Forget Him (part 2)


Ini part 2 nya. Gimana part 1 nya menurut kalian yg udah baca? Jelek ya? Maaf. Aku nggak pinter ngebuat kata-kata hehe satu lagi, maaf ya aku nggak ngasih cast-nya, males ngetiknya soalnya ini dari hape.
Selamat membaca~
****

“Aku baik-baik saja. Terima kasih.” Ujarku. ” Tapi aku buru-buru. Sampai jumpa.”

“Tunggu.” Dia menahan tanganku.

Aku membalikkan badan. “Kenapa?” Tanyaku bingung.

Lalu tiba-tiba kurasakan bibirnya berada dibibirku. Cukup lama aku baru menyadari apa yang terjadi. Ku dorong tubuhnya lalu lari secepat mungkin. Menjauh darinya.

Apa dia gila? Menciumku seenaknya saja padahal kami belum berkenalan. Berani-beraninya merebut ciuman pertamaku. Aissssh!

Sesampainya dirumah, aku terus mengelap bibirku. “Hah. Kenapa harus dia?” Tanyaku kesal pada diri sendiri didepan cermin.
****

Hari berikutnya, aku menghindarinya dan mendiaminya sepanjang hari. Walaupun ia terus memanggil namaku.

“Dia tahu namamu?” Tanya Ji Eun saat ia memanggilku di lorong sekolah menuju kantin. “Kapan kau berkenalan dengannya? Aku belum lihat kau berkenalan dengannya.”

Aku juga tak tahu darimana dia tahu namaku. “Mungkin dia lihat name tag-ku.” Jawabku enteng sambil mengangkat bahu.

“Tumben kau ke kantin hari ini, biasanya kau lebih suka tetap dikelas atau ke taman sekolah.”

“Kau tak lihat aku kelaparan?” Tanyaku sambil memutar bola mata. Tadi pagi aku belum sempat sarapan karena bangun kesiangan, jadi sekarang aku lapar sekali.

“Hei, aku hanya bertanya. Tak perlu seperti itu.”

Aku menggerutu. Apa dia tak bisa tidak menggangguku saat aku sedang makan? Seketika itu aku melihat Jeongmin memasuki kantin berdua dengan hyerin. Melihat mereka, tiba-tiba nafsu makanku hilang.

Aku meminum menumanku lalu bergegas pergi.

“Hei, Park Sooyoung! Mau kemana kau?” Teriak Ji Eun dari balik punggungku.

Aku sempat bertatapan mata dengan Jeongmin sebelum aku pergi dari kantin. “Aish, kenapa harus bertemu mereka saat aku lapar?” Gumamku kesal sambil bergegas kembali ke kelas.

“Jangan langsung pergi begitu saja, Sooyoung.” Kata Ji Eun yang entah sejak kapan ia sudah duduk di sampingku di taman. “Aku tahu kau sangat sedih melihatnya mesra-mesraan didepanmu.”

“Ani, aku tak apa-apa melihat mereka. Aku baik-baik saja.” Elakku. Aku mengatakan kalimat terakhir sambil menerawang.

“Jangan bohong padaku, Sooyoung. Sangat terlihat diwajahmu kalau kau cemburu.” Apa sangat terlihat? “Aku mengenalmu bukan hanya hari ini.” Tambahnya.

Aku mendesah menyerah. Dia mengenalku dari kami masih bersama di sekolah dasar. Tentu saja sekarang dia sangat mengenalku dan aku sangat mengenalnya ‘luar dan dalam’. Dan aku sangat tahu kalau dia adalah orang yang sangat peka terhadap perasaan orang.

Aku menghembuskan nafas berlebihan. “Ne, aku memang sedikit–“

“Sedikit?” Selanya.

“Ne, ne, sangat lelah menyukainya.” Jujurku.

Dia tersenyum puas. “Kalau begitu lupakan dia.” Dia menyarankan.

Bagaimana bisa aku melupankannya? “Akan kucoba.”

“Sooyoung-ah, fighting!” Dia menyemangatiku.

“Fighting!” Ikutku. Baiklah, akan kucoba untuk melupakannya.
****

Jo Kwangmin menghampiri kami. Ia melihat sekilas ke Ji Eun lalu menatapku. “Aku mau bicara denganmu sebentar sebentar.” Katanya langsung sambil menatapku.

“Katakan saja.” Sahutku. Aku takut kejadian kemarin terulang lagi.

Aku melihat Ji Eun ingin meninggalkan kami berdua. Aku menahannya tapi tenaganya lebih kuat dariku. Jadi ia meninggalkan kami.

Kwangmin duduk di sebelahku. Aku memasang pertahanan diri, mungkin saja kejadian kemarin terulang. “Maafkan aku. Kemarin…” Katanya

“Sudahlah, lupakan.” Aku menyela perkataannya. “Anggap saja kemarin tak terjadi apa-apa.” Lanjutku tanpa melihatnya dan terus menerawangkan pandangan kelapangan, entah apa yang kulihat daritadi.

Hening. Aku melihat wajahnya sekarang. Penasaran mengapa ia tidak menjawab atau semacamnya. Setelah kulihat ia sedang menatapku dengan pandangan bingung. Aku tersenyum. Lalu pergi meninggalkannya kembali ke kelas.

Kwangmin POV

“Sudahlah, lupakan.” Dia menyelaku yang sedang meminta maaf. “Anggap saja kemarin tak terjadi apa-apa.” Lanjutnya.

Hah? Apa dia bilang barusan? Apa sebuah ciuman tak berarti baginya? Apa kejadian kemarin bukan ciuman pertamanya?

Otakku terus berputar sambil menatapnya. Dia sedang melihat anak-anak yang sedang bermain basket dilapangan. Lalu menatapku dan… Tersenyum? Apakah dia tersenyum padaku? Senyumnya sangat… Manis. Ini pertama kalinya ia tersenyum padaku.

Lalu ia berdiri dan meninggalkanku. Aku mengerjarnya dan memanggil namanya. “Sooyoung-ah,” tapi ia justru mempercepat langkahnya. Dan akupun berlari lalu mengenggam tangannya.

Dia berbalik. “Apa lagi?” Tanyanya dingin sambil melepas genggamanku pelan.

“Apa aku bukan…”
****

Terlalu dikit ya? Mianhae. Otakku lagi eror waktu bikin ini. Baca lanjutannya ya nanti. Gomawo.

6 thoughts on “Forget Him (part 2)

  1. waduh,kok pendek betul saeng?
    pdahal udah mulai seru loh,
    it knpa kwangmin bisa nyium sooyoung?
    aku pnasaran loh sma kwangmin,

  2. mian..aku lupa nyapa chingu dpart 1..hehe..
    Annyeong..aku iea..salam knal y,^^
    Ceritany bagus koq..apalagi aku suka karakter sooyoung yg ttp setia suka sama jeongmin meski udah punya yeojachingu..mirip aku..huhuhu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s