Forget Him (part 1)


Annyeong, ini ff keduaku. Ada 6 part ya, jadi tungguin aja lanjutannya.
Selamat membaca~
****
Sooyoung POV

Ketika kau melihat seseorang yang kau sayangi sejak lama bersama wanita lain, memberi senyumnya yang sangat kau sukai, memeluknya ketika wanita itu sedih, dan mencium wanita lain. Bagaimana perasaanmu?

Sakit. Itulah perasaanku saat aku melihatnya sedang bersama wanita yang ternyata adalah kekasih barunya. Sudah lebih dari tiga tahun aku menyukainya, dan tiga tahun ini pun ia tak mengetahui perasaanku. Aku menyukainya saat pertama kali kami bertemu di sekolah menengah pertamaku. Melihatnya tersenyum kepadaku membuat hatiku damai. Tapi sekarang? Melihatnya tersenyum untuk wanita lain membuat hatiku perih.

“Sudahlah, sooyoung, lupakan dia. Kenapa kau kuat melihatnya bersama wanita lain berkali-kali?” Tanya ji eun membuyarkan pikiranku ketika melihat jeongmin bergantengan tangan dengan hyerin.

Aku tersenyum mencoba menguatkan diri. “Aku tidak apa-apa. Lagipula aku sudah terbiasa melihat mereka seperti itu.” Ujarku. “Jangan khawatirkan aku.”

Aku mendengarnya mendecakkan lidah dan menggerutu.

Aku sudah sangat terbiasa melihat jeongmin bersama wanita lain. Tapi entah mengapa hatiku belum juga terbiasa dengan ini. Apa yang harus kuperbuat?

“Aku duluan.” Kataku ketika bel pulang terdengar.

Hari ini rasanya aku malas langsung pulang kerumah. Apalagi kalau Soo Eun onni melihatku murung seperti ini, aku yakin dia akan menanyaiku dengan seribu pertanyaannya.

Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba aku sudah berada di taman dipertengahan kota. Aku menghampiri pohon di tepi danau. Aku sangat suka tempat ini, duduk dibawah pohon rindang dengan danau didepanku serta duduk diatas rumput yang hijau. Perasaanku selalu lebih tenang disini.

Kupegang lagi dadaku yang tiba-tiba terasa sakit. Apakah aku bisa berpindah hati? Rasanya aku ingin sekali berteriak ‘jeongmin-ah aku menyukai’ dihadapannya sekarang juga. Tapi apakah aku mempunyai nyali sebesar itu? Kurasa jawabannya tidak.

Kurasakan angin menyapu wajahku pelan, perasaanku masih campur aduk. Senang karena dia senang dengan kekasih barunya, sedih karena aku tak mempunyai hubungan dengannya lebih dari teman, kesal karena sampai sekarang ia belum juga menyadari perasaanku.

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Sejak kapan aku tidur disini? Dan sejak kapan aku memakai syal coklat ini? Aku melihat jam tanganku. Waktu sudah menunjukan pukul 4, berarti aku ketiduran disini hampir 1 jam. Kuambil tas ku lalu bergegas pulang.
****

“Akan ada murid baru nanti!” “Kudengar laki-laki, semoga saja dia tampan.” Kata-kata itu yang kudengar saat masuk ke kelas. Ji Eun pun ikut heboh.

“Sooyoung, kau berharap anak baru ini seperti apa?” Tanya Ji Eun.

“Tidak sombong, pintar, tidak cerewet.” Jawabku.

“Hei, kau tak berharap dia tampan?” Ji Eun mulai kesal sambil menarik bangku disampingku.

“Menurutmu?”

“Ah, menurutmu hanya ada jeongmin yang paling tampan.”

Darahku membeku, jantungku tiba-tiba berhenti, dan kurasakan mataku memanas mendengar namanya.

“Maafkan aku,” katanya panik melihatku berubah tiba-tiba.

Aku tersenyum, memamerkan gigiku selebar mungkin agar dia tidak panik lagi. “Aku tidak apa-apa.”

Dering bel masuk menyelamatkanku dari permintaan maaf bertubi-tubi dari Ji Eun. Walaupun sudah kubilang aku tak apa-apa tapi tetap saja dia merasa tak enak.

Guru Shin masuk kedalam kelas, beberapa murid lainya mulai heboh sendiri sambil melihat keluar kelas. “Pasti anak baru itu,” gumamku.

Saat guru Shin memberitahu akan ada anak baru, beberapa orang berteriak seperti idolanya saja yang akan menjadi anak baru dikelas ini begitu pula saat anak baru itu masuk ke kelas.

“Kyaaa~ diakah murid barunya? Ya tuhan ternyata dia lebih tampan.” Gumam Ji Eun disebelahku.

Aku melihatnya bingung, memangnya siapa dia? Artis sungguhan? “Kau mengenalnya?” Tanyaku.

Ji Eun menatapku. “Masih ingat Jo Kwangmin? Laki-laki yang sering kuceritakan itu.”

Oh, aku ingat kalau Ji Eun pernah bercerita laki-laki kembar yang katanya sangat tampan dan terkenal hampir diseluruh Seoul walaupun ia bukan artis. “Mm,” sahutku.

“Lalu dimana Youngmin?” Tanyanya pada dirinya sendiri.

Aku mencoba melihat anak baru itu, ketika aku menatap matanya, mata kami bertemu. Cepat-cepat ku alihkan dengan pura-pura menulis.
****

Sepanjang hari disekolah aku merasa risih, sepertinya ada yang terus menatapku. Tapi saat aku mencoba mencari siapa yang melihatku di ruangan kelas ini tapi nihil. Aku tak mendapati satu orangpun sedang melihat kearahku. Apa aku yang terlalu percaya diri kalau ada yang sedang melihatku?

“Sedang mencari siapa?” Tanya Ji Eun yang terganggu denganku.

“Tidak. Hanya saja seperti ada yg menatapku terus-menerus.” Kataku tanpa melihatnya.

“Kau terlalu percaya diri.”

Pelajaran selanjutnya sejarah tapi karena guru Song tak bisa hadir karena sakit, jadi kami hanya diberi tugas tanpa ada guru di kelas. Tentu saja kami malah bercanda dan mengobrol. Dan beberapa anak mengerubungi tempat duduk Jo Kwangmin, anak baru itu, yang duduk di belakangku.
*****

“Sooyoung-ah,” suara yang sangat tidak asing ditelingaku memanggil namaku. Sontak aku berhenti dan membalikkan badan. Kulihat Lee Jeongmin dengan senyum miringnya yang kusuka.

Akupun membalas senyumnya walaupun melihatnya membuat hatiku berdenyut-denyut lagi. “Ada apa?” Tanyaku.

“Sooyoung-ah, hari ini kau ada acara?”

Apa dia mau mengajakku pergi? “Tidak ada.”

“Mau temani aku pergi?” Tanyanya lagi.

Rasanya jantungku berdetak lebih cepat. Apakah ini nyata? Tuhan! Kumohon ini nyata.

Lalu ia melanjutkan ketika melihatku hanya diam. “Nanti aku traktir. Bagaimana?” Dia memiringkan kepalanya sambil tersenyum. Rasanya aku mau meleleh melihat senyumnya.

aku mengangguk. “Mm,” jawabku. “Hanya kita berdua?” Tanyaku hati-hati. Kalau dia mengajakku pergi tetapi juga mengajak kekasihnya, aku tidak akan mau pergi.

“Ne, aku mau beli kado untuk Hyerin karena besok ia ulang tahun.”

Seperti ada petir yang menyambarku ketika aku sedang berada didalam air. Bagaimana ini? Bukannya aku tak mau, hanya saja… Akit rasanya melihatnya sebaik ini pada wanita lain selain diriku.

Tiba-tiba ponselku berdering. Ideku langsung saja muncul untuk menolaknya mencari kado untuk Hyerin. Tanpa melihat siapa yang menelfon, langsung saja aku menjawab telfonnya. “Hallo, oh omma… Ne, aku mau antar jeongmin… Apa?… Oh ne, ne, sebentar lagi aku pulang… Ne omma… Aish langsung dimatikan.” Dari sebrang telfon kudengar suara Ji Eun yang kesal karena aku tidak nyambung dengan omongannya tetapi saat mendengar nama jeongmin ia langsung diam.

“Ah, maaf Jeongmin-ssi, aku harus pulang sekarang.” Kataku bohong lalu langsung meninggalkannya.

Karena terburu-buru, aku merasa menabrak orang. Aku tersungkur dilantai karena orang yang kutabrak sepertinya besar.

“Maafkan aku.” Katanya sambil mengulurkan tangannya.

Aku meraih tangannya lalu berdiri. “Ah, aku yang salah sebenarnya. Maaf.” kataku sambil merapihkan pakaianku. Lalu aku mendongak melihat siapa orang yang aku tabrak.

Aku sedikit terkejut melihatnya. Ternyata dia… Jo Kwangmin sedang menatapku dengan matanya yang besar dan kulihat wajahnya, yang baru kusadari, tampan. Baru kusadari ia sangat tinggi.

“Kalau ini salahmu, seharusnya aku yang jatuh, bukan kau.” Guraunya sambil tertawa kecil. “Kau tidak apa-apa?”

“Aku baik-baik saja. Terima kasih.” Ujarku. ” Tapi aku buru-buru. Sampai jumpa.”

“Tunggu.”
****

Gimana? Maaf ya gaje. Ini bikinnya dengan penggalauan yang luar biasa loh (abaikan). Kalau ada yang cacat ada ceritanya ancur bilang aja ya, nanti yang lanjutannya aku perbaikin. gomawo๐Ÿ˜€

6 thoughts on “Forget Him (part 1)

  1. Annyeonghaseyo~ readers baru disini , tp aku udah sering baca ff kamu di soff ^^

    wehehe , sekolah sooyoung yg mau kedatengan murid baru tp aku yg deg degkan keke . Oh iya , youngmin gak ada ya??

    Oke.. Aku lanjut baca yg chingu ^^

  2. annyeog,
    salam kenal ya.,ni aku readers baru,..baru aja nemu ni blog,hehe
    saeng *sokakrab* biar bisa lbih deket yah,haha

    ninggalin jejak nich critany..kasian ya sooyoung 3th bkan waktu yg sdikit loh..

    kyakny lanjut bca part 2ny aja dech biar g penasaran,hagb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s