A Liar (part 2)


Annyeong, ini part 2nya. Maaf lama ngelanjutinnya, lagi nggak ada mood buat nulis tapi dipaksain jadinya… Yah, silahkan dibaca aja.
Makasih bgt yang udah baca, tapi aku lebih berterima kasih kalo ada yang komen. Buat motivasi juga bikin lagi.
Selamat membaca~
***

“Youngmin,” panggil suara seorang gadis dari balik punggungku. Aku berhenti dan berbalik dan kurasa Youngmin juga mengikutiku karena gadis itu melanjutkan, “boleh aku bicara berdua denganmu?” Gadis itu, yang kuingat ia adalah gadis yang kemarin, menekankan kata ‘berdua’ saat melanjutkan.

“Oh,” sahutku. “Baiklah. Aku ke kelas.” Jujur saja, sebenarnya aku sangat penasaran mengenai hubungan mereka. Sejak kemarin, ada yang mengganjal jika melihat mereka berdua. Tapi, aku sangat kenal Youngmin. Ia tidak akan pernah menceritakan apapun kalau ia tidak ingin membaginya.
***

Kemana anak ini? Gerutuku dalam hati setelah mengedarkan pandanganku kesetiap sudut diruangan ini. Youngmin tidak masuk kekelas hari ini. Aish padahal ia bilang mau mengerjakan pr dari guru Kim. Dan ia pernah bilang akan menjadi murid teladan. Murid teladan seperti apa yang membolos dari pelajaran padahal ia ada disekolah?

“Mencari siapa?” Seseorang bertanya padaku dengan suara beratnya. Aku menoleh. Ternyata Minwoo sudah duduk disebelahku sambil menatapku dengan senyumnya.

“Min… Minwoo? Sejak kapan kau disini?” Tanyaku. Suaraku terdengar aneh ditelingaku sendiri. Aish memalukan!

“Kau sedang mencari siapa?” Ia mengulang pertanyaanya dan mengabaikan pertanyaanku. “Jo Youngmin?”

“Eh?” Kenapa ia tahu?

“Aku tadi melihatnya sedang bersama Geum Hee. Kelihatannya Geum Hee senang sekali. Mungkin ia diterima oleh Youngmin.”

“Diterima apa?” Tanyaku penasaran.

“Jangan pura-pura tidak tahu, Choi Jin Ri.” Sahutnya. “Kau menguping ketika Song Geum Hee menyatakan cinta padaku, bukan?”

Aku menunduk. Jadi ia tahu? Seharusnya aku tidak menguping. Sekarang bagaimana? Apa dia membenciku? “Maafkan aku.” Kataku. Aku makin menundukkan kepala.

“Hm, bagaimana kalau pulang sekolah kau menemaniku jalan-jalan? Sebagai ucapan maafmu.” Ujarnya.

Aku mengankat kepalaku. Hanya orang tidak waras yang menolak ajakan pergi dari orang yang ia suka. “Tapi aku harus pulang.” Kataku berbohong. Aku tidak mau terlihat kalau aku menyukainya.

“Kalau kau tidak mau, aku tak akan memaafkanmu.” Ia menyilakan tangannya didada.

Kena kau. Ha,ha, inilah yang aku tunggu agar tak begitu terlihat aku yang mengerjarmu, Minwoo. “Kau curang,” aku mengerucutkan bibir padahal dalam hati tertawa puas. “Baiklah. Asal kau mau memaafkanku.” Akhirnya keinginanku untuk pergi berdua bersamanya terwujud. Aku benar-benar ingin berteriak!
***

Sepulang sekolah aku benar-benar pergi berdua dengannya. Ia benar-benar sangat baik. Aku tidak menyangka aku pergi hanya berdua saja bersamanya. Ini terasa seperti mimpi.

“Kau mau minum saja atau makan kue?” Tanyanya ketika pelayan cafe menghampiri kami. Sebelumnya ia bertanya apakah aku lapar atau tidak. Ketika aku menjawab tidak, ia langsung mengajakku ke cafe ini. Katanya ia suka sekali dengan suasana disini. “Disini tenang,” begitu katanya.

“Terserah kau saja.” Sahutku. Ia memesankan minuman pada pelayan. Setelah pelayan itu pergi, ia menatapku dengan tatapan aneh. Aku merasa tak nyaman dilihatnya dengan tatapan seperti itu. “Apa?” Tanyaku.

“Ani, aku baru sadar ternyata kau lebih cantik dari perkiraanku sebelumnya.” Kata-katanya membuat wajahku memanas. Ia memajukan tubuhnya menjadi lebih dekat denganku. “Kenapa kau selalu menjauhiku?” Lalu ia bertanya.

“Menjauhimu?” Sejak kapan aku menjauhinya? “Aku tidak pernah menjauhimu.”

“Begitu?” Ia menyenderkan punggungnya pada kursi. “Berarti aku yang salah paham.” Katanya yang jelas terdengar ia berbicara pada dirinya sendiri.

Pelayan datang membawa pesanan kami. Setelah pelayan itu pergi, kami sama-sama mengucapkan terima kasih.

Aku meminum minumanku sambil menatap keluar jendela cafe. Di sebrang jalan kulihat Youngmin bersama Geum Hee. Apa mereka benar menjadi sepasang kekasih?

Lalu mataku dan mata Youngmin bertemu. Ia melihatku dengan tatapan dinginnya lalu menatap kearah Minwoo.

“Jin Ri,” aku mengalihkan pandangan ketika Minwoo memanggilku. “Apa benar kalau kau menyukaiku?”

Aku tersentak kaget. “Kau… Tahu?” Tanyaku tergagap. Darimana ia tahu?! Tanyaku dalam hati frustasi.

“Kau benar-benar polos Jin Ri.” Katanya sambil mengelus kepalaku. “Aku menebak. Awalnya aku ragu, tetapi setelah berbicara langsung denganmu seperti ini, aku semakin yakin.” Lanjutnya.

Aku menunduk. Tak berani menatapnya. Aku bertanya-tanya sendiri bagaimana wajahku sekarang? Pasti buruk sekali.

“Choi Jin Ri,” panggilnya sambil mengangkat daguku agar ia dapat menatap mataku. “Aku menyukaimu.”

Aku membelalakan mataku. Hari ini benar-benar hari teraneh yang pernah kualami. Pertama, Youngmin yang tanpa sebab mendiamiku. Kedua, tiba-tiba Minwoo menyatakan cinta padaku. Bagaimana ini? Benar kalau aku sangat senang. Tapi disisi lain aku masih memikirkan Youngmin dengan Geum Hee. Aku akui kalau aku tidak menyukai hubungan mereka dan ingin Youngmin tetap berada disampingku.

“Choi Jin Ri?”

“Ne?” Aku masih berdebat dengan diriku sendiri sampai tidak menyadarinya ada disini.

“Kau mau jadi kekasihku?”

Aku menunduk lagi. Memikirkan keputusan yang tepat, tapi nyatanya aku masih bimbang. “Maafkan aku, Minwoo, aku tak bisa menjawab sekarang.” Kataku akhirnya.
****

Ia mengantarku sampai didepan rumah. “Jangan buat aku penasaran atas jawabanmu. Besok aku tunggu jawabanya disekolah ditaman saat jam istirahat.” Katanya sebelum aku masuk kedalam rumah.

Aku harus menjawab apa? Aku melempar ponselku diatas kasur lalu led ponselku menyala. Panggilan masuk. Aku tak tahu ini nomor siapa. “Yoboseo?” Kataku setelah mengangkat telfon.

“Jin Ri-ah, ini aku, Youngmin.” Ujarnya dari sebrang telfon.

Ia terdengar ceria, padahal tadi ia dingin sekali padaku. “Oh, Youngmin. Ada apa?”

“Aku lihat kau tadi pergi bersama Minwoo. Apa yang terjadi? Kau berkencan dengannya bukan? Kalian sudah berpacaran? Ceritakan padaku.”

Orang ini kenapa sebenarnya? Suasana hatinya berubah-ubah hari ini. Aku tidak mengerti. “Aku tidak berkencan dengannya.” Sahutku. Apa aku ceritakan saja kepada Youngmin? Aku mendesah panjang. “Youngmin, menurutmu, apakah aku pantas menjadi kekasih No Minwoo?”

“Hei!” Ia berteriak. Sontak aku menjauhkan ponsel dari telingaku dan menempelkan lagi. “Jangan pernah merendahkan dirimu sendiri! Kau cantik, pintar, suaramu bagus, kau juga pandai menari. Apalagi yang membuatmu tak pantas dengan No Minwoo? Bahkan kau sangat pantas menjadi kekasih Cho Kyuhyun dari Super Junior.” Ia memarahiku dan sempat-sempatnya melontarkan lelucon.

“Youngmin, Kyuhyun Oppa terlalu tua untukku.”

Ia tertawa. Aku sangat suka mendengar tawanya. “Minwoo menyatakan cinta padamu?” Tebaknya setelah diam beberapa detik. Aku dengar nada bicaranya berubah. Suaranya terdengar aneh.

“Ne,” sahutku pelan.

Aku mendengarnya terbatuk. “Kau kenapa?” Tanyaku panik.

“Ani, aku baik-baik saja.” Bantahnya. Sikap Youngmin benar-benar membuatku pusing. “Aku tutup dulu ya.” Suaranya terdengar dingin lagi.

“Youngmin tunggu–hei–aish!” Ia langsung menutup telfonnya. Padahal aku belum sempat menanyakan hubungannya dengan Geum Hee. Aku benar-benar bingung padanya. Apa ia salah makan tadi pagi?
****

Kulangkahkan kakiku menuju sekolah dengan malas. Aku masih ragu untuk memberi jawaban pada Minwoo nanti.

“Hai,” sapa Youngmin sambil menyetarakan langkahnya dengan langkahku dilorong sekolah.

Aku menyahutnya lalu menatapnya. “Ada hubungan apa kau dengan gadis yang waktu itu mau bunuh diri?” Tanyaku langsung.

Kulihat ia melirikku sekilas lalu membuang muka. “Bukan urusanmu.”

Aku mendecakkan lidah. “Tentu saja itu urusanku. Kau ini sahabatku, ingat?”

“Sahabat?” Kudengar ia menggerutu.

Apa katanya? Apa ia tak menganggapku seperti aku mengganggapnya? Apa hanya aku yang senang ia adalah sahabatku sedangkan ia sendiri tidak? “Kau tak menganggapku sebagai sahabatmu?” Aku mendengus. “Bagus sekali. Aku sangat senang mendengarnya.” Sindirku lalu pergi meninggalkannya sendiri dikelas.

“Bukan seperti itu maksudku.” Kudengar ia berteriak.

Masa bodolah denganya. Kenapa kau memikirkannya sedangkan ia sendiri tak memikirkanku? Lagipula hal yang kutunggu-tunggu sudah terwujud bukan? No Minwoo, laki-laki yang kusukai menyatakan cintanya padaku. Kenapa aku meski ragu untuk menerimanya hanya karena Youngmin? Kau bodoh, Choi Jin Ri!

TBC

5 thoughts on “A Liar (part 2)

  1. Sepertinga Da yg ditutup”in youngmin m jinri y tp apa y
    Emm knp jinribragu memberi jawaban m minwoo apa karena sebnre jauh di hatiny itu dy lbh menyukai youngmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s