pertanyaanku. “Tentu saja aku berbeda dengan vampir. Lagipula mereka tidak nyata. Makananku sama seperti kalian.” Aku bernafas lega mendengar jawabannya. Setidaknya dia bukan makhluk buas yang meminum darah manusia. Dia tetap tertawa dan mengacak-acak rambutku. Kurasakan wajahku memanas karena itu. “Pikiranmu itu sangat lucu, Su Jie-ah.”

    Aku menunduk karena malu lalu mengangkat kepalalu lagi ketika teringat sesuatu. “Lalu kau tahu apa yang dimaksud Choi Minho tadi?” tanyaku.

    Raut wajahnya langsung berubah tegang. “Kau yakin ingin tahu?” ia balik bertanya dengan hati-hati. Aku mengangguk pasti.

    Begitu mendengar penjelasannya, aku terlonjak kaget dan menutupi mulutku yang terbuka karena histeris. “Benarkah?” kalau memang seperti itu, bagaimana denganku dan Jiyeon Onni karena rumah kami yang berdekatan dan hanya ada rumahku dan rumahnya saja…

    “Aku akan melindungimu dan kakakmu.”

 

Sudut pandang Author

 

“Kau mau melapor pada Satys tentang Nephilem itu?” tanya laki-laki berambut coklat gelap itu dengan wajah tenang sambil menuangkan air panas kedalam cangkirnya.

    Laki-laki satunya, Choi Minho, yang sedang mengenyakan tubuhnya disofa mengangguk mantap.

    “Harusnya kita membantunya untuk melawan para Satys keparat itu. Lagipula, Nephilem itu anak dari Victoria Song.” Tatapan mata orang itu menerawang ketika menyebut nama Victoria Song, gadis yang sangat dicintainya sampai sekarang. “Dan yang kutahu dari beberapa temanku bahwa kau dan aku dalam sedang pencarian—tentu saja oleh Amma, Ratu kita. Kata Ryeowook dia merindukanmu dan aku sebagai anaknya.”

    Minho mendecakkan lidahnya. “Dia hanya merindukanmu, Cho Kyuhyun, anak kesayangan ratu. Bukan aku.”

    Dalam waktu beberapa detik, Kyuhyun sudah menempatkan dirinya disamping adiknya, Minho. “Kau tahu kalau dia menyayangimu. Tapi pikiranmu terus menyalahkan Amma. Andai saja kau tidak kabur dari dunia bawah.” Kyuhyun mulai mengandai-andai. “Mungkin kau tidak akan bertemu manusia dan mendengar pikiran mereka yang buruk.”

    “Tidak dengan gadis itu.” Sela Minho meralat perkataan kakaknya. “Pikiran gadis itu begitu murni sampai aku sempat merubah pikiranku tentang manusia.”

    Kyuhyun tersenyum penuh arti pada adiknya. Ini pertama kalinya ia memuji pikiran manusia setelah berabad-abad mereka tinggal dibumi. “Kau jatuh cinta padanya?” tanyanya sambil menyipitkan matanya. “Aku pernah melihatmu masuk kedalam kamar gadis itu saat dia tidur. Dan aku tahu kau mengambil satu kemeja miliknya.”

    “Hey, tidak seperti itu!”

    Kyuhyun tersenyum semakin lebar memperlihatkan senyum iblisnya pada adiknya. Kesempatan langka menggoda adiknya yang kaku dan dingin seperti es. Dan ia merasa telah tertular dengan sikap manusia karena tinggal berabad-abad—mungkin berlebihan karena dia melarikan diri mengikuti adiknya baru sekitar seratus tahun yang lalu—dibumi, tempat tinggal manusia. “Aku baru tahu kau ini pencuri pakaian yeoja cantik seperti gadis itu.” godanya lagi. “Kukira kau tipe iblis sungguhan—serius, dingin, pemarah dan lainnya.” Lanjutnya sambil terkekeh geli. “Yah, itu memang sifatmu aslimu.”

    Minho tak menghiraukan godaan kakaknya yang dia tahu kakaknya punya predikat jahil yang menempel didirinya. Bahkan sikapnya itu kelewat jahit dari iblis manapun. Apalagi jika melihat matanya dan bibirnya menyunggingkan senyum yang membuat manusia bahkan iblis sekalipiun akan lari terbirit-birit karena ketakutan. Lalu setelah berdiam diri cukup lama, Minho membuka suaranya. “Hyung, bagaimana jika ia melihat wujud asliku?”

TBC

Di chapeter selanjutnya bakalan ada kejadian yang gak terduga loh, jangan lupa baca lanjutannya.

Komen, kritik dan saran sangat dibutuhkan~

25 thoughts on “[Chapter 3] Different

  1. ooh jadi kakaknya minho itu kyuhyun. chapter 2 so hacep/? hahaha bagus banget, jadi taemin istimewa. aaah mudah mudahan suzy akhirnya sama taemin:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s