Forget Him (part 3)


Ini part ketiganya. Maaf dikit banget._.
Selamat membaca~
****

Sooyoung POV

Aku mempercepat langkahku ketika ia memanggil namaku. “Sooyoung-ah,” panggilnya. Memang siapa dia memanggilku dengan akrab? Walaupun aku tahu namanya dan ia tahu namaku, tapi kami tidak dekat. Bahkan berkenalan secara resmi belum.

Aku merasa tanganku digenggam. Aku berbalik. “Apa lagi?” Tanyaku malas sambil melepas gengamannya dan mundur satu langkah.

“Apa aku bukan…” Katanya menggantung. Aku memiringkan kepala. ” Ciuman pertamamu?”

Apa? Memangnya aku perempuan apa kalau kejadian kemarin bukan ciuman pertamaku? Aish orang ini terlalu polos atau bodoh? “Hei, jangan ungkit kejadian kemarin! Anggap saja aku masih belum pernah berciuman!” Bentakku.

Lalu tiba-tiba ia tersenyum. Darahku berdesir. Perasaan apa ini? Lalu pergi meninggalkannya yang masih tersenyum sendiri. Aish bodoh. Rutukku dalam hati sambil menjitak kepalaku sendiri.
****

“Kenapa sedari tadi kau tersenyum sendiri?” Tanya Ji Eun ketika ia membuka-buka novelku di rak yang sudah disediakan di kamarku.

“Eh? Ani,” elakku. Sudah hampir satu bulan setelah kejadian–yang menurutku–ketidaksengajaan kwangmin menciumku di sekolah, ia bersikap sangat baik padaku. Entah kenapa setiap dia berada disampingku jantungku berdetak sangat cepat.

“Kau tersenyum lagi,” katanya menatap wajahku. “Ah, aku tahu!”

Aku benar-benar menatapnya sekarang. “Apa?”

“Kalian… Maksudku kau dan kwangmin berpacaran, bukan?” Tebaknya. “Belakangan ini kalian sangat dekat.”

Aku tersentak lalu tertawa. “Aniyo, kami tidak berpacaran.”

Ia berpikir sejenak. “Ah, aku tahu. Kalau begitu kau menyukai… Nya?” Tebaknya.

Aku terdiam. Lalu, “Tidak, aku tidak menyukainya.” Aku meyakinkan diriku sendiri agar tidak menyukainya. Aku tidak boleh menyukainya.

“Mengaku sajalah padaku, aku tahu kau seperti apa.” Ujarnya sambil berpindah duduk di sebelahku di sofa pojok ruangan. “Kelihatannya Kwangmin juga menyukaimu.”

Aku tersentak. Apa benar? Aish Sooyoung kau bodoh. Bangunlah gadis bodoh! Kau ini tidak layak bersaing dengan gadis lain yang lebih cantik untuk mendapat Kwangmin. Tentu saja aku kalah telak. “Entahlah,” kataku. “Aku masih belum bisa melupakan Jeongmin.”

Terdengar Ji Eun mendecakkan lidah. “Kau bodoh. Dari fisik saja terlihat kalau Kwangmin lebih tampan.”

“Aku tidak melihat dari fisiknya.” Aku membela diri.

“Dengarkan aku sampai selesai.” Katanya mulai kesal. Aku diam, lalu ia melanjutkan. “Dari segi fisik, Kwangmin lebih tampan. Dari segi otak, Kwangmin lebih pintar. Dan dari segi hati, Kwangmin lebih segalanya. Dia baik, ramah, dan…” Dia menggantungkan kalimatnya.

Aku tetap diam menunggunya melanjutkan. “Romantis. Aku pernah melihatnya menciummu saat sekolah sudah sepi.” Dia tersenyum lebar.

“Kau? Kau… Melihatnya?” Tanyaku gugup. Astaga, apa yang harus kukatakan.

“Mm, romantis sekali. Saat kalian bicara di taman juga, aku melihatnya tapi aku tak mendengar kalian membicarakan apa.”

“Bukankah kau sudah pulang saat…” Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya. “Dia menciumku?” Tanyaku berbisik. Kenapa harus ada yang melihatnya?

Kulihat ia tersenyum puas. “Aku ada keperluan di perpustakaan. Lalu melihatmu dengan Kwangmin. Dan kalian…” Dia tidak melanjutkan kata-katanya sambil tersenyum menggoda.

Aku merasa jantungku berdetak lebih cepat dan wajahku memanas. “Hei, jangan menggodaku seperti ini.” Kataku salah tingkah.

Dia tersenyum semakin lebar lalu raut wajahnya berubah serius. “Aku juga melihat Jeongmin sedang memperhatikan kalian.”

“Dia melihat itu?” Astaga… Aku takut dia berfikir macam-macam tentang hubunganku dengan Kwangmin. Mungkin saja setelah putus hubungan dengan Hyerin, Jeongmin memilihku untuk menjadi… Yah, kau pasti tahu, kekasihnya.

“Mm, aku lihat dia sangat… Marah? Kenapa dia marah melihatmu dicium Kwangmin?” Ji Eun bertanya pada diri sendiri. “Apa dia cemburu?”

TBC

6 thoughts on “Forget Him (part 3)

  1. makin pendek๐Ÿ˜ฆ

    it sooyoung udah mulai dekat sma kwangmin knpa jeongmin mlah mulai trlhat cmbru,
    jgan2 sooyoung bkal mulai goyah,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s